Diantara bagian dari sirah nabawiyah yang sangat membuat saya pilu membacanya adalah cerita gugurnya Ja'far bin Abi Thalib dan bagaimana sang istri yaitu Asma' binti Umais bersiap untuk menyambut suaminya yang tak akan pernah tiba itu.
Ia menyiapkan segalanya untuk menyambut sang suami, namun ternyata suaminya telah gugur dimedan tempur.
Terlebih tatkala membaca bagaimana Nabi mengalirkan air mata disaat ia menciumi anak-anak Ja'far yang tidak lain adalah keponakannya (karena Ja'far bin Abi Thalib adalah saudara sepupu Nabi).
Dari kisah Asma' tersebut kita dapat mengambil pelajaran bahwa banyak rintangan yang dihadapi para suami disaat mereka keluar dari rumah. Tatkala mereka pulang, sejatinya mereka datang dengan perjuangan yang telah dilalui dengan berbagai macam rintangan.
Maka, disaat ia mengetuk pintumu, bukakanlah untuknya. Sambut ia dengan kehangatan dan hargai usahanya walau tak sempurna. Keberadaannya dirumahmu adalah anugerah dan adanya ia disisimu adalah nikmat.
Karena Asma' pernah berdiri menunggu. Namun sayang, pintunya hampa! Ia tak pernah diketuk dan yang di rindu tak pernah tiba.
Semoga Allah meridhai Ja'far bin Abi Thalib dan Asma' binti Umais.
🖋️ Abu Ibrahim Yami Cahyanto, Lc