Nabi ﷺ menyebutkan bahwa zina bisa terjadi dengan mata, telinga, tangan, dan kaki. Namun, zina terbesar—yang merupakan zina yang sebenarnya—adalah zina kemaluan. Ungkapan ini berasal dari sebagian ulama; inilah yang mereka maksudkan.
Paragraf 2 (Area yang Diberi Stabilo)
Dan kita mengetahui dengan keyakinan yang pasti berdasarkan kondisi nyata bahwa pemberontakan dengan pedang (khuruj bis saif) tidak mungkin terjadi melainkan pasti didahului oleh pemberontakan dengan lidah dan ucapan (khuruj bil lisan wal qaul).
Orang-orang tidak mungkin mengangkat pedang mereka untuk memerangi pemimpin tanpa adanya sesuatu yang memprovokasi mereka. Harus ada sesuatu yang memicu mereka, yaitu ucapan/perkataan. Maka pemberontakan terhadap para pemimpin melalui ucapan adalah pemberontakan yang nyata, sebagaimana ditunjukkan oleh Sunnah dan dibuktikan oleh kenyataan.
Paragraf 3
Adapun Sunnah, kalian telah mengetahuinya. Sedangkan kenyataan, kita mengetahui dengan pasti bahwa pemberontakan dengan pedang adalah cabang dari pemberontakan dengan lidah dan ucapan. Karena orang-orang tidak akan memberontak terhadap pemimpin hanya dengan ucapan "... ambillah pedang!". Harus ada pembentukan opini, persiapan, celaan terhadap para pemimpin, serta penutupan/penyembunyian kebaikan-kebaikan mereka, sampai hati penuh dengan kemarahan dan kedengkian, dan pada saat itulah bencana/fitnah terjadi.
kita mengetahui dengan keyakinan yang pasti berdasarkan kondisi nyata bahwa pemberontakan dengan pedang (khuruj bis saif) tidak mungkin terjadi melainkan pasti didahului oleh pemberontakan dengan lidah dan ucapan (khuruj bil lisan wal qaul).
Orang-orang tidak mungkin mengangkat pedang mereka untuk memerangi pemimpin tanpa adanya sesuatu yang memprovokasi mereka. Harus ada sesuatu yang memicu mereka, yaitu ucapan/perkataan.