Jumat, 30 Agustus 2024

Yang termasuk menjadi tujuan KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah yaitu semua Umat Islam yang 90% penduduk Indonesia itu Islamnya bisa mengikuti Islamnya Nabi Muhammad Saw. Yang berarti Islam yang sumber hukumnya Al-Qur'an dan Sunnahnya Rasulullah Saw. Menjadi Islam yang murni yang tidak tercampur dengan tradisi-tradisi, tidak tercampur dengan takhayul-takhayul, tidak tercampur dengan kepercayaan batil, tidak tercampur dengan bid'ah-bid'ah. Lebih-lebih tidak tercampur dengan syirik

"Yang termasuk menjadi tujuan KH. Ahmad Dahlan pendiri Muhammadiyah yaitu semua Umat Islam yang 90% penduduk Indonesia itu Islamnya bisa mengikuti Islamnya Nabi Muhammad Saw. Yang berarti Islam yang sumber hukumnya Al-Qur'an dan Sunnahnya Rasulullah Saw. Menjadi Islam yang murni yang tidak tercampur dengan tradisi-tradisi, tidak tercampur dengan takhayul-takhayul, tidak tercampur dengan kepercayaan batil, tidak tercampur dengan bid'ah-bid'ah. Lebih-lebih tidak tercampur dengan syirik."

[Pak AR dalam suratnya kepada Paus Yohannes Paulus II]

Perhatikan ini Wahai Ayah Anak nakal? Jangan hanya salahkan anaknya

Perhatikan ini Wahai Ayah
Anak nakal? Jangan hanya salahkan anaknya

Imam Ibnu Qayyim (wafat 751 H) rahimahullah berkata:

مَنْ أهملَ تعليمَ ولدِه ما ينفعُهُ، وتركَه سُدًى، فقد أساءَ إليه غايةَ الإساءةِ.

"Barang siapa yang dengan sengaja tidak mengajarkan apa yang bermanfaat bagi anak-anaknya dan meninggalkannya begitu saja, berarti dia telah melakukan suatu kejahatan yang sangat besar. "

وَأكْثر الْأَوْلَاد إِنَّمَا جَاءَ فسادهم من قبل الْآبَاء وإهمالهم لَهُم وَترك تعليمهم فَرَائض الدّين وسننه 

“Kebanyakan munculnya kerusakan pada diri anak-anak datang dari para ayah. Mereka menelantarkan anak-anaknya dan tidak mau mengajarkan tentang perkara-perkara yang wajib dan sunnah dalam agama. "

فأضاعوهم صغَارًا فَلم ينتفعوا بِأَنْفسِهِم وَلم ينفعوا آبَاءَهُم كبارًا 

"Para orang tua itu melalaikan mereka di waktu kecil, sehingga mereka tidak mampu menjadi orang yang bermanfaat bagi diri mereka sendiri dan tidak dapat memberi manfaat kepada orang tua mereka. "

كما عاتبَ بعضُهُم وَلَدَهُ على العُقُوقِ، فقال: يا أبَتِ إنَّك عَقَقْتَنِي صغيرًا، فعقَقْتُك كبيرًا، وأضَعْتَنِي وليدًا، فأضعتُك شيخًا كبيرًا!

"Ada sebagian orang tua yang mencela anaknya karena telah bersikap durhaka. Sang anak membantah, 'Wahai bapakku, engkau sendiri telah mendurhakaiku di masa aku kecil, maka sekarang aku mendurhakaimu setelah engkau tua. Sewaktu aku kecil engkau melalaikanku, maka sekarang aku pun melalaikanmu di masa tuamu. "

— Sumber: Tuhfatul al-Maudud bi Ahkamil al-Maulud hal. 337 cet ke-4 Dar Atho'at Ilm dan Dar Ibnu Hazm

Syaikh Abdul Razzaq Al-Badr memiliki sebuah risalah yang indah yang membahas sepuluh (10) prinsip dalam mendidik anak, yaitu:
1. Memilih istri yang salehah
2. Menanamkan akidah dan iman
3. Banyak berdoa
4. Melindungi dengan dzikir
5. Memilih nama yang baik
6. Bersikap adil terhadap anak-anak
7. Lemah lembut dan penuh kasih sayang
8. Memberikan nasihat dan arahan
9. Memilih teman yang baik
10. Menjadi teladan yang baik.

