Senin, 02 September 2024

Siapapun yang mengikuti Mazhab akidah Imam kami Ahmad bin Hanbal maka dia disebut dengan sebutan Atsariy nisbah kepada akidah Atsariyah atau disebut juga Mazhab salaf bahkan sampai Syaikh Abul Hasan Asy'ariy beliau adalah seorang Atsariy karena telah taubat dari akidahnya dan memilih untuk mengikut Mazhab salaf.

Siapapun yang mengikuti Mazhab akidah Imam kami Ahmad bin Hanbal maka dia disebut dengan sebutan Atsariy nisbah kepada akidah Atsariyah atau disebut juga Mazhab salaf bahkan sampai Syaikh Abul Hasan Asy'ariy beliau adalah seorang Atsariy karena telah taubat dari akidahnya dan memilih untuk mengikut Mazhab salaf. 

Adapun pengikutnya maka justru tidak mengikuti guru besarnya bahkan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya berpaham jahmiyah tanpa mereka sadari.

(kitab Kawakib Durriyah Syarah Durroh Mudhiyyah Muhammad bin Maani', hlm.26-27)

Ustadz abu musa 
Catatan Komentar dibawah ini 
Di kitab Ad-Durrotil Mudhiyyah fi Aqdi Ahli Firqotin Mardhiyyah karya Imam As-Safarini juga begitu tadz, dan ushul Madzhab Atsariy mengitsbat semua sifat Allah yg Allah kabarkan disertai tanzih tanpa menta'thil & mentasybih, beda sama tetangga sebelah


Haram Baginya Surga

📒 Haram Baginya Surga

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

أيما امرأةٍ سألت زوجَها طلاقَها في غيرِ ما بأسٍ فحرامٌ عليها رائحةُ الجنةِ.

"Wanita mana saja yang minta talak kepada suaminya tanpa adanya alasan yang jelas, maka haram baginya mencium wanginya surga." 

| Shahih Abi Dawud, No. 2226.

🇮🇩🇸🇦 ICC DAMMAM KSA
Channel Telegram: https://t.me/iccdammamksa

سئل الشيخ ابن باز : يوجد رجل منزلهقريب من المقبرة، وهذا الرجل يقول: إنه في آخر الليل يسمع أنينا يأتي من المقابر هل ثبت مثل هذا في التاريخ؟

https://binbaz.org.sa/fatwas/11831/%D9%87%D9%84-%D9%8A%D8%B3%D9%85%D8%B9-%D8%B9%D8%B0%D8%A7%D8%A8-%D8%A8%D8%B9%D8%B6-%D8%A7%D9%87%D9%84-%D8%A7%D9%84%D9%82%D8%A8%D9%88%D8%B1

Minggu, 01 September 2024

𝑆𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑒𝑟𝑎𝑛𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑠𝑒𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑛𝑦𝑎, 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎ℎ𝑎𝑙 𝑖𝑡𝑢 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑎𝑚𝑢𝑛 𝑖𝑎 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑛𝑦𝑎

💠 𝐌𝐚𝐬𝐢𝐧𝐠-𝐦𝐚𝐬𝐢𝐧𝐠 𝐩𝐮𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐚𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐠𝐣𝐚𝐰𝐚𝐛

" 𝑆𝑢𝑛𝑔𝑔𝑢ℎ 𝑚𝑒𝑛𝑔ℎ𝑒𝑟𝑎𝑛𝑘𝑎𝑛 𝑏𝑎𝑔𝑖 𝑠𝑒𝑠𝑒𝑜𝑟𝑎𝑛𝑔 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑖𝑑𝑎𝑘 𝑚𝑎𝑚𝑝𝑢 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘𝑖 𝑟𝑢𝑚𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑎𝑛𝑦𝑎, 𝑎𝑛𝑎𝑘 𝑑𝑎𝑛 𝑖𝑠𝑡𝑟𝑖𝑛𝑦𝑎 𝑝𝑎𝑑𝑎ℎ𝑎𝑙 𝑖𝑡𝑢 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑛𝑦𝑎 𝑛𝑎𝑚𝑢𝑛 𝑖𝑎 𝑖𝑛𝑔𝑖𝑛 𝑚𝑒𝑚𝑝𝑒𝑟𝑏𝑎𝑖𝑘𝑖 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑠𝑎 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑚𝑒𝑟𝑢𝑝𝑎𝑘𝑎𝑛 𝑡𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑛𝑔 𝑗𝑎𝑤𝑎𝑏𝑛𝑦𝑎."

🎙 𝚊𝚕-𝙸𝚖𝚊𝚖 𝚊𝚕-𝙼𝚞𝚑𝚊𝚍𝚍𝚒𝚝𝚜 𝙰𝚕-𝙰𝚕𝚋𝚊𝚗𝚒 𝚛𝚊𝚑𝚒𝚖𝚊𝚑𝚞𝚕𝚕𝚊𝚑

KEBAHAGIAAN IBLIS

#KEBAHAGIAAN_IBLIS

Imam Ibnul Qayyim رحمه الله berkata:

"قال بعض السلف: إِذا اجتمع إبليس وجنوده؛ لم يفرحوا بشيء كفرحهم بثلاثة أشياء: مؤمن قتل مؤمنا، ورجل يموت على الكفر، وقلب فيه خوف الفقر".

