Minggu, 09 Juni 2019

Menyempurnakan bacaan harokat

اتمام الحركات للشيخ الطيبي رحمه الله تعالى ارجو ان ينفع به

*Menyempurnakan pembacaan harokat*

Imam At thiby menggatakan dalam bait syairnya:

1-وَكُـلُّ مَضْمُـومٍ فَلَـنْ يَتِـمَّا * إِلَّا بِـضَـمِّ الشَّفَتَـيْنِ ضَـمَّـا
2-وَذُو انْخِفَاضٍ بِانْخِفَاضٍ لِلْفَـمِ * يَتِـمُّ وَالْمَفْتُوحُ بِالْفَتْـحِ افْهَـمِ

Setiap huruf dhommah tidaklah akan sempurna kecuali dengan memonyongkan dua bibir kita.

setiap huruf kasroh (tidaklah akan sempurna kecuali ) dengan menurunkan bibir bawah kita ( rahang bawah ).

Setiap huruf fathah tidak lah akan sempurna kecuali dengan membuka bibir kita.

:: Mandzumah mufid fil ilmi tajwid ::

Ust argiansyah lc

Barometer kesholehan

BAROMETER KESOLEHAN

Siapapun, berpapun Umur , setinggi apapun jabatan, tetap kita adalah seorang anak Bagi kedua orangtua kita.

Maka untuk menggukur apakah kita anak  soleh atau tidak adalah dengan menanyakan pada diri kita "masihkah kita Mendoakan kedua orang tua kita.?"

Barometer ini sebagaimana yang telah disabdakan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam hadits yang shohih..

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ منها أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: diantaranya anak shaleh yang mendo’akan orang tuanya.” (HR. Muslim: 163).

Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengabarkan pada hadits tersebut Barometer kesolehan seseorang yaitu " suka Mendoakan orang tua. "

Mari, senantiasa Mendoakan kedua orang tua kita yang masih hidup atau sudah meninggal.

Dengan Doa yang di ajarkan dalam islam yaitu:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا

" Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku, baik ibu dan bapakku, kasihanilah keduanya seperti mereka menyayangiku di waktu kecil."

Ayuhal ikhwah, Ketika kita sekarang gemar berdoa untuk kebaikan orang tua, kelak anak anak kitapun akan Mendoakan kita.

Semoga kita di jadikan anak yang sholeh dan semoga Allahpun menjadikan anak anak kita soleh sholihah.

_______________________
✍🏻 akhukum fillah Argi Aba Salman As sundawy hafidzohullah

Catatan kecil dari syekh Dr arif anwar Al yamani hafidzohullah ta'ala  dengan sedikit tambahan.

Waahu'alam..

Kitab qowaidul arba

Kitab Qowaidul Arba'

   Disusun oleh Muhammad bin abdul wahab rohimahullah lahir di uyaynah,  wafat di Diriyaah.

    Beliau Mengawalinya dengan
Basmalah.
              بسم الله الرحمن الرحيم

    Apa perbedaan antara tasmiyyah  dan Basmalah?
Basmalah adalah mengucapkan lengkap " Bismillah hirrohman nirrohim "
Tasmiyyah adalah pengucapan  " Bismillah "

    Alasan kenapa beliau Mengawalinya dengan Basmalah? 
1. Mencontoh Al Quran, karena Al Quran mengawali surat suratnya dengan Basmalah.
2. Sunnah para Nabi terdahulu sebagaimana yang di lakukan oleh Nabi Sulaiman kpd ratu balqis.
3. Sunnah Rosulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika mengirim surat surat ke raja raja untuk masuk islam.
4. Kebiasaan ulama salaf dalam membuat kitab kitab, mereka mengawali dengan Basmalah ,  imam Ibnu hajar dalam Fathul Bari menyatakan " para ulama sering mengawali kitab kitab mereka dengan Bismillah "

   Berbeda pendapat apakah lebih baik mengawali kitab kita dengan Bismillah / dengan hamdalah.
Maka para ulama Menjelaskan klo tulisan tersebut berbentuk
~ Surat = Bismillah
~ Ungkapan = Hamdalah

   Kegiatan Aktifitas yang kita lakukan hendaknya diawali dengan Bismillah, tujuannya adalah untuk bisa menggambil keberkahan dan pertolongan dari Allah.

   Adapun hadits yang Menjelaskan Pentingnya memulai dengan Bismillah setiap Aktifitas kita adalah hadits yang do'if sebagaimana yang di katakan syekh Al bani  dalam kitabnya irwa wal ghalil.

كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله فهو أقطع-- رواه ابن حبان

Artinya: Setiap perbuatan baik yang tidak diawali dengan bismillah adalah terputus (HR. Ibn Hibban)

Maka, yang lebih tepat argumen kita di anjurkan memulai segala hal dengan Bismillah adalah mencontoh kitabullah, mencontoh surat surat para Nabi, contoh dari sunnah fi'liyah ( yang di lakukan ) oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.

-----------
Kajian ust  Dr ali mishry hafidzohullah Pelajaran Qowaidul Arba.
____
✍🏻 akhukum fillah Argi Aba Salman As sundawy hafidzohullah.

Kajian qowaidul arba

Kajian Qowaidul Arba'
#03

Makna hikmah dari kenapa di awali
                بسم الله الرحمن الرحيم
" Dengan Menyebut nama Allah "

Syekh Utsaimin rohimahullah Menjelaskan ( intinya ) :
Di dalam Basmalah tsb terdapat sst yang di hilangkan yaitu setiap perbuatan yang akan di lakukan oleh seseorang yang di awali dengan Basmalah spt " Aku memulai pekerjaan ini dengan menyebut nama Allah / aku memulai nulis ini dengan mengawali menyebut nama Allah.  "

بسم
" Dengan Menyebut "
Ba' tersebut mempunyai dua makna 1. mohon istianah ( meminta bantuan kpd Allah ).
2. Memohon tabaruk ( meminta keberkahan kpd Allah ) dari apa yang akan kita kerjakan.

الله
Allah yaitu nama kebesaran Allah yang mengandung ketauhidan / pengesaan ibadah hanya untuk Allâh.
Maksudnya aku melakukan ini di tujukan untuk beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Apabila kita melakukan sebuah perkara lillah di dasari untuk ibadah maka perbuatan tersebut akan bernilai ibadah.

الرحمن الرحيم
" Yang Maha pengasih lagi Penyayang "

Kita meminta kpd Allah kasih sayang Nya dari setiap perbuatan yang kota lakukan.

Perbedaan antara dua sifat tersebut :
1. الرحمن
2. الرحيم
Ada bbrp pendapat
# Pendapat pertama
~ Adapun ar rohman untuk seluruh makhluk Allah baik mukmin maupun kafir semuanya mendapatkan kasihsayang Allah berupa rizqi, kehidupan, kenikmatan duniawy dll.
~ Adapun ar rohim khusus untuk orang orang yang beriman berupa nimkmat hidayah, nikmat ibadah , yang tidak akan di dapatkan oleh orang orang kafir.
# pendapat kedua
~ ar rahman, rahmat Allah yang di dunia
~ ar rahim, rahmat Allah yang di berikan di akhirat untuk orang orang yang beriman.
# perbedaan ketiga
Ar rahman tidak boleh buat nama makluk.
Ar rahim boleh untuk nama kakhluk.

----------------
Inti sari Kajian ust Dr ali mishry hafidzohullah
____________
✍🏻 di ringkas dari audio oleh akhukum fillah Argi Aba Salman As sundawy hafidzohullah

Kajian qowaidul arba

Kajian Qowaidul Arba'
#04

Fawaid dari Pentingnya mengawali dengan Basmalah setiap Aktifitas harian kita.

1. Terdapat penyandaran diri, meminta pertolongan, pengharapan  kpd Allah dalam setiap yang kita lakukan.
2. Meminta keberkahan dari Aktifitas kita.
3. Mengikhlaskan dan meniatkan dalam setiap Aktifitas, agar pekerjaan kita bernilai ibadah.
4. Menumbuhkan rasa cinta menjauhkan dari rasa ujub pada diri sendiri.  karena Allah lah yang Maha pemurah, Penyayang, dan yang memudahkan terhadap apa yang kita lakukan dan Allah tidak lah akan memerintahkan sesuatu kpd hambaNya kecuali betdasarkan kasih sayangNya.
Penulis ust argiansyah lc

------------------
Intisari Faidah dari kajian Dr ust ali mishry hafidzohullah.

Kisah syaikh ibnu baz dengan pelajar yaman

*KISAH SYAIKH IBNU BAZ DENGAN SEORANG PELAJAR YAMAN*

Muhammad Syabibah menuturkan :

Seorang pelajar asal Provinsi al-Juf, Yaman, yang bernama ‘Ali pindah ke Kerajaan Arab Saudi untuk menuntut ilmu. Suatu hari, al-Akh Ali ini bercerita kepadaku :

Saya pernah bertemu dengan Syaikh Ibnu Bâz di depan halaman Universitas, lalu saya segera menyalami beliau dan mengatakan : “Wahai Syaikh, saya benar-benar ingin sekali sekiranya Anda sudi makan malam denganku malam ini.”

