Jumat, 14 Agustus 2026

Keistimewaan Syaikh Taqiyuddin bin Taimiyyah Dibanding Syaikh Taqiyuddin As-Subki dalam pandangan Sayyid Ahmad bin Ash-Shiddiq Al-Ghumari

Keistimewaan Syaikh Taqiyuddin bin Taimiyyah Dibanding Syaikh Taqiyuddin As-Subki dalam pandangan Sayyid Ahmad bin Ash-Shiddiq Al-Ghumari

Oleh : Ustadz Hafidin Achmad Luthfie

وما ردَّ به التقيُّ السُّبكيُّ على ابن تيميـة في هذه المسألة لم أستفد منه شيئًا ما، لمّا قرأتُه منذ عشرين سنة إلاّ معرفةَ أنّ التقيَّ السُّبكيَّ -فضلاً عن ابنه التاج- خلافُ ما كنّا نَظنُ به، وخلافُ ما يهوِّل به ابنُه عنه، فإنّي كتبتُ في تلك الساعة بآخر الرد كتابةً، مَضْمونُها: إن بين السُّبكيِّ وابن تيمية بَونًا كبيرًا في العلم وقوة الاستدلال وأن الثاني أعلمُ بمراحل".

"Dan tidaklah saya mendapat faedah sedikit pun dari bantahan At-Taqi As-Subki pada Ibnu Taimiyyah dalam masalah ini. Ketika saya membaca bantahannya dua puluh tahun silam saya jadi tahu bahwa As-Subki--dan apalagi Tajuddin anaknya, jauh beda dari apa yang selama ini kita yakini dan tak sama dengan kabar yang dibesar-besarkan anaknya tentang kehebatannnya. Kala itu saya langsung menulis di akhir buku bantahannya As-Subki yang intinya: "Sesungguhnya antara As-Subki dan Ibnu Taimiyyah ada gap yang besar dalam ilmu dan kuatnya pendalilan (istidlal). Dan bahwa Ibnu Taimiyyah lebih tinggi ilmunya beberapa tingkat (dari As-Subki)."

-------Selesai kutipan dari Darr Al-Ghumam Ar-Roqiq.

Ibnu Daqiq Al-Ied adalah satu dari segelintir orang paling alim pada zaman itu. Setelah bertemu Ibnu Taimiyyah dan berdiskusi dengannya langsung dibuat kagum dan mengakui ilmunya. 

Ibnu Sayyid An-Nas adalah satu dari sedikit orang paling hebat dalam hadits. Setelah bertemu dan diskusi dengan Ibnu Taimiyyah pun langsung mengakui keutamaan dan keilmuan Ibnu Taimiyyah.

Syaikh Kamaluddin bin Az-Zamalkani --hakim agung madzhab Syafi'iyyah di Syam, mengakui imamahnya Ibnu Taimiyyah. Ibnu Katsir menukil dalam Al-Bidayah wa An-Nihayah tentang ucapan Syaikh Ibnu Az-Zamalkani pada Ibnu Taimiyyah saat umurnya masih 30 tahun :

إنه اجتمعت فيه شروط الاجتهاد على وجهها، وأن له اليد الطولى في حسن التصنيف، وجودة العبارة، والترتيب والتقسيم والتبيين

"Sesungguhnya pada diri Ibnu Taimiyyah terpenuhi syarat-syarat ijtihad secara sempurna. Ia punya kemampuan hebat dalam menulis karangan yang bermutu, dengan bahasa yang bagus, serta susunan, pembagian dan penjelasan apik."

Az-Zamalkani ketika membaca salah satu bukunya Ibnu Taimiyyah lalu menuliskan syair padanya :

ماذا يقول الواصفون له ... وصفاته جلت عن الحصر

هو حجة لله قاهرة ... هو بيننا أعجوبة الدهر

هو آية في الخلق ظاهرة ... أنوارها أربت على الفجر

"Apakah yang akan dikatakan orang-orang buat mendeskripsikan Ibnu Taimiyyah?
Karena sifat-sifat istimewanya tak terhitung jumlahnya.

Ibnu Taimiyyah adalah hujjah Allah yang sangat kokoh... Dia menjadi keajaiban zaman di tengah kami.

Dia menjadi tanda kebesaran Allah yang nyata diantara manusia... Dan cahaya-cahaya ilmunya lebih terang dari fajar."

Ibnu Taimiyyah pernah dikeroyok ramai-ramai dalam sebuah majelis yang dihadiri para qadhi dan ulama. Mereka bermaksud menyidang dan menghakiminya. Mereka mempermasalahkan taqrirnya mengenai sifat dalam Kitab Al-Wasithiyyah. Mereka hendak mendebatnya dan kalau berhasil mengalahkan hujjahnya maka mudah buat mereka memvonisnya sesat. Namun, semuanya gagal total. Ibnu Taimiyyah justru menjadi bintang di majelis itu. Para qadhi dan ulama justru kewalahan dalam berdebat dengannya.

Dan, diantara yang hadir adalah Syaikh Shafiyyuddin Al-Hindi, yang dikenal sebagai mutakallim besar dalam madzhab asy'ariyyah. Ibnu Katsir menceritakan :

وحضر الشيخ صفي الدين الهندي ، وتكلم مع الشيخ تقي الدين كلاما كثيرا ، ولكن ساقيته لاطمت بحرا

"Turut hadir dalam majelis itu Syaikh Shafiyyuddin Al-Hindi. Ia berdebat lama dengan Ibnu Taimiyyah. Namun, serangan jurus-jurus ilmu kalamnya justru tenggelam dalam lautan ilmunya Ibnu Taimiyyah."

Ada lebih dari seratus ulama memuji dan menyanjung Ibnu Taimiyyah. Bukan hanya dari Hanabilah saja. Namun, berasal dari madzhab di luar Hanabilah, terutama para imam-imam Syafi'iyyah yang besar dan terkenal. Anda bisa baca hal tersebut dalam kitab Ar-Radd Al-Wafir. 

Maka, jangan heran kalau Ibnu Taimiyyah begitu dikagumi dan dicintai. Mereka berasal dari berbagai madzhab. Namun, sayangnya para pecinta Ibnu Taimiyyah tersebut mendapat perlakuan yang melanggar HAM dan menyalahi kemuliaan syakhshiyyah Islamiyyah dari pembencinya. Seperti kasus yang menimpa Ibnu Abil 'Izz Al-Hanafi. Istrinya difasakh secara zhalim darinya. Kemudian istrinya dikawini oleh orang yang melakukan fasakh yang dipaksakan tersebut. 

Kembali pada ucapan Sayyid Ahmad bin As-Shiddiq Al-Ghumari.

Sebenarnya pengakuan Sayyid Ahmad Al-Ghumari bukan hal yang menggagetkan. Jauh sebelum itu, Ibnu 'Abdul Hadi Al-Hanbali sudah menyingkap lemahnya kemampuan As-Subki dalam hadits. Silakan telaah kitabnya Ash-Sharim Al-Munki.

Memang siapa sih Ibnu 'Abdul Hadi tersebut? Pemuda itu juga salah satu keajaiban zaman dalam bidang ilmu hadits. 

Btw, Sayyid Ahmad Al-Ghumari adalah seorang asy'ari dan sufi.