Senin, 04 November 2019

NASEHAT DAN WASIAT YANG INDAH DARI SEORANG WANITA ARAB (Ummamah binti Harits) KEPADA ANAK GADISNYA YANG DIPINANG OLEH SEORANG RAJA

NASEHAT DAN WASIAT YANG INDAH DARI SEORANG WANITA ARAB (Ummamah binti Harits) KEPADA ANAK GADISNYA YANG DIPINANG OLEH SEORANG RAJA 
 
Oleh Ustadz Armen Halim Naro rahimahullah

Ummamah binti Harits mengatakan...

Wahai Putriku.. sebentar lagi engkau tidak akan lagi menghirup udara yang selama ini dengannya engkau hidup. Sebentar lagi engkau akan keluar dari sangkarmu yang selama ini engkau tumbuh besar

Jika seandainya wahai Putriku seorang wanita tidak membutuhkan pria karena kekayaan yang dimiliki ayahnya dan sebab begitu cintanya mereka kepadanya niscaya engkaulah wanita yang tidak memerlukan pria tersebut, akan tetapi wanita telah ditakdirkan untuk laki-laki dan laki-laki telah ditakdirkan untuk wanita

Putriku.. engkau akan meninggalkan rumah yang telah membesarkanmu selama ini menuju kesuatu tempat engkau tidak pernah mengenalnya sama sekali, hidup bersama orang yang tidak terbiasa engkau dengannya.. maka jadilah engkau dikerajaannya sebagai pelayan (orang yang paling mengagungkannya) baginya, niscaya ia akan jadi budak (orang yang paling memuliakannmu) bagimu

Ambillah dari ibu dan hafalkanlah 10 perkara, mudah-mudah hal itu akan jadi bekal bagimu dalam mengarungi bahtera rumah tangga

Ke 1 dan ke 2 : Hendaklah engkau bergaul dengannya selalu bertemankan qonaah dan ridho serta mendengar dan mematuhi segala ucapan dan perbuatannya

Ke 3 dan ke 4 : Selalu menjaga tempat-tempat yang biasa dia pandang dan yang biasa dia cium dengan penciumannya, jangan sampai matanya jatuh ke tempat yang kotor dan penciumannya mencium sesuatu yang tidak berkenan olehnya. ketahuilah bahwa celak sebaik-baik perhiasan dan air sebaik-baik pembersih

Ke 5 dan ke 6 : Menjaga waktu makan dan tidurnya, karena lapar mendatangkan emosi dan kurang tidur akan membuat pikiran tidak stabil dan kacau

Ke 7 dan ke 8 : Menjaga harta dan keluarganya. Inti dari menjaga harta adalah berhemat dan inti dari menjaga keluarga  pintar mengasuh dan pandai mendidik

Ke 9 dan ke 10 : Maka janganlah melanggar perintahnya dan jangan sekali-kali menyebarkan rahasianya. Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau mengeruhkan pikirannya dan jika engkau tebar rahasianya maka engkau tidak selamat dari makar dan tipu muslihatnya. Kemudian putriku... jangan sekali-kali engkau menampakkan wajah ceria tatkala ia berduka atau engkau menampakan wajah duka tatkala dia berbahagia 

- Diriwayatkan oleh Abdul Malik bin Umair Al- Qurasyi (hidup diabad ke 2H) -

(Disalin dari ceramah ustadz Armen Halim Naro rahimahullah)

Amalan yang keutamaannya lebih rendah, bisa jadi lebih tinggi jika lebih melembutkan hati.

Amalan yang keutamaannya lebih rendah, bisa jadi lebih tinggi jika lebih melembutkan hati.

Imam Ahmad -rahimahullâh- ditanya tentang sebagian amalan :
انظر ما هو أصلح لقلبك فافعله
"Lihat mana yang lebih memperbaiki hatimu maka kerjakanlah"

Contoh :
Sebagian orang terkadang dengan dzikir dan do'a lebih bermanfaat baginya daripada membaca Al-Qur'an.
Seperti dia lebih memikirkan dosa-dosanya sehingga membuatnya istighfar dan bertaubat
Atau ketika dilanda rasa takut akan gangguan setan dari kalangan jin dan manusia sehingga dia ganti berdzikir dan berdoa yang dapat menjaga dan melindunginya
________
Faedah dari kitabnya Syaikh Abdullah Al-Fauzan -hafidzohullah- yang mensyarah risalah ushul fiqh Syaikh As-Si'dy -rahimahullah-