Wallahu alam
Andre Satya Winatra
Tembilahan, 24 Shafar 1446 H

___
Tinta Ilmu & Fawaid Ilmiyyah
Channel Whatsapp:
https://chat.whatsapp.com/HIdbkDrXWTCDHNs0GaaQeX

Channel Telegram:
https://t.me/catatanAndreSatyaWinatra

sedangkan fanatiknya kalian pada perkara cabang agama (fiqh), dan apa yang kalian tempuh agar manusia mengikuti satu madzhab saja, hal itu tidak akan diterima Allah dari kalian dan tidak akan diridhoi Rasulullah sholallohu'alaihiwasalam. Tidaklah apa yang kalian tempuh itu kecuali mengantarkan pada fanatisme, persaingan dan kedengkian saja. Seandainya Asy Syafi'i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad, Ibnu Hajar, Ar Romli hidup sekarang, pastilah mereka akan mengingkari kalian dengan pengingkaran yang keras.

Telah mengabarkan kepada saya dengan ijazah KH Nanal Ainalfauz Pati, dari Sayyid Al Habib Salim Asy Syathiri, dari Musnid Dunya Al Fadani, dari KH Hasyim Asy'ari beliau Rahmatullah'alaih berkata (dalam Risalah Mawa'idz) : "sedangkan fanatiknya kalian pada perkara cabang agama (fiqh), dan apa yang kalian tempuh agar manusia mengikuti satu madzhab saja, hal itu tidak akan diterima Allah dari kalian dan tidak akan diridhoi Rasulullah sholallohu'alaihiwasalam. Tidaklah apa yang kalian tempuh itu kecuali mengantarkan pada fanatisme, persaingan dan kedengkian saja. Seandainya Asy Syafi'i, Abu Hanifah, Malik, Ahmad, Ibnu Hajar, Ar Romli hidup sekarang, pastilah mereka akan mengingkari kalian dengan pengingkaran yang keras. " (selesai kutipan).

8 Makhluk yang tidak hancur saat kiamat terjadi.

8 Makhluk yang tidak hancur saat kiamat terjadi.

Imam Suyuthi berkata:

ثمانية حكم البقاء يعمها ... من الخلق والباقون في حيز العدم
هي العرش والكرسي ونار وجنة ... وعجب وأرواح كذا اللوح والقلم
.
8 Makhluk yang tidak akan binasa.. 
Selain delapan ini akan hancur semuanya...

Arsy, kursi Allah, neraka, dan surga..
Tulang ekor, ruh, juga lauhul mahfuz dan pena..

