Jumat, 14 Agustus 2026

إبليس يطيف به، فلما رآه أجوف عرف أنه لا يتمالك

https://www.islamweb.net/ar/library/content/53/7662/%D8%A8%D8%A7%D8%A8-%D8%AE%D9%84%D9%82-%D8%A7%D9%84%D8%A5%D9%86%D8%B3%D8%A7%D9%86-%D8%AE%D9%84%D9%82%D8%A7-%D9%84%D8%A7-%D9%8A%D8%AA%D9%85%D8%A7%D9%84%D9%83

 riwayat hadis dari Shahih Muslim (dengan penjelasan dari Syarh An-Nawawi 'ala Muslim) dalam bab: "Penciptaan Manusia Adalah Makhluk yang Tidak Mampu Menahan Diri" (Bab Khalq al-Insan Khalqan La Yatamalak).
 penjelasan (syarah) Imam An-Nawawi yang terdapat pada halaman tersebut:
1. Judul Bab
> بَاب خَلْقِ الْإِنْسَانِ خَلْقًا لَا يَتَمَالَكُ
> "Bab: Manusia Diciptakan Sebagai Makhluk yang Tidak Dapat Menahan Diri"
2. Teks Hadis (HR. Muslim No. 2611)
> حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يُوُنُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:
> «لَمَّا صَوَّرَ اللَّهُ آدَمَ فِي الْجَنَّةِ تَرَكَهُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَتْرُكَهُ فَجَعَلَ إِبْلِيسُ يُطِيفُ بِهِ يَنْظُرُ مَا هُوَ فَلَمَّا رَآهُ أَجْوَفَ عَرَفَ أَنَّهُ خُلِقَ خَلْقًا لَا يَتَمَالَكُ»
Terjemahan Hadis:
> Abu Bakr bin Abi Syaibah menceritakan kepada kami, Yunus bin Muhammad menceritakan kepada kami, dari Hammad bin Salamah, dari Tsabit, dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Ketika Allah telah membentuk (tubuh) Adam di surga, Dia membiarkannya sesuai dengan kurun waktu yang dikehendaki-Nya untuk dibiarkan. Maka Iblis mulai mengelilinginya untuk mengamatinya, makhluk apakah ini. Ketika Iblis melihatnya memiliki rongga (berlubang/memiliki saluran pencernaan), Iblis pun tahu bahwa ia diciptakan sebagai makhluk yang tidak dapat menahan diri."
3. Terjemahan Syarah (Penjelasan) Imam An-Nawawi
> Sabda Nabi ﷺ: ( يُطِيفُ بِهِ - Yutifu bihi)
> Para ahli bahasa mengatakan: Kata thafa bish-shay'i yathufu thawfan dan athaafa yutifu berarti mengelilingi di sekitarnya.
> Sabda Nabi ﷺ: ( فَلَمَّا رَآهُ أَجْوَفَ - Falammar a'ahu ajwafa)
> Maka Iblis tahu bahwa ia diciptakan sebagai makhluk yang tidak dapat menahan diri.
> * Al-Ajwaf (أَجْوَف): Artinya sesuatu yang memiliki rongga/perut. Ada pula yang mengartikan bahwa bagian dalamnya kosong/berlubang.
> * Makna ( لَا يَتَمَالَكُ - La yatamalak):
> * Tidak mampu menguasai dirinya sendiri dan tidak mampu menahan jiwanya dari syahwat/keinginan.
> * Dikatakan pula: Tidak mampu menolak atau mengusir bisikan (waswas) dari dirinya.
> * Dikatakan pula: Tidak mampu mengendalikan dirinya saat marah.
> (Dan yang dimaksud di sini adalah sifat dasar jenis/keturunan anak cucu Adam).