Selasa, 18 Agustus 2026

Imam Asy-Syafi'i berkata: "Aku memasuki Baghdad dan menginap di rumah Bisyr Al-Marisi (seorang ahli fikih Mu'tazilah dan pemuka aliran Jahmiyah; ia berpendapat bahwa Al-Qur'an adalah makhluk dan memiliki pandangan-pandangan yang menyimpang).

Imam Asy-Syafi'i berkata: "Aku memasuki Baghdad dan menginap di rumah Bisyr Al-Marisi (seorang ahli fikih Mu'tazilah dan pemuka aliran Jahmiyah; ia berpendapat bahwa Al-Qur'an adalah makhluk dan memiliki pandangan-pandangan yang menyimpang).
Berikut adalah terjemahan teks bahasa Arab dari gambar tersebut ke bahasa Indonesia:
Teks Utama:
Imam Asy-Syafi'i berkata: "Aku memasuki Baghdad dan menginap di rumah Bisyr Al-Marisi (seorang ahli fikih Mu'tazilah dan pemuka aliran Jahmiyah; ia berpendapat bahwa Al-Qur'an adalah makhluk dan memiliki pandangan-pandangan yang menyimpang). Lalu ia menempatkanku di sebuah kamar miliknya.
Ibu dari Bisyr bertanya kepadaku: 'Untuk apa engkau mendatangi orang ini?'
 Aku menjawab: 'Aku ingin mendengarkan (belajar) ilmu darinya.'
Maka ibunya berkata: 'Orang ini adalah seorang zindik!'"

Makna/Pelajaran (di bagian bawah):
Maknanya: Kebenaran itu tidak mengenal hubungan keibuan maupun keanak-anakan; serta tidak membenarkan/mengakui orang-orang yang memilih berpaling dari jalan yang lurus dan menyelisih kebenaran.