Beradab kepada Nabi ﷺ merupakan kewajiban keimanan dan tanda atas kebenaran/kejujuran rasa cinta.
Hal ini mencakup aspek hati, lisan, dan perbuatan yang mengagungkan kedudukan beliau serta tunduk pada syariatnya.
Adab Hati meliputi:
- Pengagungan dan Rasa Cinta: Mencintai beliau lebih didahulukan daripada mencintai diri sendiri dan seluruh manusia.
- Kepatuhan Mutlak (Taslim): Menerima perintah beliau tanpa sanggahan atau mendahulukan pendapat manusia di atas sunahnya.
Adab Lisan dan Ucap meliputi:
- Merendahkan Suara: Tidak mengangkat suara melebihi suara beliau sebagai bentuk penghormatan saat mempelajari sirah maupun ketika hadis beliau disebutkan.
- Tidak Memanggil secara Langsung: Tidak memanggil beliau hanya dengan namanya saja, melainkan dengan sebutan risalah dan kenabian ("Wahai Rasulullah", "Wahai Nabi Allah").
- Mempunyai/Memperbanyak Shalawat: Setiap kali nama beliau disebutkan, hendaknya senantiasa mengucapkan shalawat dan salam kepadanya.
(Allah berfirman): "Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul di antara kamu seperti panggilan sebagian kamu kepada sebagian (yang lain)." (QS. An-Nur: 63)
Barang siapa yang berbuat buruk/menghina keagungan Nabi ﷺ, maka baginya awan laknat dan kemurkaan, dan dialah orang yang terputus (terputus dari segala kebaikan).
(Allah berfirman): "Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus." (QS. Al-Kautsar: 3)