(Marah Labid likasyfil ma'nal quranil majid)
Ustadz Ihsan Muhammad 

FAWAID KAJIAN BERSAMA AS-SYAIKH PROF. DR. WASHIYULLAH ABBAS, MATERI SYARH KITAB SHAHIH MUSLIM

FAWAID KAJIAN BERSAMA AS-SYAIKH PROF. DR. WASHIYULLAH ABBAS, MATERI SYARH KITAB SHAHIH MUSLIM. Bab Qadha’ Ash-Shalah. Bag. 1
1. Seseorang dibolehkan berpindah tempat dlm melaksanakan shalat nafilah
2. Shalat nafilah boleh dilaksanakan diatas kendaraan 
3. Adapun shalat wajib yang ditinggalkan dengan sengaja, maka tidak ada qadha atasnya, sebaiknya seseorang memperbanyak shalat nafilah.
4. Barangsiapa yang tertidur atau lupa dengan shalatnya, maka dia segera shalat ketika mengingatnya, berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
 مَنْ نَسِيَ صَلاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إذَا ذَكَرَهَا». متفق عليه
“Barangsiapa yang lupa shalat, atau ketiduran, maka kaffarahnya adalah ia harus melakukannya ketika ingat“. (Muttafaq alaih)
5. Sekalipun kita shalat sendirian maka tetaplah dianjurkan untuk adzan dan iqamat.
6. Ada shalat-shalat yang wajib diqadha’ setelah terlewat waktunya sejak hilangnya udzur, seperti shalat lima waktu, dan ada yang tidak diqadha’ apabila waktunya telah lewat, yaitu shalat jum’at, maka diganti dengan shalat dhuhur saja. Adapun tentang qadha shalat sunnah disebutkan bahwa Rasulullah  melaksanakannya dalam riwayat lain .
7. Qadha shalat sesuai dengan tartib yaitu urutannya, maghrib terlebih dahulu baru isya. Namun ada khilaf dikalangan fuqaha’ tentang ini, misalnya sesorang belum shalat maghrib, dia mendapati jama;ah sedang shalat isya, maka boleh dia ikut shalat dengan niat shalat isya. Al-amru fihi waasi’.
8. Ketika sedang safar, bisa jadi kita mendapati sebagian tempat itu “kuat godaan syaithan” disana, sebagaimana tersebutkan dalam hadis, sehingga Rasulullah dan Para Sahabatnya berpindah tempat untuk shalat, dan Syaikh juga pernah mengalami ini ketika beliau safar bersama salah seorang gurunya.
9. تنام عيناي ولم ينام قلبي 
Ini merupakan mukjizat Rasulullah hati beliau tidak pernah tertidur, selalu siaga dalam menerima wahyu.
10. Anjuran melaksanakan shalat tahiyyatul masjid, bahakan sebagian besar ulama mewajibkannya.
AFR Ritonga, Rabu, 25 Muharram 1446H | Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah |

PEMBUKAAN DAUROH BUKHARI KETUJUH

PEMBUKAAN DAUROH BUKHARI KETUJUH

SYAIKH IBRAHIM BIN ‘AMIR AR-RUHAILI -hafizhahullaah-:

1. Dengan menuntut ilmu seorang muslim bisa melihat: jalannya, agamanya, dan Sunnah Nabi -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-.

2. Penduduk negeri ini -yang saya kenal- memiliki keistimewaan berupa tawadhu’ dan akhlak yang mulia, dan ini termasuk sebab untuk seseorang mendapatkan taufik untuk kebaikan. Seorang hamba akan senantiasa dalam kebaikan selama dia bersikap tawadhu’.

3. Dakwah telah melalui berbagai keadaan dan kejadian yang membutuhkan kepada saling kerjasama. Dan bersatunya para da’i merupakan suatu kebaikan yang besar.

4. Kita tidaklah ma’shum, sehingga sepantasnya kita untuk senantiasa instrospeksi diri dan rujuk kepada kebenaran, serta kita butuh kepada saling menasehati di antara kita. Imam Malik -rahimahullaah- telah berkata: “Tidak ada seorang pun di antara kita melainkan bisa diambil perkataannya dan bisa ditolak, kecuali penghuni kubur ini (Rasulullah -shallallaahu ‘alaihi wa sallam-).

5. Saya lihat banyak dari ikhwan yang berselisih disebabkan perbedaan pandangan mereka dalam hal-hal kontemporer yang terjadi. Di antara yang perlu untuk senantiasa diingatkan adalah: melihat kepada maslahat dan mafsadat (dalam hal kontemporer yang terjadi).

6. Sebagian ikhwan bersikap keras terhadap ikhwan lain. Padahal kita harus bersabar dalam menyikapi orang lain dan kita tidak membalas kezhaliman mereka dengan cara kita menzhaliminya.

7. Yang jadi sandaran (kebenaran seseorang) bukanlah semata-mata penisbatan dirinya kepada Sunnah, akan tetapi yang dianggap darinya adalah: pembelaannya terhadap kebenaran dan ittiba’-nya terhadap dalil.

8. Ta’shil ‘Ilmi; inilah yang bermanfaat, bukan semata-mata membangkitkan semangat orang-orang awam dengan khuthbah (yang indah).

SYAIKH ‘ABDUL MALIK AR-RAMADHANI -hafizhahullaah-:

1. Sebagian masjid dan yayasan mengadakan dauroh-dauroh tapi setelah selesai dauroh: tidak terlihat cahaya (hasil)nya. Mereka hanya akan semangat kembali ketika diadakan dauroh yang selanjutnya. Perlu difahami bahwa dauroh ini hanya semacam penyemangat, dan setelah dauroh; maka para pesertanya melanjutkan dengan (menyebarkan ilmunya kepada) manusia.

