Pasti banyak yang suka ya dengan kutipan ini? Iya, memang kutipan ini benar baik secara isi maupun penukilan. Dan bukan hanya untuk pejabat, tapi semua orang, termasuk tokoh agama dll yang jadi panutan yang memang kemungkarannya perlu diluruskan agar tidak menyesatkan banyak orang.. termasuk Anda juga kalau berbuat munkar terang-terangan di medsos dan dikhawatirkan akan menular ke teman2 Anda kalau tidak diingatkan. Semua ini dibenarkan dan syar'i..
Yang salah adalah ketika perbuatan mencela, menyindir-nyindir, dan menertawakan dianggap sebagai tindakan nahi munkar. Bagi yang belajar dengan benar akan tahu bahwa nahi munkar butuh ilmu, baik ilmu bahwa itu benar2 kemungkaran, dan ilmu terkait penyampaiannya. Tidak asal bunyi.
Dan tahukah Anda apa yang tidak diterjemahkan oleh mereka? Yes, paragraf tepat sebelum kutipan ini. Beliau hafizhahullah mengatakan:
ومن حقوق ولاة الأمر المسلمين على الرعية النصح لهم سراً وبرفق ولين
"Di antara hak para penguasa kaum Muslimin atas rakyat adalah agar mereka dinasihati secara rahasia, dengan LEMBUT dan SANTUN"
Tidak mungkin akan diterjemahkan! Karena itu akan menjadi petir bagi diri mereka sendiri karena perbuatan tajassus dan nyinyir mereka tidak pernah dicontohkan oleh para ulama.
Gini ya mas dan mbak, hadits dan atsar tentang penguasa itu banyak sekali. Ada perintah menasehati sembunyi2, ada larangan menghinakan penguasa, ada perintah menghormati penguasa.. Selain juga ada hadits-hadits yang melarang membenarkan kedustaan penguasa, mendukung mereka dalam kezaliman, dll. Dibaca semua berikut penjelasan ulamanya, jangan dipahami sendiri apalagi cuma dipilih2 sesuai hawa nafsu. Sudah ada kitab2 khusus yang membahasnya. Dengan itu kita jadi paham bagaimana bersikap kepada penguasa secara lebih utuh dan tepat.
Ustadz ristiyan ragil
https://www.facebook.com/share/18FzmwYxHW/