Download kitabnya : http://www.moswarat.com/books_view_1190.html

Ustadz nur Hadi nugroho

berikanlah haknya masing masing

#Rehat_Sejenak
#Sabda Beliau shallallahu alaihi wasallam :

إِنَّ لِرَبِّكَ عليك حَقًّا، وإِنَّ لِنَفْسِكَ عليك حَقًّا، ولأهْلِكَ عليك حَقًّا. فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّهُ 
"Sesungguhnya Rabbmu memiliki hak atas dirimu, jasadmu juga memiliki hak atas dirimu dan keluargamu juga memiliki hak atas dirimu. Berikanlah setiap pihak haknya masing-masing sesuai dengan kadarnya". (HR. Bukhari no. 1968).

Ustadz Muhammad Alif LC 

mempermudah urusan orang lain sebab jalan menuju surga

#Mempermudah Urusan Orang Lain Jalan Menuju Surga.

Seseorang yang mempermudah urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan di akhirat serta dimasukkan ke dalam surga.
Hal ini dikuatkan dengan hadits:

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ اَلدُّنْيَا, نَفَّسَ اَللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ اَلْقِيَامَةِ , وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ, يَسَّرَ اَللَّهُ عَلَيْهِ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا, سَتَرَهُ اَللَّهُ فِي اَلدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ, وَاَللَّهُ فِي عَوْنِ اَلْعَبْدِ مَا كَانَ اَلْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ

“ Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang Mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. 
Barangsiapa MEMUDAHKAN URUSAN ORANG YANG KESULITAN, Allah akan memudahkan baginya dari kesulitan di dunia dan akhirat. “

( HR. Muslim, 2699 ) 

Dalam hadits Anas radhiyallahu’anhu, Nabi bersabda:
يسروا ولا تعسروا، وبشروا، ولا تنفروا

Mudahkanlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan janganlah kalian membuat orang lari”

(HR Bukhari&Muslim)

Moga bermanfaat...

Ustadz David abu Ayman lc

ADAB PENUNTUT ILMU DENGAN SYEKH YANG MENJADI QUDWAHNYA SERTA KEWAJIBAN MEMGHORMATINYA.

ADAB PENUNTUT ILMU DENGAN SYEKH YANG MENJADI QUDWAHNYA SERTA KEWAJIBAN MEMGHORMATINYA. 

PERTAMA. 

Penuntut ilmu harus mempertimbangkan dan istikharah meminta yang terbaik kepada Allah, pada siapa semestinya dia menimba ilmu dan memperoleh adab dan akhlak. 

Dan jika memungkinkan, ambillah ilmu dari;
ulama-ulama yang telah sempurna kelayakan ilmunya,
terbukti belas kasihnya terhadap penuntut ilmu,
berbudi pekerti yang baik,
tidak cinta dunia,
perhatian terhadap penuntut ilmu,
pandai mengajar
dan mudah memahamkan ilmu.

Belajarlah pada ulama yang tidak hanya menganjurkan memperbanyak ilmu semata, tetapi dia juga mengajarkan kesalehan dalam beragama, wara' tidak duniawi dan berakhlakul karimah. 

Imam Ibnu Siiriin rahimahullah berkata:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
"sesungguhnya ilmu syari'at itu adalah agama, maka perhatikanlah, dari siapa engkau ambil agamamu (kepada siapa kamu berguru)?"
(muqaddimah sahih muslim 1/14).
---------------

Jangan hanya fokus mengambil ilmu dari ulama-ulama yang terkenal (masyhur) dan meninggalkan berguru kepada ulama-ulama yang tidak masyhur.

Imam Ghazali dan lainnya rahimahumullah, menganggap yang demikian itu adalah keangkuhan (kibir) dari penuntut ilmu dan indikasi kebodohan.
karena ilmu atau hikmah itu adalah barang hilangnya orang yang beriman... dimanapun ilmu itu dia dapatkan dia akan mengambilnya... dimanapun ilmu itu dia temukan dia akan memanfaatkannya... dan berterima kasih kepada siapapun yang menunjukkan dimana barang hilang berada.