2. Dauroh yang diadakan oleh Ma’had Imam Bukhari ini; maka ini sesuai dengan namanya: Imam Bukhari, yang merupakan imam Ahlus Sunnah dan seorang yang mencapai puncaknya dalam semangat terhdap ilmu, dimana dalam semalam beliau sampai terbangun lima belas kali untuk menulis ilmu, sehingga di antara hasilnya adalah Kitab Shahih Bukhari yang merupakan kitab paling shahih setelah Al-Qur-an.

3. Dahulunya kita lihat manusia sangat jauh dari ilmu dan sangat sibuk terhadap dunia, sampai orang berilmu kesulitan untuk mencari orang yang mau mengambil ilmu darinya. Maka handaknya engkau berusaha memasukkan Sunnah kedalam setiap rumah.

Dahulu negeri ini dipenuhi syubhat -syirik dianggap tauhid, bid’ah dianggap sunnah, dll.- dan juga dipenuhi dengan syahwat. Dan sekarang Tauhid dan Sunnah telah tersebar; maka hendaklah kalian bersyukur kepada Allah atas nikmat ini.

-ditulis dengan ringkas oleh: Ahmad Hendrix

Di Masjid Nabawi ada 4 Kajian yang membahas kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad At-Tamimy Rahimahullahu Ta'ala secara rutin,

Di Masjid Nabawi ada 4 Kajian yang membahas kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad At-Tamimy Rahimahullahu Ta'ala secara rutin,

1. Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad  (Terbaru - Setiap Jumat dan Sabtu Ba'da Magrib) usia beliau 91 tahun
 2. Syaikh Sholeh Al-Hudaitsy (Setiap Kamis dan Jumat Ba'da Magrib) usia beliau 89 tahun
3. Syaikh Sholeh Al-Abud  (Membahas Fathul Majid Syarh Kitab Tauhid, Setiap Ahad - Rabu Ba'da Magrib) usia beliau 86 tahun
4. Syaikh Sholeh As-Suhaimy (Setiap Ahad dan Senin Ba'da Magrib) usia beliau 78 tahun
 

Sedangkan di kampus UIM, rutin dibahas oleh Syaikhuna Gholib Ash-Shoidy setiap hari Ahad, Ba'da Magrib di Kuliah Syariah. 

Lihatlah para ulama kita, di usia mereka yang sudah Sepuh masih terus perhatian terhadap  kajian Kitab Tauhid, dan ana yakin mereka sudah berkali-kali mengkhatamkan kitab Tauhid, ini menunjukkan keberkahan kitab Tauhid dan juga menunjukkan akan pentingnya tauhid dalam kehidupan, dengan Tauhid akan diraih kebahagiaan dunia dan akhirat.

Syaikh Muhammad At-Tamimy Rahimahullahu di dalam Kitabnya membawakan sebuah ayat tentang Bab Keutamaan Tauhid,

Allah Ta’ala berfirman :
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk" (QS. Al-An'am : 82)

Beliau juga membawakan Sabda Nabi Muhammad salallahu alaihissalam,
فإن الله حرم على النار من قال: لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas neraka untuk membakar orang yang mengucapkan laa ilaaha illallaah, yang dengan itu ia mencari wajah Allah". (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikhuna Abdul Muhsin Al Abbad Hafidzahullahu berkata : Apa yang Syaikh Muhammad At-Tamimy tulis di Kitab Tauhid hampir mirip dengan apa yang ditulis oleh Imam Bukhari di bagian akhir Kitab Shahih Bukhari, yaitu Kitab Tauhid.

Kitab Tauhid Imam Bukhari ada 58 Bab
Kitab Tauhid Syaikh Muhammad At-Tamimy ada 66 Bab. 

Walaupun kajian tidak harus dengan kitab Tauhid untuk menyampaikan pembahasan Tauhid, karena pembahasan Tauhid bisa di masukkan di setiap bab.

Mari kita semangat untuk duduk di salah satu majelis mereka, sebagai bekal kita pulang untuk berdakwah di kampung halaman tercinta, atau bekal pulang ke kampung akhirat, berjumpa dengan Allah Ta'ala. 

Semoga hidup dan mati kita di atas Tauhid.

✍️Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc

Kota Madinah, 13 Rabiul Awwal 1444 H