Minggu, 09 Agustus 2026

Peringatan... dari Sikap Terburu-buru dalam Bertakfir (Mengafirkan)

التحذير.. من التسرّع في التكفير
​________________/_________
​المعتزلة/________
​❋ المعتزلة فرقة من الفرق الضالة أتباع لزعيمهم واصل بن عطاء الذي كان في زمن الإمام الحسن البصري رحمه الله ومن جلسائه ثم إنه زاغ قلبه واختلف مع الإمام الحسن في مسائل تتعلق بالاعتقاد فاعتزل مجلسه الذي يَدْرُسُ فيه إلا أنه لم يذهب بعيداً عنه فأطلق الإمام عليه وأتباعه أنهم معتزلة وعُرِفوا بهذا الاسم وهم يختلفون - كما يقول العلماء - مع أهل السُنَّة والجماعة بالقول في خلق القرآن مع أن النصوص من الكتاب والسُنَّة جاءت صريحة بأن القرآن مُنزّل من عند الله غير مخلوق، كما أنهم يرى الخروج على الأئمة كما فعلت الخوارج الحرورية مع الإمام علي رضي الله عنه وهم متفقون مع الخوارج بأن أهل الكبائر من أهل التوحيد في النار إن ماتوا قبل التوبة.
​❋ قال أحد علماء الخوارج بعد ما تاب ورجع إلى الحق والتزم بعقيدة أهل السُنَّة والجماعة: «انظروا إلى من تأخذون منه فإنا كنا إذا هوينا أمراً صيّرناه حديثاً».
​❋ قال عليه الصلاة والسلام: «يكون في آخر الزمان دجّالون كذّابون يأتونكم من الأحاديث بما لم تسمعوا أنتم ولا آباؤكم فإياكم وإياهم لا يضلونكم ولا يفتنونكم» (رواه الإمام مسلم).
​❋ إن الذين اعتنقوا منهج الخوارج والمعتزلة المتمثلين في تلك الفرق والجماعات المنتشرة في العالم منذ نحو قرن من الزمان وهم ينادون بقيام الدولة الإسلامية وإعادة الخلافة فأفسدوا في البلاد وأساؤوا للعباد واستباحوا دماء المسلمين في أقطار كثيرة بهذه الحجة ولم يخلفوا إلا الفتن والشرور وتفريق العباد، وتمزيق البلاد، والأمر مُشاهد.
​❋ قال الإمام ابن حزم الأندلسي رحمه الله: «فاعلموا رحمكم الله أن جميع فرق الضلال لم يُجرِ الله تعالى على أيديهم خيراً ولا فتح بهم من بلاد الكفر قرية ولا رفع للإسلام راية، ومازالوا يسعون في قلب نظام المسلمين ويفرقون كلمة المؤمنين، ويسلّون السيف على أهل الدين، ويسعون في الأرض مفسدين» (الفصل ٥/ ٩٨).
​❋ قال الإمام وهب بن منبه رحمه الله (٣٤ - ١١٤هـ) وهو يحذر رجلاً يُقال له أبو شَمِر ذو خَولان من فتنة الحرورية:
​«يا ذا خولان إني قد أدركت صدر الإسلام فوالله ما كانت الخوارج جماعة قط إلا فرّقها الله على شر حالاتهم، وما أظهر أحد منهم قوله إلا ضرب الله عنقه، ولو مكّن الله لهم من رأيهم لفسدت الأرض وقطعت السبل والحج ولعاد أمر الإسلام جاهلية وإذاً لقام جماعة كل منهم يدعو إلى نفسه الخلافة مع كل واحد منهم أكثر من عشرة آلاف يقاتل بعضهم بعضاً ويشهد بعضهم على بعض بالكفر حتى يصبح المؤمن خائفاً على نفسه ودينه ودمه وأهله وماله لا يدري مع من يكون، قال تعالى: ﴿وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لَّفَسَدَتِ الْأَرْضُ﴾ (البقرة: ٢٥١)، وقال: ﴿إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا﴾ (غافر: ٥١)، فلو كانوا مؤمنين لنُصروا، وقال: ﴿وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ﴾ (الصافات: ١٧٣)، ألا يسعك يا ذا خولان من أهل القبلة ما وسع نوحاً من عبدة الأصنام» اهـ .. (سير أعلام النبلاء للإمام شمس الدين محمد بن أحمد بن عثمان الذهبي ٤ / ٥٥٥).