Tak kusangka, Syaikh pun menjawab : “Baik, insya Allah!”
Syaikh lalu menambahkan : “Tapi dengan satu syarat, wahai anakku!”
Saya pun menimpali : “Dengan senang hati, Ya syaikh…”

Syaikh mengatakan : “Kita makan malam bareng tapi dengan syarat, jangan sampai kamu terbebani dan repot. Kita makan seadanya. Ingat, orang Islam wajib menjaga persyaratan yang ia sepakati.”
Saya menjawab : “Baiklah wahai syaikh. Saya akan menyiapkan makanan seadanya dan tidak repot.”

Syaikh Ibnu Bâz berkata : “Semoga Allâh memberkahimu! Bisakah kita makan malamnya selepas Isya’ namun agak terlambat sedikit ya? Karena saya ada janji sebentar setelah Isya’ untuk memberikan pelajaran.”
Saya : “Baik, syaikh”

Saya terperangan mendengar jawaban Syaikh. Jawaban yang sangat langka sekali dan tidak biasanya. Karena pada umumnya, saat kita mengundang orang sedangkan orang tersebut sudah memiliki acara lain, maka dia akan meminta maaf tidak bisa memenuhi undangan kita, apalagi orang selevel Syaikh Ibnu Bâz yang sangat sibuk. Terlebih lagi yang mengundang adalah mahasiswa asing yang tidak dikenal dan tidak memiliki apa-apa.

Setelah itu, rasa khawatir beberapa kali menghampirku, karena Syaikh memiliki murid yang banyak. Beliau selalu dikerumuni banyak orang, belum lagi keluarga beliau yang selalu mendampinginya. Bagaimana jika mereka semua turut serta makan di rumahku? Ya Allâh, Saya pun sempat resah karena hal ini…

Esok harinya, selepas sholat Isya, Syaikh memanggilku untuk menyertainya masuk ke dalam mobil. Saya pun naik mobil berdua saja dengan beliau bersama seorang lagi, yaitu sopir beliau. Saya berusaha melihat sekeliling, namun tidak kudapati ada orang lain lagi. Saya juga menengok ke luar mobil untuk melihat apakah ada mobil lain yang ikut dengan kita. Ternyata tidak ada.

Saya pun bersyukur dan bergumam dalam hati : “alhamdulillah, ternyata hanya Syaikh saja dan sopir beliau”.
Sang sopir lalu menyetir mobil mengantarkan kami hingga kami memasuki sebuah istana yang besar dan luas. Saya berbisik di dalam hati, “jangan-jangan ini rumah pedagang besar atau Menteri kerajaan.”

Saya pun terkejut ketika mobil berhenti, dan kami masuk ke istana yang sangat besar sedangkan di dalamnya telah menanti Raja Fahd berikut putera mahkota beliau, Raja Abdullah dan Amir Sulthan. Ada pula Amir Nayif rahimahullahu dan para bangsawan keluarga kerajaan. Mereka semua menyalami dan menyambut Syaikh dengan gembira, sembari mencium kening Syaikh Ibnu Bâz.
Semua wajah yang biasa kulihat di televisi, kini kulihat semuanya di malam itu secara langsung di dalam Istana!! Saya pun semakin berdebar-debar tidak karuan.

Lalu syaikh Ibnu Bâz duduk di atas kursi beliau di samping Raja dan putera mahkota. Mereka saling menyapa dan menanyakan kabar satu dengan lainnya, menawarkan kopi dan membakar gaharu yang wangi.
Syaikh lalu bertahmid dan memuji Allah, kemudian beliau memberikan taushiyah selama kurang lebih 20 menit. Majlis beliau diikuti dengan penuh ketundukan dan konsentrasi, semuanya diam mendengarkan seakan-akan mereka semua adalah murid Syaikh Ibnu Bâz.

Kecuali diriku yang saat itu tidak bisa konsen karena grogi, saya memandangi Raja, lalu pindah memandangi putera mahkota dan pangeran, lalu pindah memandangi para Menteri. Mata saya selalu berputar-putar memandangi Raja Nayif, Raja Salman dan bangsawan lainnya.  Saya merasa seakan-akan saya sedang mimpi!
Mungkin, sayalah satu-satunya di sana yang hadir dengan memakai pakaian ala kadarnya, padahal saya saat itu sedang bertemu dengan tiga kabilah besar dari kaum bangsawan dan kerajaan. Ya, Saya sekarang sedang bermajelis, duduk di depan bersama dengan raja, pangeran, para menteri dan pembesar kerajaan?!

