حتى لاتضيع الأصول السنية البهية :
لم يكن السلف يقسمون الأحاديث إلى آحاد وتواتر من جهة القبول وأصل الاحتجاج في الاعتقاد والفقه وغيرهما ، وتقسيمها إلى آحاد وتواتر في هذا الباب بدعة خلفية ، جرَّت على الأمه البدع الاعتقادية والعملية ، وجرَّت بعض الناس إلى إنكار أحاديث صحت أسانيدها بحجة أن عقولهم تأبى قبول متنها وهي آحاد ، ولم يدركوا أن الخلل يرجع إليهم لا إلى متن الحديث ، فالمؤمن التقي الزكي إذا سلِم إسناد الحديث عند أهل الاختصاص ، وسلم متنه من الشذوذ والعلة القادحة ، يُسلِّم له تسليما .
فياليت قومي يعلمون
Agar Fondasi Sunnah yang Mulia Tidak Sirna:
Para ulama Salaf tidak pernah membagi hadis menjadi Ahad dan Mutawatir dari segi penerimaan maupun landasan argumen (hujjah) dalam masalah akidah, fikih, dan selainnya. Pembagian hadis menjadi Ahad dan Mutawatir dalam bab ini merupakan bid'ah dari kalangan Khalaf (generasi belakangan) yang telah mendatangkan berbagai bid'ah dalam akidah maupun amalan bagi umat. Hal ini juga menyeret sebagian orang untuk mengingkari hadis-hadis yang sanadnya sahih dengan alasan akal mereka menolak matannya karena statusnya "hadis Ahad". Padahal, mereka tidak menyadari bahwa cacat tersebut sebenarnya bersumber dari diri mereka sendiri, bukan pada matan hadisnya.
Maka seorang mukmin yang bertakwa dan bersih jiwanya, apabila sanad suatu hadis telah dipastikan selamat (sahih) oleh para ahli di bidangnya, serta matannya terbebas dari syadz (kejanggalan) dan 'illah (cacat) yang merusak, ia akan tunduk dan menerimanya dengan sepenuh hati.
Duhai, sekiranya kaumku mengetahui...