Selasa, 04 Agustus 2026

Kisah Kesabaran Imam Asy-Syafi'i Mendidik Murid

Kisah Kesabaran Imam Asy-Syafi'i Mendidik Murid
Oleh : Ustadz Dr. Emha Hasan Ayatullah, Lc 

Antum pernah dengar tentang Al-Imam Asy-Syafi'i raḥimahullāh?

Beliau memiliki murid bernama Ar-Rabi' bin Sulaiman Al-Muradi. Ar-Rabi' bin Sulaiman Al-Muradi ini adalah periwayat buku-buku Imam Asy-Syafi'i.

Buku itu kalau ditulis kemudian tidak diajarkan, ia akan hilang. Bahkan di antara nukilan para ulama yang mazhabnya tidak dikenang—seperti Al-Auza'i, Ibnu Jarir Ath-Thabari, dan Sufyan Ats-Tsauri—mereka memiliki mazhab pada masa itu. Tetapi mazhab mereka tidak berkembang seperti empat mazhab karena murid-muridnya tidak seperti murid dari empat mazhab tersebut.

Lalu Al-Imam Asy-Syafi'i memiliki murid kesayangan bernama Ar-Rabi' bin Sulaiman Al-Muradi, sampai beliau mengatakan:

أَنْتَ رَاوِيَةُ كُتُبِي

"Engkau adalah periwayat semua kitab-kitabku." — (Ucapan Imam Asy-Syafi'i)

Subḥānallāh.

Siapa yang menyangka seorang Ar-Rabi' bin Sulaiman ternyata adalah orang yang lambat berpikirnya? Yang diceritakan dalam kitab Thabaqat Asy-Syafi'iyyah:

بَطِيءُ الْفَهْمِ جِدًّا

"Beliau sangat lambat pemahamannya."

كَرَّرَ عَلَيْهِ الشَّافِعِيُّ مَسْأَلَةً وَاحِدَةً أَرْبَعِينَ مَرَّةً فَلَمْ يَفْهَمْ

"Asy-Syafi'i mengulang-ulang satu masalah kepadanya sebanyak 40 kali, namun ia belum juga paham."

Satu masalah diulang 40 kali, tidak paham juga.

Kita bayangkan zaman sekarang, ada guru yang bisa mengulangi sampai 40 kali, itu gajinya tidak nambah. Tidak ada tambahan gajinya. Orang kalau mau jadi orang kaya, jangan jadi guru.

Ini Ar-Rabi' bin Sulaiman raḥimahullāh. Beliau dijadikan salah satu contoh. Empat puluh kali diulang, tidak paham.

فَقَامَ مِنَ الْمَجْلِسِ حَيَاءً

"Maka ia pun bangkit meninggalkan majelis karena malu."

Akhirnya Al-Imam Asy-Syafi'i tidak menyerah.

Muridnya ini didatangi fī al-khalwah (ketika tidak ada orang lain). Kemudian karrara ʿalayhi-l-mas’alah (diulangi lagi masalahnya) ḥattā fahima (sampai ia paham).

Kemudian Imam Asy-Syafi'i memiliki perkataan yang masyhur. Beliau mengatakan kepada muridnya:

يَا رَبِيعُ، لَوْ قَدَرْتُ أَنْ أُطْعِمَكَ الْعِلْمَ لَأَطْعَمْتُكَ

"Wahai Rabi', seandainya aku bisa menyuapimu ilmu ini, pasti akan kusuapi engkau."

Ini kata Asy-Syatibi raḥimahullāh, salah satu contoh yang mestinya para guru betul-betul miliki.

Ini contoh seorang guru idaman dan idola.

=========
Simak lengkapnya dalam kajian "Peran Pengajar Antara Hak & Tanggung Jawab" pada link https://www.youtube.com/live/R88tTARbTb4?si=3D2FhjeKnvneuKBc