Jumat, 14 Agustus 2026

Bagaimana hukum mengambil makanan sisa di restoran dan sejenisnya?

Bagaimana hukum mengambil makanan sisa di restoran dan sejenisnya? 

Pertanyaan:
Bagaimana hukum mengambil makanan di restoran, kafe, atau tempat sejenisnya yang telah ditinggalkan oleh pemiliknya?

Misalnya seseorang makan di restoran, tetapi makanannya tidak dihabiskan. Setelah selesai makan, ia pulang dan meninggalkan sisa makanan tersebut di meja. Biasanya, makanan yang tersisa itu akan dibuang oleh pelayan restoran.

Apakah orang lain boleh mengambilnya daripada makanan tersebut terbuang dan menjadi mubazir?

Jawaban: 
Boleh, apabila secara kebiasaan dan terdapat tanda-tanda yang ada menunjukkan bahwa pemilik makanan tersebut memang telah meninggalkannya dan tidak lagi menghendakinya.

Sebab, yang menjadi pertimbangan bukan semata-mata karena makanan itu akan dibuang, tetapi karena terdapat qarinah (indikasi) dan ‘urf (kebiasaan) yang menunjukkan bahwa pemiliknya telah melepaskan makanan tersebut.

📚Referensi: 

At-Tasyri‘ al-Jina’i al-Islami Abdul Qodir A'udah, jilid 2, hal: 604
اْلأُشْيَاءُ الْمَتْرُوْكَةُ هِىَ اْلأَشْيَاءُ الَّتِىْ كَانَتْ مَمْلُوْكَةً لِلْغَيْرِ ثُمَّ تَخَلَّى عَنْهَا مَالِكُهَا كَالْمَلاَبِسِ الْمُسْتَهْلَكَةِ وَبَقَايَا الطَّعَامِ وَكَنَاسَةِ الْمَنَازِلِ وَحُكْمُ اْلأَشْيَاءِ الْمَتْرُوْكَةِ هُوَ حُكْمُ اْلأَشْيَاءِ الْمُبَاحَةِ ِلأَنَّ اْلأَشْيَاءَ الْمَتْرُوْكَةَ تُصْبِحُ بِتَرْكِهَا لاَ مَالِكَ لَهَا....

Kemudian di di perkuat oleh Al-Fatawa al-Kubra al-Fiqhiyyah Ibn Hajar, hal: 249, juz 4 - Maktabah Syamilah 
(وَسُئِلَ) نَفَعَنَا اللَّهُ تَعَالَى بِعُلُومِهِ عَمَّا لَوْ لَقِيَ شَيْئًا مَطْرُوحًا وَشَكَّ أَهُوَ مُعْرَضٌ عَنْهُ فَيَأْخُذَهُ أَمْ لَا فَيَتْرُكَهُ هَلْ يَحِلُّ لَهُ الْأَخْذُ أَمْ لَا؟

(فَأَجَابَ) رَحِمَهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى بِأَنَّ الَّذِي يُتَّجَهُ فِي ذَلِكَ أَنَّهُ يُرَاعَى فِي ذَلِكَ الْقَرَائِنُ الدَّالَّةُ فِي الْعَادَةِ عَلَى أَنَّ مِثْل ذَلِكَ الشَّيْءِ الْمَطْرُوحِ مِمَّا يُعْرَضُ عَنْهُ، أَوْ لَا فَإِنْ اقْتَضَتْ أَنَّهُ مِمَّا يُعْرَضُ عَنْهُ جَازَ أَخْذُهُ وَالتَّصَرُّفُ فِيهِ كَمَا يُصَرِّحُ بِهِ قَوْلُ الرَّوْضَةِ وَالْأَرْجَحُ أَنَّهُ يَمْلِك الْكِسْرَةَ وَالسَّنَابِلَ وَنَحْوَهَا وَيَصِحُّ تَصَرُّفُهُ فِيهَا بِالْبَيْعِ وَنَحْوِهِ

Wallohu a'lam semoga bermanfaat 
Oleh: Irwan Saleh