Jumat, 08 Juli 2022

Siapa yang berpegang kepada sunnah akan mendapatkan kelelahan, diremehkan, dibully, atau diancam. Akan tetapi hendaklah ia bersabar dan jangan lemah dari (memegang) kebenaran.”

#Repost Ustadz Badru Salam 

Syaikh Shalih Fauzan hafidzahullah berkata:

من تمسك بالسنة سيلقى عنتا وتعبا واحتقارا وازدراء، أو تهديدا من الناس،
‏لكن عليه أن يصبر ولا يتضعضع عن الحق .

“Siapa yang berpegang kepada sunnah akan mendapatkan kelelahan, diremehkan, dibully, atau diancam. Akan tetapi hendaklah ia bersabar dan jangan lemah dari (memegang) kebenaran.”
(Syarhussunnah hal. 306)

RADIO_TV_VIDEO#FATWA_ULAMA✒Fatwa Ulama Lajnah Daimah no. (8162) :

#RADIO_TV_VIDEO
#FATWA_ULAMA

✒Fatwa Ulama Lajnah Daimah no. (8162) :

"Video, Radio, Televisi dan lainnya termasuk peralatan informasi tidak bisa langsung dihukumi bahwa alat tersebut halal atau haram, karena itu hanya alat. tetapi yang dihukumi adalah pemakaiannya, jika dipakai dalam hal yang jelas haram atau mayoritas haram maka hukumnya haram, jika tidak dipakai dalam hal haram maka hukumnya halal (boleh). 
Jika engkau tidak memakai video kecuali dalam hal yang baik maka itu baik (halal), jika tidak maka itu buruk".

وبالله التوفيق
وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

Difatwakan Ulama Lajnah Daimah :
Syaikh Abdul Aziz bin Baz (Ketua)
Syaikh Abdurrazzaq Afifi (Wakil)
Syaikh Abdullah bin Gudayyan (Anggota).

📚Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 13/47, cet keenam, th. 1438 H, Ar Riasah Al 'Amah lil Buhuts wal Ifta'.
-------------------------
Kesimpulannya bahwa Ulama kita berbeda pendapat dalam hal ini, dan sikap mereka sesama ulama tidak ada yang menjadikan permasalahan ini sebagai barometer prinsip manhaj, tidak saling mentahdzir bahkan mentabdi' hanya karena membolehkan video dan televisi untuk kajian ilmiyyah.
Bahkan sebagian ulama yang sebelumnya berfatwa haramnya televisi dan video mereka menarik fatwanya dan berubah menjadi boleh, seperti Syaikh Shaleh Al Fauzan dll. 

Syaikh Rabi' Al Madkhali hafidzahullah termasuk yang mengharamkan video tetapi jika Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Al Banna rahimahullah dan yang lain dari masyayaikh Mesir berkunjung ke kediaman beliau di Makkah (waktu itu) beliau mempersilahkan untuk memberi taujihat dan nasehat di depan murid-muridnya.

Sikap dan akhlaq ulama patut dicontoh bukan hanya diambil fatwanya saja.
Kadang 'rusaknya' dakwah karena sebab buruknya muamalah dan akhlaq sebagian orang yang menisbatkan diri kepada ulama tapi sungguh jauh sikapnya dari ulama,.

وفقني الله وإياكم للعلم النافع والعمل الصالح وأخلاق العلماء،.

Ketahuilah, hati ini akan melemah, sakit bahkan mati jika terus menerus dibiarkan tenggelam dalam kelalaian dan dosa.

PERHATIKAN KONDISI HATI KITA 

Ibnu Muflih - Rahimahullah - mengatakan : 

Ketahuilah, hati ini akan melemah, sakit bahkan mati jika terus menerus dibiarkan tenggelam dalam kelalaian dan dosa. 

(Al-Adab Asy-Syar'iyah)
Ustadz hamdani zahid

ORANG YANG PALING MERUGI DI HARI AROFAH

ORANG YANG PALING MERUGI DI HARI AROFAH 

Abdullah bin Al-Mubarok - Rahimahullah - bercerita: 

Di waktu senja hari Arofah, aku menghampiri Sufyan Ats-Tsauri dalam kondisi beliau sedang berlutut dengan isak tangisnya. Saat beliau menoleh kepadaku, aku bertanya : 

Di hari yang mulia ini, adakah orang yang merugi? 

Beliau menjawab : Ada, yaitu orang yang mengira (berprasangka buruk) bahwa Allah tidak mengampuni dosanya. 