Dan semestinya kita berusaha lari meninggalkan kejahilan/kebodohan seperti orang yang lari dari kejarang singa... Dan orang yang lari dari kejarang singa pasti tidak akan memandang enteng pertolongan siapapun yang memungkinkan dia selamat dari terkaman singa. 

Terkadang ulama yang tidak masyhur, yang tinggal jauh dari ketenaran, tetapi ikhlas menyampaikan ilmunya, bisa saja ilmunya lebih berkah dan lebih bermanfaat.
Seperti kitab-kitab yang ditulis oleh ulama-ulama yang lebih bertaqwa, lebih zuhud... kenyataannya lebih bermanfaat dan lebih banyak dikaji dan dipelajari... walaupun dizamanya tidak terlalu masyhur. 

Yang penting adalah berusaha belajar pada syekh yang banyak menelaah kitab-kitab ulama-ulama sebelumnya...
dan yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa syekh itu mengambil ilmunya dan berguru serta bertalaqqi pada ulama-ulama di zamannya, bukan mendapatkan ilmunya hanya semata membaca buku atau istilah sekarang belajar hanya dari mbah google dan media sosial...
dengan ini terfahami pentingnya duduk di majelis ilmu dan mengambil ilmu langsung dari syekh.

Imam Syafi'i rahimahullah berkata:
"orang yang bertafaqquh (memahami syariat) hanya dari kitab, dia akan memporak-porandakan hukum syariat"
Ulama lain berkata:
"diantara musibah yang paling besar adalah belajar semata dari buku".

(bersambung)

*jika dianggap bermanfaat silahkan share tanpa minta izin.

Ustadz Amirudin 

tidak diberi bukan berarti tidak cinta

SAYANG ITU...

Ibnul Jauzi berkata:

تفكرت في قول شيبان الراعي لسفيان: يا سفيان، عد منع الله لك عطاء منه لك، فإنه لم يمنعك بخلاً، إنما منعك لطفًا، فرأيته كلام من عرف الحقائق. “Aku memikirkan perkataan Syaiban Arra’iy kepada Sufyan:
“Wahai Sufyan, anggaplah tidak memberinya Allah kepadamu sebagai pemberian. Karena Dia tidak memberi bukan karena bakhil. Tapi Dia tidak memberimu karena sayang.”
Ternyata aku dapati ucapan ini adalah ucapan orang yang memahami hakikat (ilmu).” (Shaidul Khathir hal. 285)

Iya..
Terkadang kita memahami sayang itu dengan selalu diberi..
Ketika Allah tidak memberi..
Hati sering suudzan kepada-Nya..
Lalu berpaling dan merasa bahwa Allah tak sayang..
Padahal bisa jadi pemberian itu membuat kita lalai..
Dan bisa jadi saat tidak diberi..
Kita terselamatkan dari banyak fitnah dunia..
Namun..
Yang memahami ini hanyalah yang yakin..
Bahwa ilmu Kita hanyalah setetes dibandingkan samudra ilmu Allah...
Ustadz. Badrusalam lc

fenomena memprihatinkan dimasyarakat ketika ditanya apa yg membatalkan syahadat tidak tahu

Salah satu fenomena memprihatinkan yang terjadi pada kaum muslimin di zaman ini adalah, ketika ditanyakan mengenai apa saja yang dapat membatalkan wudhu, apa yang dapat membatalkan shalat, atau apa yang dapat membatalkan puasa, kita dapat dengan mudah menjawabnya. Namun apabila ditanyakan, apa saja yang dapat membatalkan syahadat? Banyak orang yang terdiam seribu bahasa.

Padahal, syahadat merupakan rukun pertama dalam Islam. Mengetahui hal pokok seperti ini juga termasuk kewajiban. Berikut ini kami ketengahkan pembahasan mengenai sepuluh pembatal keIslaman. Semoga Allah memberi taufik kepada kita semua untuk menjauhi perkara-perkara tersebut.

• Website : abdullahroy.com
• Youtube : youtube.com/hsiabdullahroy
• Twitter : twitter.com/hsiabdullahroy
• Facebook : facebook.com/hsiabdullahroy
• Instagram : instagram.com/hsi.abdullahroy

https://youtu.be/I8q1t8xWAIA