Pada awal masa menuntut ilmuku, aku menjauhi Syaikhul Islam Ibn Taimiyah. Kemudian aku menghadiri pengajarannya di halaqah hari Selasa di Masjid Agung Damaskus, lalu beliau berhasil memikat seluruh hatiku.
[2] Kemudian aku mendatangi beliau di waktu yang lain ketika beliau berada di Madrasah Al-Hanbaliyyah, lalu aku menaiki tangga menuju...
Catatan Kaki:
(1) Ini adalah faedah tambahan dari apa yang ada di dalam buku-buku biografi (tarajim), yaitu mengenai jadwal pengajaran Ibn Taimiyah.
(2) Ini adalah faedah tambahan mengenai permulaan hubungan Ibn Katsir dengan gurunya, Ibn Taimiyah.
Catatan Tambahan Mengenai Biografi Syaikhul Islam Ibn Taimiyah dan Saudaranya Sharafuddin 'Abdullah
Teks Utama:
...rumahnya; lalu aku melihatnya sedang sibuk dengan ilmu, dan perabotan rumahnya sangat sedikit sekali. Ia memiliki sebuah dudukan lampu dari tanah liat tempat meletakkan pelitanya. Maka terlintas dalam benakku tentang para ulama di zamannya dan kemewahan serta kelapangan hidup duniawi yang mereka nikmati—padahal aku belum mengucapkan hal itu.
Tiba-tiba Syaikh memanggilku: "Wahai Ismail! Jangan terlalu banyak mempermasalahkan hal-hal yang tidak penting! Sesungguhnya mereka itu belum merasakan manisnya ilmu."
Selesai apa yang aku temukan dari tulisan tangannya.
Kemudian aku menemukan juga dengan tulisan tangannya—yang bentuknya sebagai berikut:
[3] Pada tanggal 29 bulan Rajab tahun 720 H, diadakan majelis di Darus Sa'adah di Damaskus dengan dihadiri para hakim (qudhat). Hadir pula Syaikh Taqiuddin Ibn Taimiyah. Mereka menanyakan kepadanya tentang fatwa-fatwanya dalam masalah talak, serta larangan yang ditujukan kepadanya agar tidak melanjutkannya, dan bahwa ia tidak menerima keputusan Sultan maupun keputusan para hakim.
Lalu ia mengingkari (membantah) hal tersebut. Maka mereka menghadirkan sekitar 15 orang yang menyebutkan bahwa ia pernah memberikan fatwa kepada mereka. Namun ia tetap membantahnya dan teguh pada bantahannya tersebut.
Catatan Kaki (Poin 1):
(1) Ini adalah faedah yang sangat berharga. Di dalamnya terdapat bukti zuhudnya Ibn Taimiyah dalam tempat tinggal dan sifat hidupnya, serta bahwa sebab para ulama bermewah-mewah dalam kehidupan dunia adalah karena mereka belum merasakan manisnya ilmu. Pendidikan Ibn Katsir yang dibentuk oleh Syaikhnya menggunakan ungkapan yang sangat ringkas, serta menunjukkan betapa dekatnya pengamatan Ibn Katsir terhadap keadaan syaikh Rabbani-nya (Ibn Taimiyah) dari jarak dekat—dan ini termasuk sebab terkuat keterikatan erat dengannya.
Di dalamnya juga terdapat firasat Ibn Taimiyah dan pengetahuannya tentang apa yang terlintas dalam pikiran Ibn Katsir; ia menjawab hal yang terbersit dalam hati Ibn Katsir tanpa Ibn Katsir mengucapkannya. Anda juga bisa mengategorikan hal ini sebagai bagian dari mukasyafah (pengungkapan hal gaib/firasat tajam) Syaikh Ibn Taimiyah—dan beliau adalah sosok yang lebih mulia serta lebih agung (Allah yang lebih tahu dan memperhitungkannya) daripada sekadar golongan orang yang disematkan karamah kepada mereka!