Tingkatan Jahil (Ketidaktahuan) dalam Al-Qur'an
1. (( لَا يَعْلَمُونَ ))
Tidak tahu sama sekali. Sama sekali belum punya ilmu maupun pengetahuan dasar.
2. (( لَّا يَفْقَهُونَ ))
Tahu, tapi tidak paham. Sudah mengetahui ilmunya, tetapi belum mengerti makna atau hakikat di baliknya.
3. (( لَا يَعْقِلُونَ ))
Tahu dan paham, tapi tidak mengamalkan. Ilmu dan pemahaman sudah ada, namun tidak tercermin dalam tindakan dan perilaku nyata.
Pembagian di atas membantu untuk tadabbur, tetapi tidak bisa dipahami sebagai definisi baku dan mutlak dari seluruh penggunaan lafaz Al-Qur'an. Sebab, kata لا يعلمون, لا يفقهون, dan لا يعقلون dalam Al-Qur'an dipakai dalam konteks yang beragam, sehingga maknanya bisa saling tumpang tindih sesuai dengan siyaq (konteks ayat).
Misalnya, لا يعقلون tidak selalu berarti "tahu dan paham tetapi tidak mengamalkan", melainkan sering digunakan untuk menunjukkan kegagalan menggunakan akal dalam mengambil pelajaran dan menarik kesimpulan yang benar.
Demikian pula لا يفقهون terkadang menunjukkan ketidakmampuan memahami hakikat kebenaran meskipun fakta-faktanya telah jelas di hadapan mereka.
Karena itu, susunan di atas lebih tepat dipandang sebagai gambaran tingkat penolakan terhadap kebenaran, untuk memudahkan pemahaman, bukan sebagai kaidah tafsir yang berlaku mutlak pada seluruh ayat Al-Qur'an.
Wallahu a'lam
Ibn Nashrullah