📚Salah satu faedah yang saya dapatkan dari bab tama'im (jimat) bahwa banyak kasus ternyata berawal dari iseng-iseng menggantung benda-benda tertentu di lingkungan sekitar. Seperti gelang tangan yang biasa dipake anak muda, gantungan kunci di tas ataupun aksesoris di kaca mobil, hingga pajangan-pajangan di dinding rumah.
📜Pada awalnya ini hanya sekedar hobi mengoleksi suatu barang. Kemudian lama kelamaan muncul perasaan bahwa tak perfect kalau barang tersebut tidak dibawa tatkala bepergian, atau merasa nyaman ketika memasuki rumah kemudian melihat ada pajangan di dinding. Hingga berakhir pada tahap dimana seseorang benar-benar merasa bahwa benda tersebut dapat mendatangkan suatu keberuntungan atau dapat membawa sial ketika tidak dibawa bepergian.
🔎Ini benar-benar terjadi. Terlebih jika setan menambah tipu daya dengan tidak rusaknya gantungan tersebut tatkala terjadi musibah misalkan. Maka si pengguna akan merasa bahwa benda tersebut sakti karena tidak ikut hancur ketika Barang-barang lain di sekitarnya hancur.
📙Salah satu kasus yang ditemui guru aqidah kami di sini, beliau pernah ketemu orang yang pake gelang magnetik di tangannya. Ia beli di apotik yang katanya benda ini dapat melancarkan sirkulasi darah atau sebagainya. Karena Syaikh tahu bahwa itu tidak benar maka ia minta orang tersebut copot gelang yang sedang ia pakai tadi. Namun ia ketakutan, menandakan bahwa hatinya benar-benar telah bergantung kepada benda tersebut.
📝Coba tadabburi baik-baik sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam:
من تعلق شيئا وكل إليه
"Barangsiapa yang menggantungkan hati pada sesuatu, maka urusannya akan diserahkan kepadanya." [H.R. Ahmad dan Tirmidzi]
Di sini Nabi menyebutkan sifat umum yaitu menggantungkan hati pada sesuatu. Di antaranya seseorang menaruh harapan kepada sesuatu yang ia gantung. Dimulai dari iseng-iseng kemudian ia menganggap benda tersebut dapat mendatangkan manfaat atau menolak bahaya jika digantung. Hal ini sangat berbahaya bagi tauhid seorang muslim, dan jika terjerumus kepadanya maka ia telah berbuat kesyirikan wal iyadzu billah.
✒️Ini nasehat agar kita menutup diri dari pintu-pintu kesyirikan. Karena pada hakikatnya kita adalah hamba yang berserah diri kepada Allah. Hendaknya menjauhi hal-hal yang tak ada dalilnya dalam syariat kecuali memang itu terbukti secara medis atau penelitian profesional.
Ustadz muhammad taufiq
https://www.facebook.com/share/p/1DKiKZm9pb/