https://www.facebook.com/share/1bcGW187DF/
Adab-Adab Pernikahan
Allah Azza wa Jalla mensyariatkan pernikahan dan menjadikannya termasuk sunnah para rasul. Allah Ta'ala berfirman:
"Dan sungguh, Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum engkau (Muhammad) dan Kami berikan kepada mereka istri-istri dan keturunan." (QS. Ar-Ra'd: 38)
Nabi {ﷺ} bersabda:
"Demi Allah, sungguh aku adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepada-Nya di antara kalian, tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, serta aku menikahi wanita. Maka barangsiapa yang membenci sunnahku, ia bukanlah dari golonganku." (HR. Bukhari & Muslim)
Di Antara Adab-Adab yang Berkaitan dengan Pernikahan:
1. Memilih Wanita yang Taat Beragama
Nabi {ﷺ} bersabda:
"Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama (taat beragama), niscaya engkau akan beruntung."
2. Memilih Perawan, Pengasih, dan Subur (Banyak Anak)
Nabi {ﷺ} bersabda:
"Nikahilah wanita yang penyayang lagi bisa memberikan banyak anak (subur), karena sesungguhnya aku bangga dengan jumlah kalian yang banyak di hadapan umat-umat lain."
3. Melihat Wanita yang Ingin Dinikahi (Nadzor)
Dari Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu:
Bahwasanya ia meminang seorang wanita, lalu Nabi {ﷺ} bersabda: "Lihatlah dia, karena sesungguhnya hal itu akan lebih mengekalkan/menyatukan ikatan cinta antara kalian berdua."
4. Tidak Meminang di Atas Pinangan Saudaranya
Dari 'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata:
"Nabi {ﷺ} melarang sebagian kalian menjual di atas penjualan sebagian yang lain, dan seorang laki-laki tidak boleh meminang di atas pinangan saudaranya, sampai peminang sebelumnya meninggalkannya atau memberi izin kepadanya."
5. Wali Memilihkan Laki-Laki yang Shalih dan Taat Beragama untuk Wanita di Bawah Pengampuannya
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. An-Nur: 32)