(Latho'iful Ma'aarif - Ibnul Jauzi)
Ustadz Hamdani zahid 

Faidah Daurah Sunan Abu Dawud 1

🖋️فائدة دورة سنن أبي داود ١
🖋️Faidah Daurah Sunan Abu Dawud 1

   Selama sepekan lalu alhamdulillah terselenggara majlis Samâ' Sunan Abu Dawud bersama Syaikhanal-Fâdhil Samîr bin Yusuf Al-Hakaliy حفظه الله تعالى di STDI Imam Syafi'iy, Jember. 

   Dalam majlisnya beliau kerap kali mengingatkan akan
 سنَن مهجُورة
"Sunah-sunah yang ditinggalkan" dan telah amat jarang diamalkan oleh kaum muslimin.

   Di antara sunah yang ditinggalkan adalah "Khathib khutbah Jum'at dengan memegang tongkat". Yang hadits nya diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dalam Sunan nya dari hadits Hakam bin Hazan Al-Kulfiy رضي الله عنه , beliau berkata : "... Maka kami bermukim di Madinah selama beberapa hari dan kami menyaksikan shalat Jum'at bersama Rasulullah صلى الله عليه وسلم dan BELIAU BERDIRI DENGAN BERSANDAR KEPADA TONGKAT ATAU PANAH lalu beliau memuji-muji Allah dengan kalimat-kalimat yang ringkas, thayib lagi berkah, lalu beliau berkata :

أيّها الناس إنّكم لنْ تُطيقوا أو لن تفعلوا كُل ما أُمرتُم به ولكن سدّدُوا وأبشِرُوا 

"Wahai manusia kalian tidak akan mampu melakukan semua yang perkara yang diperintahkan akan tetapi, berusahalah beramal dengan benar". (HR Abu Dawud: no 1097) 

   Di hadits ini jelas sekali bahwasanya Nabi صلى الله عليه وسلم berkhutbah dengan memegang tongkat. Dan ini adalah termasuk sunah bagi khathib yang juga termaktub dalam kutub Fiqh mazhab, baik mazhab Asy-Syafi'iy maupun Hanbaliy.

  Namun sayangnya jarang diamalkan oleh para khathib, bahkan sampai ada yang mengingkarinya dan mengatakan mirip tongkat Paus dan memvonisnya sebagai bid'ah. Bahkan pernah alfaqir khutbah di suatu masjid, di bagian kiri bawah terdapat bagian bolong, lalu ana tanyakan : "Itu kenapa?". Dijawab : "Tadinya mimbar tsb ada tongkatnya, lalu kami cabut". Sangat disayangkan sekali padahal itulah yang sesuai Sunah, Wallahul-musta'an.

   Oleh karena itu penting bagi seorang thalib, terlebih thalib Ilmu Hadits untuk menghadiri majlis Sama' Kutub Hadits, agar ia setidaknya melewati Sunah-sunah Rasulullah صلى الله عليه وسلم walaupun secara global. Bahkan Syaikh juga mengingatkan :
عيب لطالب العلم لمْ يختِم الصحيحين
"Aib bagi seorang penuntut ilmu yang tidak pernah mengkhatamkan Shahihain", Wallahul-muwaffiq ilâ aqwamith-tharîq.
Ustadz farian ghani 

KETEGASAN_MANHAJ#TIDAK_WARNA_WARNI

#KETEGASAN_MANHAJ
#TIDAK_WARNA_WARNI

Nasehat mulia As Syaikh Al Wazir Shaleh bin Abdul Aziz Alu Syaikh حفظه الله : "Jangan pernah mengkhayal bahwa semua manusia akan ridha dengan kita,! tapi angkatlah kepalamu dan katakan aku salafy! tidak masalah".
____________
Klo ahlu maksiat bangga dengan kemaksiatannya, ahlul bid'ah bangga dengan bid'ahnya, ahlul hizbiyyah bangga dengan partai dan golongannya.. kenapa yang mengaku diatas manhaj salaf dan yakin kebenarannya malu untuk menampakkan identitasnya sebagai salafy??!

وفقني الله وإياكم لاتباع منهج السلف ظاهرا وبطنا،.

JANGAN SAMAKAN DUA JENIS KHILAF INI !!!

JANGAN SAMAKAN DUA JENIS KHILAF INI !!!

⏺️ Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu berkata ketika menjelaskan tentang adab penuntut ilmu agama: 
1. Hendaknya dia lapang dada dalam permasalahan-permasalahan khilaf yang bersumber dari ijtihad (ijtihad para ulama bukan yg jahil kuadrat bin nglama').
Dan yang aku maksudkan disini adalah masalah (fiqih ijtihadi) yang memang masih ada ruang untuk berpendapat dan ada kelonggaran untuk adanya khilaf (seperti khilaf antara Abdullah bin Mas'ud dan Utsman bin Affan Radhiyallahu 'anhuma ketika shalat di Mina).

