Diskusi tentang bid'ah dengan kyai muda yang relatif berpengaruh di kampung.
Beliau bertanya untuk penjelasan lebih lanjut tentang contoh bid'ah dalam iman dan amalan, dan contoh bidah Asy'ariah. Nama saya samarkan, tapi esensi percakapan utuh. Nama daerah tidak kami sebutkan sehingga privasi terjaga.
Kyai: Apa saja contoh bidah iman dan amalan?
Contoh paham asyariyah yg dipandang bidah?
Mamat Rohimat:
Contoh bid'ah dalam iman seperti murji'ah, khawarij, qadariyyah, jabarriyyah, Jahmiyyah
Contoh bid'ah dlm amalan seperti tahlilan, rajaban, muludan,
Bid'ah dlm amalan tak membuat kafir, tak merusak amalan lain. Hanya amalan itu saja yang tidak dianggap
Contoh bid'ah dalam keimanan: Mengingkari takdir, menolak sifat Allah, mengkafirkan pelaku dosa besar, mengingkari syafaat, mengingkari adzab kubur, meyakini Al-Qur'an adalah makhluk, dst
Yang paling pokok kalau disebut ahlul bid'ah sebenarnya adalah bidah dlm iman.
Bid'ah Asy'ariah
Kabar buruknya, Asy'ariah itu bidah dlm iman, yaitu mengingkari sebagian sifat Allah, Krn mengikuti Jahmiyyah
Makanya saya paling banyak bahas ini. Kewajiban mengimani sifat Allah kalau itu disebut di Al-Quran dan Sunnah, itu adalah kewajiban dan itu ciri ahlussunah
Asy'ariah pun keliru dlm banyak bahasan iman. Iman di sisi Asy'ariah mengikuti murji'ah, katanya iman hanya tashdiq. Tapi di sisi ahlus Sunnah, iman adalah; ucapan dg lisan, perbuatan dg anggota badan, dan keyakinan dlm hati. Bukan cuman pembenaran hati
Dan bidah lain Asy'ariah itu menolak sebagian sifat Allah y walaupun tahu ada dlm Al-Qur'an. Caranya takwil ayat yang terkait sifat. Makanya menolak sifat Allah punya tangan, wajah, uluw
Dan dlm pembahasan takdir, Asy'ariah pun mengikuti jabriyyah. Katanya: perbuatan itu dibedakan menjadi hakikat dan syariat atau bahasa lainnya, dhohir dan batin. Jika orang berzina, berarti hakikatnya itu perbuatan Allah, syari'atnya perbuatan makhluk.
Di sisi ahlussunah. Ketika orang berzina, berzina itu ciptaan Allah atau perbuatan Allah, itu makhluk Allah. Sekaligus itu pun hakiki perbuatan hamba. Hanya saja, perbuatan hamba tersebut adalah ciptaan Allah, hamba berkehendak tapi tunduk kepada kehendak Allah. Sedikit sedikit geser, bisa membuat perbedaan dlm keimanan
Dalil di sisi ahlus Sunnah:
وما تشاءون الا ان يشاء الله رب العالمين
Dan tidakkah kamu berkehendak kecuali Allah pemilik alam semesta menghendakinya. Maka ini dalil bahwa hamba itu berkehendak, dan hamba ini pun berbuat secara hakiki. Ini bantahan umum terhadap jabriyyah yang mengingkari kehendak hamba, dan sekaligus bantahan terhadap qadariyyah yang mengingkari kehendak Allah.
والله خلقكم وما تعملون
Allah menciptakan kalian dan apa yang kalian kerjakan. Maka ini dalil bahwa perbuatan hamba adalah ciptaan Allah. Maka ini bantahan terhadap qadariyyah yang mengingkari perbuatan Allah atas penciptaan perbuatan hamba. Sekaligus bantahan terhadap jabariyyah yang mengingkari perbuatan hamba.
Beda dg Mu'tazilah dikit, kata Mu'tazilah: ketika hamba berbuat maksiat, itu murni perbuatan hamba. Allah tak ikut campur. Berarti kesalahannya, ada di dalam alam ini sesuatu terjadi tanpa ciptaan Allah
Ahlus Sunnah, dlm takdir mengumpulkan 7 kaidah:
1. Semua yang ditakdirkan, Allah mengetahuinya
2. Semua yang ditakdirkan telah dicatat di lauhul Mahfud
3. Semua yang ditakdirkan, Allah menghendakinya
4. Semua yang ditakdirkan, Allah yang menciptakannya.
5. Hamba memiliki kehendak, tapi kehendak hamba tunduk kepada kehendak Allah. Hamba berbuat, tapi perbuatan hamba adalah ciptaan Allah.