Setelah selesai menyampaikan taushiyah, Syaikh pun bangkit dan minta izin untuk mohon diri. Raja Fahd pun menahan beliau agar turut serta santap malam yang telah disediakan… Namun, Syaikh Ibnu Bâz memohon maaf dan mohon izin. Raja tetap bersikeras memaksa agar Syaikh mau turut serta makan malam.

Syaikh Ibnu Bâz pun berkata : “Mohon maaf, saya telah diundang makan malam oleh salah seorang ikhwah. Sunnah Nabi adalah apabila ada dua undangan atau lebih saling bertabrakan, maka dahulukan untuk memenuhi yang pertama kali mengundang. Saya sudah berjanji dengan ikhwah tersebut untuk makan malam di rumahnya. Jadi, saya mohon maaf tidak dapat ikut makan malam bersama.”

Syaikh sama sekali tidak menyinggung dan menginformasikan ke Raja bahwa saya lah yang mengundang beliau. Sekiranya beliau menyampaikan bahwa saya yang mengundang, niscaya Raja akan menjawab. “yang mengundang anda ada di sini bersama anda. Karena itu marilah anda dan tamu anda ini makan bersama kami.” Sehingga udzur Syaikh pun gugur, dan kita bisa bersama-sama menyantap makanan yang lezat dan nikmat.

Namun Syaikh tidak melakukan itu. Beliau tetap meminta izin untuk pamit. Lalu raja dan pembesar kerajaan mengantarkan Syaikh berpamitan, mereka melakukannya dengan penghormatan sama persis sebagaimana mereka menyambutnya. Akhirnya kami bertiga pun bertolak pulang menuju ke rumahku. Lalu kita makan malam bersama secara sederhana.

Selesai makan malam, Syaikh mendoakanku dan keluargaku, lalu beliau pamit setelah beliau memenuhi janjinya.
Saya berbicara apa adanya di sini, bahwa Syaikh Ibnu Bâz sudi memberikan waktunya untukku. Beliau lebih memilih undangan makanku yang sangat sederhana dibandingkan hidangan kerajaan yang jauh lebih nikmat dan lezat. Beliau lebih memilih memenuhi janjinya, padahal beliau sudah ada janji dengan keluarga kerajaan. Namun beliau lebih memilih undangan makan malamku, padahal siapa saya ini? Orang asing yang tidak dikenal! Orang biasa yang berasal dari desa al-Juf di Yaman sana.

_Duhai, betapa agungnya tawadhu’nya orang-orang yang besar (senior)._
Semoga Allah merahmati ‘allamah dunia, imamnya para ulama dan syaikhnya umat. Seorang ustadz yang betapa tawadhu’ dan zuhudnya…

________
Disadur secara bebas dari tulisan yang berjudul قصة الشيخ بن باز في ضيافة الرجل اليمني صاحب الجوف!! Yang ditulis oleh Muhammad Syabibah.
Artikel asli dishare oleh Syaikh Walid Saifun Nashr di dalam grup beliau : _Nashâ’ih asy-Syaikh al-Walîd_.
ℳـ₰✍
✿❁࿐❁✿
abinyasalma

Rabu, 05 Juni 2019

Pondasi dakwah salafiyah

Pondasi Dakwah Salafiyah

1. Sangat perhatian untuk senantiasa menuntut ilmu syar'i, dan memperdalam agama

2. Semangat untuk memprakrekkan agama islam

3. Berdakwah di jalan Allah dengan landasan ilmu

4. Sangat perhatian dengan Aqidah para salafus soleh (secara ilmu, amal dan dakwah)

5. Sangat perhatian dengan sunnah Nabi, mengamalkan dan mendakwahkan nya

6. Sangat erat hubungannya dengan Ulama-ulama Ahlussunnah wal Jamaah

7. Menjauhi hizbiyyah (berkelompok-kelompok) dan gerakan-gerakan islam yang sembunyi-sembunyi

8. Mengikuti Al-Quran, Assunnah dan Ijma para salaf dalam Bermuamalah dengan para imam (ulama) dan para pemimpin

9. Membantah penyeru kebidaahan dan memperingatkan manusia dari bahayanya (tahdzir)

10. Berusaha mengikuti Al-Quran dan sunnah pada segala urusan dan keadaan kita.

Lihat : Kitab Ushul Ad-Dakwah As-Salafiyyah karya Syaikh Abdussalam Barjas

_Abu Yusuf _