Selasa, 18 Agustus 2026

Syaikh Abdul Muhsin juga sempat ditegur oleh Syaikh Muhammad bin Utsamn Al-'Anjari terkait kritik terbukanya terhadap Menteri Pendidikan ketika itu. Maka Syaikh 'Abdul Muhsin memberikan tanggapan atas kritikan terhadap dirinya.

Syaikh Abdul Muhsin juga sempat ditegur oleh Syaikh Muhammad bin Utsamn Al-'Anjari terkait kritik terbukanya terhadap Menteri Pendidikan ketika itu. Maka Syaikh 'Abdul Muhsin memberikan tanggapan atas kritikan terhadap dirinya.

--------

Syaikh Abdul Muhsin Al-'Abbad hafidzahullah berkata:

"Saya telah membaca sebuah artikel yang dipublikasikan di internet pada tanggal 3/2/1439 H dengan judul: 
'Aku Menginginkan Kebaikanmu'. 
Di bagian akhir artikel tersebut tertulis: 
'Ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Utsman Al-‘Anjari'.

Pada bagian awal tulisannya, dia menjelaskan bahwa yang mendorongnya menulis artikel tersebut adalah karena dia membaca tulisan saya yang berjudul: 
'Menteri Pendidikan dan kaum pembawa westernisasi berusaha keras menghancurkan negeri Haramain', 
yang diterbitkan pada tanggal 19/01/1439 H.

Dalam tulisannya, dia menyebutkan bahwa para menteri dan tokoh-tokoh semisalnya tidak seharusnya dikritik secara terbuka. Padahal sudah menjadi hal yang jelas bahwa apabila seorang menteri memiliki pemikiran westernisasi dan mengeluarkan kebijakan yang dapat merusak pendidikan, maka perlu dijelaskan bantahan terhadapnya.

Saya sebelumnya juga telah menulis beberapa tulisan, di antaranya:

- 'Kami mencintai agar negara kami, Arab Saudi, senantiasa mendapatkan kemuliaan, dan kami membenci kaum westernisasi yang dengan tipu daya mereka berusaha melemahkannya', diterbitkan pada 20/8/1431 H.

- 'Tidak pantas bagi orang-orang yang memiliki kemuliaan menjadi pendukung bagi kaum westernisasi yang berusaha merusak kemuliaan tersebut', diterbitkan pada 7/2/1432 H.

- 'Negeri Haramain dan bahaya tiga musuhnya', diterbitkan pada 8/3/1431 H.

Dalam tulisan tersebut saya menjelaskan bahwa kaum westernisasi, yaitu orang-orang yang berusaha merusak nilai-nilai moral, termasuk musuh paling berbahaya bagi negeri ini..."

"Siapa pun yang membaca apa yang saya sampaikan tentang orang tersebut, akan memahami bahwa dia datang ke Kementerian Pendidikan dengan tujuan merusak sistem pendidikan.

Yang mengherankan adalah sikap Syaikh Al-'Anjari yang justru membela menteri tersebut, sementara dia tidak menunjukkan kepedulian terhadap jutaan pelajar laki-laki dan perempuan di seluruh penjuru kerajaan yang terdampak oleh kebijakan-kebijakannya yang dianggap merugikan.

Sikapnya ini mengingatkan saya kepada seseorang sebelumnya dari Kuwait, yaitu Ustadz Yusuf Hasyim Ar-Rifa'i. Dahulu dia pernah menyalahkan pemerintah Arab Saudi dan para hakimnya karena menjatuhkan hukuman mati kepada para pengedar narkoba. Dia juga menyalahkan mereka karena menghukum para dukun (penyihir).

Dalam bantahan saya terhadapnya, saya pernah mengatakan:

“Sungguh mengherankan sikap seorang penulis ini. Dia merasa iba terhadap hukuman yang diberikan kepada orang-orang zalim yang jumlahnya sedikit, tetapi dia tidak merasa iba terhadap penderitaan orang-orang yang dizalimi, yang jumlahnya sangat banyak dan tidak terhitung. Dia justru mengasihani serigala, tetapi tidak peduli kepada mangsanya. Dia menunjukkan kasih sayang kepada ular berbisa, tetapi tidak kepada orang-orang yang menjadi korban racunnya. Sungguh beruntung seseorang apabila dia tidak menjadi pendukung bagi para pelaku kejahatan.”

Lihat kitab saya: 'Bantahan terhadap Ar-Rifa'i dan Al-Buthi atas kedustaan mereka terhadap Ahlus Sunnah serta ajakan mereka kepada bid’ah dan kesesatan' (hlm. 122), diterbitkan tahun 1421 H. Kitab tersebut juga terdapat dalam kumpulan karya dan risalah saya (7/429-517) yang diterbitkan tahun 1428 H."

(Selesai kutipan)

--------------

Sumber:
Artikel berjudul,
وأنا أريد الزين لبلاد الحرمين حكومة وشعبا وسائر بلاد المسلمين أيها الشيخ العنجري  
“Aku Menginginkan Kebaikan untuk Negeri Haramain, Pemerintah dan Rakyatnya, serta Seluruh Negeri Kaum Muslimin, Wahai Syaikh Al-'Anjari”
Tanggal 10/02/1439 H.

--------------

Sumber kutipan dari FP Al Jawab Al Kafi dengan penyesuaian bahasa.