Minggu, 09 Agustus 2026

Bersabar dalam menundukkan pandangan itu lebih mudah daripada bersabar menahan rasa sakit (akibat) yang ditimbulkannya setelah itu.

(kutipan dari kitab Ad-Da' wad Dawa' karya Ibnu Qayyim al-Jauziyyah):
النظرُ أصلُ عامَّةِ الحوادثِ التي تصيبُ الإنسانَ، فإنَّ النظرَةَ تولِّدُ خطرةً، ثم تولِّد الخاطرةُ فكرةً، ثم تولِّد الفكرةُ شهوةً، ثم تولِّد الشهوةُ إرادةً، ثم تقوَى فتصيرُ عزيمةً جازمةً، فيقعُ الفعلُ ولا بدَّ، ما لم يمنع منه مانع. وفي هذا قيل: الصبر على غض البصر أيسر من الصبر على ألم ما بعده.
Terjemahan:
"Pandangan mata adalah asal (pangkal) dari umumnya peristiwa yang menimpa manusia. Karena sesungguhnya pandangan itu melahirkan terbetiknya bisikan hati (khatrah), kemudian bisikan hati melahirkan pemikiran (fikrah), lalu pemikiran melahirkan hasrat/syahwat (syahwah), kemudian syahwat melahirkan kehendak (iradah), lalu kehendak itu menguat hingga menjadi tekad yang bulat ('azimah), maka terjadilah perbuatan itu tanpa bisa dihindari, selama tidak ada penghalang yang mencegahnya. Oleh karena itu dikatakan: 'Bersabar dalam menundukkan pandangan itu lebih mudah daripada bersabar menahan rasa sakit (akibat) yang ditimbulkannya setelah itu.'"
Sumber: Kitab Ad-Da' wad Dawa' (Halaman 350)