2. Adapun orang yang menyelisihi jalan salaf seperti dalam masalah (ushul) aqidah (atau dalam hal yang memang tidak terbuka pintu ijtihad), maka ini tidak bisa diterima (ditoleransi) dari siapapun yang menyelisihi aqidah (dan manhaj) salafush shalih. 
(Diringkas dari Kitab Al-'Ilmi hal. 30 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu) 

⏺️ Syaikh Shalih Alu Asy-Syaikh hafizhahullahu berkata: 
Berkata salah seorang guru dari Imam As-Suyuthi dalam qashidah tentang sebagian bidang ilmu Al-Quran:
لَيْسَ كُلُّ خِلَافٍ جَاءَ مُعْتَبَرًا
إِلَّا خِلَافٌ لَهُ حَظٌّ مِنَ النَّظَرِ

Tidak setiap khilaf/perselisihan itu bisa ditoleransi
Melainkan perselisihan yang memang memiliki dalil yang kuat.

Apabila terjadi khilaf maka ada dua jenis khilaf: Khilaf yang kuat dan khilaf yang lemah.
- Khilaf yang kuat adalah khilaf dalam masalah memahami dalil dan tidak ada penguat (bagi salah satu pendapat).
- Khilaf yang lemah adalah khilaf yang ada penyelisihan terhadap dalil atau adanya gagal paham dalam memahami dalil (seperti Khawarij yang gagal paham memahami tafsir Al-Maidah: 44, hingga mengkafirkan yang tidak berhukum dengan hukum Allah secara mutlak).

- Khilaf yang kuat seperti yang tersebut, tidak perlu ada pengingkaran. Jika ada masalah khilaf yang kuat maka tidak tercela -secara asal- bagi yang memilih salah satu pendapat, baik dia memilih pendapat yang ini atau yang itu. Ini masalah yang ada keleluasaan (untuk berijtihad)
- Adapun khilaf yang lemah maka perlu adanya pengingkaran. 
(Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah 1/723 oleh Syaikh Shalih Alu Asy-Syaikh)

Makanya beda sikap Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu (yang mentoleransi khilaf) diatas dengan sikap beliau ketika mendapati orang-orang yang berbuat bid'ah (berdzikir jamaah). Beliau dengan keras mengingkarinya seraya berkata: Hitung kejelekan-kejelekan kalian...alangkah cepat kebinasaan kalian....Kalian merasa lebih mendapat petunjuk daripada Nabi Muhamad ﷺ atau sengaja membuka pintu kesesatan. (HR. Ad-Darimi 210)

* Demikian pula dengan Abu Bakrah Radhiyallahu 'anhu ketika melihat seseorang mencaci maki pemimpin kaum muslimin, maka beliau pun mengingkarinya seraya berkata: Diam engkau, karena aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa yang menghina pemimpin kaum muslimin maka Allah akan menghinakannya. (HR. Tirmidzi)
* Dan kisah Umar bin Khaththab Radhiyallahu 'anhu yang mencambuk Subaigh bin 'Islin karena menyebarkan syubhat tentang Al-Quran yang sudah masyhur. (Al Ibanah Ash-Shughra poin 61 hal. 53)

* Demikian pula dengan Imam Malik yang memvonis sesat bahkan mengusir orang yang menebar syubhat dengan pertanyaannya: Bagaimana Allah istiwa'?. (Aqidah Salaf Wa Ashabil Hadits hal. 183 oleh Imam Ash-Shabuni rahimahullahu).

Dan masih banyak lagi contoh pengingkaran salaf terhadap khilaf yang lemah atau dalam masalah ushul aqidah yang tidak terbuka pintu ijtihad di dalamnya. 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahullahu berkata: Maka perhatikan perbedaan ini (jangan disamakan). Karena memahami perbedaan-perbedaan antara yang mutasyabihat (ada kemiripan atau kesamar-samaran) merupakan semulia-mulia bentuk ilmu dan dengannya akan hilang kebanyakan dari permasalahan/kerancuan.
(Al-Qawa'id Al-Mutsla hal. 76 oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu)

Imam Ibnu Al-Qayyim rahimahullahu berkata dalam Qashidah Nuniyah bait 774-775:

عليك بالتفصيل والتبيين فال
إجمال والإطلاق دون بيان
قد أفسدا هذا الوجود وخبطا ال
أذهان والآراء كل زمان

- Wajib bagimu untuk memperinci dan menjelaskan, karena 
menyebutkan (lafazh tertentu) secara global dan pemutlakan tanpa perincian
- Itu merusak dan membuat kerancuan/kesesatan pemikiran dan akal di setiap zaman

Hati-hati dengan syubhat dan ahli syubhat !!!
Ustadz abdurahman thoyib