Selasa, 18 Agustus 2026

Ketika Al-Hafiz Ibn Hajar Al-Asqalani berada di Aleppo (Halab), beliau menikah dengan seorang wanita bernama "Laila binti Mahmud bin Tughan".

Ketika Al-Hafiz Ibn Hajar Al-Asqalani berada di Aleppo (Halab), beliau menikah dengan seorang wanita bernama "Laila binti Mahmud bin Tughan". Setelah merasa kesulitan untuk membawanya pergi bersama beliau—karena beliau tahu bahwa wanita-wanita Aleppo tidak sanggup berpisah dari kota mereka—beliau menceraikannya secara diam-diam demi mengasihani perasaannya, lalu kembali ke Mesir. Beliau pun bersyair tentangnya:

Aku pergi dan meninggalkan sang kekasih di negerinya

Bukan kehendakku, dan aku tak sedikit pun berpaling kepada selainnya

Kusibukkan diriku dengan hadis untuk menghibur diri

Di siang hariku, sedang di malam hariku aku rindu pada Laila

​Kemudian dikatakan bahwa beliau tidak sanggup menahan kerinduan setelah berpisah dari Laila, lalu berkirim surat kepadanya untuk merujuknya kembali. Laila pun menyusulnya ke Mesir hingga beliau wafat mendahuluinya, semoga Allah merahmatinya!

Maknanya: Hati tidak butuh paspor untuk melupakan orang-orang yang dicintainya; betapa banyak kota Aleppo yang bersemayam dalam diri pemiliknya, dan betapa banyak sosok Laila yang menetap abadi di dalam hati!

https://www.facebook.com/share/p/14ofj2EByWz/