​❋ قال الإمام محمد بن الحسين الآجري رحمه الله (٢٨٠ - ٣٦٠هـ):
​«لم يختلف العلماء قديماً وحديثاً أن الخوارج قوم سوء عصاة لله ورسوله ﷺ وإن صلوا وصاموا واجتهدوا في العبادة، فليس ذلك بنافع لهم وإن أظهروا الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر وليس ذلك بنافع لهم لأنهم قوم يتأولون القرآن على ما يهوون ويموهون على المسلمين وقد حذّرنا الله عز وجل منهم وحذرنا النبي ﷺ، والخوارج هم الشراة الأنجاس الأرجاس ومن كان على مذهبهم من سائر الخوارج يتوارثون هذا المذهب قديماً وحديثاً ويخرجون على الأئمة والأمراء ويستحلون قتل المسلمين» (الشريعة: ١/ ٣٢٥).
Peringatan... dari Sikap Terburu-buru dalam Bertakfir (Mengafirkan)
Mu'tazilah
Mu'tazilah adalah salah satu kelompok sesat. Mereka adalah pengikut pemimpin mereka, Washil bin 'Atha, yang hidup pada zaman Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah dan termasuk salah satu murid di majelisnya. Kemudian hatinya menyimpang dan ia berselisih dengan Imam Al-Hasan dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan akidah. Ia pun mengasingkan diri (i'tazala) dari majelis tempat Imam Al-Hasan mengajar, meskipun ia tidak pergi jauh darinya. Maka Imam Al-Hasan menjulukinya dan para pengikutnya sebagai Mu'tazilah (orang-orang yang memisahkan diri), dan mereka pun dikenal dengan nama ini.
Para ulama menjelaskan bahwa mereka menyelisihi Ahlus Sunnah wal Jama'ah dalam hal pendapat tentang penciptaan Al-Qur'an (bahwa Al-Qur'an adalah makhluk), padahal dalil-dalil dari Al-Kitab dan As-Sunnah telah jelas menyatakan bahwa Al-Qur'an diturunkan dari sisi Allah dan bukan makhluk. Begitu pula, mereka berpandangan bolehnya memberontak terhadap para pemimpin/pemerintah sebagaimana yang dilakukan oleh Khawarij Haruriyah terhadap Imam 'Ali radhiyallahu 'anhu. Mereka juga sepakat dengan Khawarij bahwa pelaku dosa besar dari kalangan ahli tauhid akan berada di dalam neraka jika mereka meninggal sebelum bertobat.
Salah seorang ulama Khawarij berkata setelah ia bertobat, kembali kepada kebenaran, dan berpegang teguh pada akidah Ahlus Sunnah wal Jama'ah:
"Perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama ini, karena sungguh kami dahulu apabila menyukai suatu perkara, kami menjadikannya sebagai hadis."
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
"Akan ada pada akhir zaman para pendusta dan pembohong besar. Mereka membawakan kepada kalian hadis-hadis yang belum pernah kalian maupun bapak-bapak kalian dengar. Maka waspadalah kalian terhadap mereka! Jangan sampai mereka menyesatkan kalian dan menimbulkan fitnah bagi kalian." (HR. Imam Muslim).
Orang-orang yang mengadopsi manhaj Khawarij dan Mu'tazilah—yang terepresentasi dalam kelompok-kelompok dan gerakan-gerakan yang tersebar di dunia sejak sekitar satu abad yang lalu—selalu menyerukan pembentukan negara Islam dan pengembalian sistem kekhalifahan. Namun, mereka justru berbuat kerusakan di berbagai negeri, berbuat buruk kepada para hamba, serta menghalalkan darah umat Islam di banyak wilayah dengan dalih tersebut. Mereka tidak meninggalkan apa pun kecuali fitnah, keburukan, perpecahan di antara sesama manusia, dan pencabikan keutuhan negara, sebagaimana yang dapat disaksikan.
