Selasa, 18 Agustus 2026

Saking tersebarnya kebodohan, sampai muncul pertanyaan: Apa hukumnya membela ulil amri?

Saking tersebarnya kebodohan, sampai muncul pertanyaan: Apa hukumnya membela ulil amri?

Sebegitu suksesnya kah setan membuat cara berpikir sebagian kita menjadi terbalik? Tidakkah dia pernah belajar bahwa hukum asal seorang muslim adalah terjaga harta, darah, dan kehormatannya?

Syariat datang dengan banyak sekali perintah untuk menjaga kehormatan seorang muslim, mulai dari larangan tajassus, larangan ghibah, larangan namimah, larangan sukhriyah (mengolok-olok), perintah tabayyun, perintah husnuzhon, perintah mencarikan udzur, dan lain-lain termasuk perintah membela seorang muslim yang dighibah. Mana yang Anda mau dalilnya, silakan tanyakan di kolom komentar!

Belum lagi perintah bersatu, larangan berpecah belah, dll. Ditambah lagi larangan berbicara yang tidak berfaidah, anjuran meninggalkan hal yang bukan urusannya, dll.

Bro, ingat, selama dia muslim, mau dia ahlussunnah atau ahlul bid'ah, rakyat ataukah penguasa, laki ataupun perempuan, dia tetap punya hukum asal yang sama, yaitu dijaga kehormatannya. Tidaklah ada yang menghalalkan kehormatannya kecuali pada perkara-perkara yang terpaksa seperti menjelaskan kesesatan, mengadukan kezaliman ke pihak berwenang, dan rincian2 lainnya yang sudah dijelaskan dengan gamblang oleh para ulama.

Sekarang malah kebalik. Ghibah, namimah, sukhriyah malah jadi hukum asal ke ulil amri muslim, lalu yang membela kehormatannya malah dipertanyakan. Kalau pertanyaannya: apa hukumnya selalu membela, lha sekalian kita bawa pertanyaannya ke sumber/hulu-nya: Apa hukumnya selalu menyerang? Karena kalau ga diserang terus ya ga ada juga yang merasa perlu membela terus. Simpel.

Setelah ini, skrinsut saja tulisan ini, trus gibahin bareng2 di lapak Anda. Mantap dan puas kan rasanya? Ya begitulah nikmatnya ghibah, bikin ketagihan sampai beranda medsos isinya itu-itu saja, ga ada ilmunya.
https://www.facebook.com/share/19Zz9A6FZ4/