6. Tidak boleh membenturkan antara takdir dan syariat
7. Semua perbuatan Allah mentakdirkan adalah baik, karena ada hikmah dari perbuatan Allah.
Beberapa contoh bidah amalan lainnya
1. baca ushalli atau Talafud dalam niat
2. Shalat tolak bala tiap Rabu akhir safar
3. Haulan
4. Peringatan ulang tahun atau maulid, yang asalnya tasyabbuh bin nashara, mereka ada natal
5. Babarit
6. Shalawat yang mereka karang sendiri, lalu dibaca secara rutin di waktu tertentu termasuk bid'ah Amali: shalawat barjanzi, simtud duror, nariyah
7. dzikir hasil karangan sendiri
8. puasa karangan sendiri seperti mati geni, mutih, dll
Termasuk bid'ah dlm akidah adalah syiah dengan banyaknya firqah. Dr firqah itu ada yang disepakati membuat murtad dan ada yang hanya sebagai ahlul bid'ah
Secara umum, jika di itlaq kan sebagai firqah ahlul bid'ah, maka itu merujuk kepada firqah selain Ahlus Sunnah wal jama'ah, yaitu bid'ah dlm akidah. Pembahasan firqah tersebut, bisa dilacak di kitab tentang firqah Islam seperti Maqalat Al-Islamiyyin karya Abu Hasan Asy'ari
Bid'ah Akidah
Kalau di simpulkan, penyimpangan atau bid'ah di dalam keimanan itu ada pada beberapa pemikiran atau kelompok:
1. Penyimpangan pada bab takdir
Ini adalah qadariyyah atau jabariyyah
2. Penyimpangan pada definisi iman
Ini penyimpangan khawarij dan Mu'tazilah, dan penyimpangan murji'ah
3. Penyimpangan pada sifat Allah
Ini penyimpangan mu'aththilah yaitu Jahmiyyah dan yang mengikuti seperti Asy'ariah, dan mumatsilah
4. Penyimpangan pada uluhiyyah
Ini bid'ahnya orang sufi yang bertawassul dg orang mati, yang dianggap sebagai kesyirikan
5. Penyimpangan tentang sahabat
Ini bid'ahnya orang Syiah dan nashibah
6. Penyimpangan pada keyakinan tentang hari kiamat
Ini bid'ahnya Mu'tazilah yang mengingkari adzab kubur. Ada beberapa bentuk penyimpangan lain: pengingkaran tentang melihat Allah, tentang surga dan neraka apakah telah diciptakan atau belum, tentang apakah surga atau neraka akan dihancurkan sehingga penghuninya tidak kekal,
7. Penyimpangan tentang syafaat
Ini adalah bid'ahnya orang Mu'tazilah dan khawarij yang mengingkari syafaat, dan sufi yang berlebihan dalam syafaat
8. Penyimpangan tentang kedudukan pelaku dosa besar
Ini bid'ahnya orang Mu'tazilah dan khawarij yang menetapkan pelakunya di neraka selamanya, dan penyimpangan murji'ah. Dst
Bid'ah di kalangan NU
Kabar buruknya, Asy'ariah yang di tetapkan Nahdhiyin atau Nahdhatul ulama ada di pusaran bid'ah, baik bid'ah akidah yaitu Asy'ariah, maupun bid'ah Amaliah, dan juga bid'ah sufi. Tidak ada kelompok Islam di Indonesia yang mengumpulkan banyak kebidahan melebihi NU, membelanya. Dan memusuhi orang yang mengungkapnya, lalu menakut-nakuti Umat, menuduh radikal, teroris, tidak toleran, mudah mengkafirkan, dll
Saya bongkar satu aja kenapa akidah Asy'ariah tidak kompatibel bahkan terhadap nu sendiri. Dlm definisi iman, Asy'ariah itu hanya menetapkan iman itu sebagai amalan hati atau tashdiq. Berarti, tak perlu shalat, tak perlu zakat, tak perlu syahadat, iman sempurna? Diterima tidak? Orang nu pun tak akan terima. Mrk bilang, kami Mazhab Syafi'i. Ya. Mazhab Syafii itu fikih di bangun di atas akidah ahlul hadits, Krn imam Syafi'i itu ahlul hadits. Maka iman di sisi ahli hadis tak cukup pembenaran dlm hati. Tapi wajib mengucapkan atau ikrar, dan wajib beramal. Makanya, kalau orang tak shalat, di Mazhab ditetapkan diminta tobat, jika tidak, dibunuh. Ini bukti, Mazhab Syafi'i tak menerima mazhab Asy'ariah, tapi di bangun di atas akidah ahlul hadits
#nahdhatululama
#muhammadiyah
#persatuanislam
#alirsyad
#salafi
#jangkauanluas
Ustadz mamat ruhimat
https://www.facebook.com/share/1PekiE1eTM/
Koreksi pada kalimat : "di sisi ahlu sunnah. Ketika orang berzina, berzina itu ciptaan Allah atau perbuatan Allah", ini ada yang salah pada kalimat perbuatan Allah.
Yang benar : di sisi ahlu sunnah. Ketika orang berzina, berzina itu ciptaan Allah itu betul, berzina itu makhluk Allah itu betul. Tapi berzina bukan perbuatan/af'al Allah. Berzina disandarkan kepada pelakunya.
Ust iib