Imam Ibn Hazm Al-Andalusi rahimahullah berkata:
"Ketahuilah—semoga Allah merahmatimu—bahwa seluruh kelompok sesat itu tidak pernah Allah Ta'ala jadikan Kebaikan mengalir melalui tangan mereka. Mereka tidak pernah membebaskan satu desa pun dari negeri kekafiran, dan tidak pernah mengibarkan panji Islam. Mereka justru senantiasa berusaha menggulingkan pemerintahan umat Islam, memecah belah persatuan orang-orang beriman, menghunuskan pedang terhadap ahli agama, dan berusaha berbuat kerusakan di muka bumi." (Al-Fishal, 5/98).
Imam Wahb bin Munabbih rahimahullah (34–114 H) berkata ketika memperingatkan seorang pria yang dipanggil Abu Syamir Dzu Khaulan dari fitnah kelompok Haruriyah (Khawarij):
"Wahai Dzu Khaulan, sungguh aku telah mendapati generasi awal Islam. Demi Allah, tidaklah kelompok Khawarij itu menjadi sebuah jamaah melainkan Allah akan mencerai-beraikan mereka dalam kondisi yang paling buruk. Tidak ada seorang pun dari mereka yang menampakkan pendapatnya melainkan Allah akan memenggal lehernya. Seandainya Allah memberi ruang bagi pendapat mereka untuk berkuasa, niscaya bumi akan rusak, jalan-jalan dan ibadah haji akan terputus, dan urusan Islam akan kembali ke zaman jahiliyah.
Jika demikian terjadi, niscaya akan bangkit berbagai kelompok yang masing-masing menyerukan kekhalifahan untuk dirinya sendiri bersama lebih dari sepuluh ribu pengikut, saling memerangi satu sama lain, dan saling mengafirkan antara satu dengan yang lain. Hingga akhirnya seorang mukmin merasa takut atas dirinya, agamanya, darahnya, keluarganya, dan hartanya, tanpa tahu harus berpihak kepada siapa.
Allah Ta'ala berfirman: 'Seandainya Allah tidak menolak (ganasnya) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, niscaya rusaklah bumi ini' (QS. Al-Baqarah: 251). Dan Allah berfirman: 'Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman' (QS. Ghafir: 51); seandainya mereka itu orang-orang beriman, niscaya mereka telah ditolong. Dan Allah berfirman: 'Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang' (QS. Ash-Shaffat: 173). Tidakkah cukup bagimu, wahai Dzu Khaulan, perlakuan terhadap ahli kiblat sebagaimana perlakuan Nabi Nuh terhadap para penyembah berhala?" (Siyar A'lam an-Nubala karya Imam Shamsuddin Muhammad bin Ahmad bin 'Utsman Atz-Dzahabi, 4/555).
Imam Muhammad bin Al-Husain Al-Ajurri rahimahullah (280–360 H) berkata:
"Para ulama—sejak dahulu hingga sekarang—tidak pernah berselisih pendapat bahwa Khawarij adalah kaum yang buruk, orang-orang yang bermaksiat kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ, meskipun mereka shalat, berpuasa, dan bersungguh-sungguh dalam beribadah. Semua itu tidak bermanfaat bagi mereka, begitu pula jika mereka menampakkan amar makruf nahi munkar, hal itu tetap tidak bermanfaat bagi mereka. Sebab, mereka adalah kaum yang menakwilkan Al-Qur'an sesuai dengan hawa nafsu mereka dan mengelabui umat Islam.
Allah 'Azza wa Jalla telah memperingatkan kita dari mereka, dan Nabi ﷺ pun telah memperingatkan kita. Khawarij adalah orang-orang yang menjual agama, najis, dan kotor. Siapa saja yang berada di atas mazhab mereka dari kalangan Khawarij lainnya akan saling mewarisi mazhab ini dari dulu hingga sekarang; mereka memberontak kepada para pemimpin dan penguasa serta menghalalkan pembunuhan terhadap umat Islam." (Asy-Syari'ah, 1/325).
https://www.facebook.com/share/p/1HMiVmSLp2/