#𝙽𝙰𝚂𝙴𝙷𝙰𝚃_𝚄𝙽𝚃𝚄𝙺_𝚂𝙰𝙻𝙰𝙵𝙸𝚈𝚈𝙸𝙽
𝚂𝚢𝚊𝚒𝚔𝚑 𝙿𝚛𝚘𝚏. 𝙳𝚛. 𝚂𝚞𝚕𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗 𝙰𝚛 𝚁𝚞𝚑𝚊𝚒𝚕𝚒 𝙷𝚊𝚏𝚒𝚍𝚣𝚊𝚑𝚞𝚕𝚕𝚊𝚑 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚊𝚝𝚊:
"Seorang Salafi yang jujur akan senantiasa mengikuti dalil syar'i ke mana pun dalil syar'i itu mengarah. Ia yakin bahwa di dalamnya terdapat keadilan, kebaikan, dan kemaslahatan.
Jika seorang Salafi ditanya tentang melakukan pemberontakan (revolusi) terhadap seorang penguasa Muslim, atau bahkan penguasa non-Muslim, sementara menurut dugaan kuat bahwa kerusakan dan mudarat akibat pemberontakan terhadapnya lebih besar daripada mudarat tetap berkuasanya, niscaya ia akan menjawab bahwa hal tersebut tidak diperbolehkan.
Tapi jika pemberontak Muslim tersebut berhasil menguasai pemerintahan dan kemudian Ahlul Halli wal 'Aqdi menerimanya sebagai penguasa, maka seorang Salafi akan mengatakan: ‘Dia adalah penguasa yang sah secara syar’i. Wajib mendengar dan menaatinya dalam perkara yang bukan maksiat kepada Allah, serta bekerja sama dengannya dalam mewujudkan kebaikan bagi negeri dan masyarakat.’ Hal ini berdasarkan petunjuk dalil syariat maupun pertimbangan akal.
Lalu, bagaimana jika penguasa tersebut mengerahkan seluruh kemampuannya dalam memimpin rakyat, berusaha menghapus penderitaan mereka dan mewujudkan harapan-harapan mereka?
Barang siapa menganggap sikap ini sebagai sebuah kontradiksi, berarti ia telah menisbatkan kontradiksi kepada syariat. Dan barang siapa tidak ridha terhadap hal tersebut, berarti ia tidak ridha terhadap hukum Allah.
Kami berlindung kepada Allah dari hawa nafsu yang diikuti".
------------------------------------------
JazaaAllahu khairan Syaikh Dr. Sulaiman Ar Ruhaili atas penjelasan dan peringatannya kepada umat yang sedang menghadapi realita di negerinya masing-masing.
Semoga Allah menjaga negeri kaum Muslimin dari fitnah revolusi dan keburukan-keburukan.