Sebagian ulama salaf mengatakan: 
"Apabila iblis dan bala tentaranya berkumpul, mereka tidak akan bahagia sebagaimana bahagianya mereka dengan tiga perkara;
1. Seorang mukmin membunuh mukmin lainnya.
2. Matinya seseorang di atas kekufuran.
3. Hati yang takut kefakiran".

✒[Thariq Al Hijratain, 1/66].
----------------------------
Faedah dari FB. Syaikh Prof Dr. Mohammad AL Tamimi

Sabtu, 31 Agustus 2024

TAHQIQ HADITS TENTANG TAAT KEPADA PEMIMPIN

TAHQIQ HADITS TENTANG TAAT KEPADA PEMIMPIN 

Datang pertanyaan kepada ana dari salah satu ikhwah - hafizhahullah - melalui pesan masanger terkait hadits di bawah ini yg oleh sebagian dari kalangan harokiyyun hizbiyyun menolaknya dengan alasan dho'if, walaupun hadits tsb di keluarkan oleh Imam Muslim di dalam "Shohih"nya. Adapun teksnya sebagai berikut:

« يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».

“Nanti setelah aku akan ada seorang pemimpin yang tidak mendapat petunjukku (dalam ilmu, pen) dan tidak pula melaksanakan sunnahku (dalam amal, pen). Nanti akan ada di tengah-tengah mereka orang-orang yang hatinya adalah hati setan, namun jasadnya adalah jasad manusia. “

Aku berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku lakukan jika aku menemui zaman seperti itu?”

Beliau bersabda, ”Dengarlah dan ta’at kepada pemimpinmu, walaupun mereka menyiksa punggungmu dan mengambil hartamu. Tetaplah mendengar dan ta’at kepada mereka”

- selesai -

Maka ana katakan - wabillahit taufiq :

Hadits diatas benar adanya di keluarkan oleh Imam Muslim di dalam "Shahih" nya melalui jalur Yahya bin Hassan, dari Mu'awiyah bin Sallam, dari Zaid bin Sallam, dari Abu Sallam Mamthur, dari Hudzaifah ibnu Yaman - radhiyallahu 'anhu. 

Ana katakan: bahwa para perawi sanad ini semuanya tsiqoh. Hanya saja perawi yg bernama Abu Sallam Mamthur, kemaushulannya di permasalahkan. 

Ad Daroquthni di dalam "al Ilzamat dan Tatabbu'"  (no. 53) nya menyatakan bahwa Abu Sallam tidak mendengar dari Hudzaifah. Dalam artian riwayatnya mursal terputus dengan Hudzaifah. 

Al Mizzi di dalam "Tahdzibul Kamal" (juz 28/6172) nya juga mengisyaratkan demikian. Begitu juga dengan al Hafizh Ibnu Hajar al Asqolani di dalam "Tahdzibut Tahdzib (juz 4/hal. 151)" menyatakan hal yg sama.

Ana katakan: Namun di sana, Abu Sallam ini memiliki mutabi' yg bernama Subayi' bin Kholid sebagaimana riwayatnya di keluarkan oleh Abu Daud (4244), Ahmad (22816), dan lainnya. Hanya saja Subayi' ini adalah perawi yg majhul hal (lihat: Tahdzibut Tahdzib, juz 1/hal. 684), sehingga riwayatnya pun dho'if. 

Kemudian al Imam Ahmad di dalam musnad (22916) nya mengisyaratkan bahwa di sana ada seorang mutabi' lagi yg dapat menguatkannya, yaitu seorang perawi yg bernama Zaid bin Wahb. Akan tetapi riwayat yg beliau sampaikan tidak ada kalimat وإن ضرب ظهرك ..., sehingga kurang tepat utk di jadikan penguat. 

Kesimpulannya: bahwa tambahan lafazh وإن ضرب ظهرك وأخذ مالك , walaupun ia dari riwayat yg mursal dho'if, namun berdasarkan hadits Subai' , kalimat tsb ada asalnya yg maushul. Walaupun maushulnya juga dho'if. Akan tetapi sebagaimana yg menjadi kaidah yg maklum, bahwa hadits dho'if dengan kedho'ifan yg ringan dapat menguatkan satu sama lainnya. Sehingga derajatnya bisa naik menjadi hasan li ghoirihi.

Tambahan:

An Nawawi di dalam "Syarah Shohih Muslim" nya menyebutkan tentang alasan Imam Muslim memasukkan riwayat tsb ke dalam kitab shohihnya, tidak lain tujuannya utk menjadi mutabi'. Yakni atas riwayat Subayi'. Hanya saja dalam hal ini, sepertinya beliau (Imam Muslim) menyelisihi apa yg beliau tetapkan sendiri di dalam muqoddimah shohihnya tentang tidak bolehnya berhujjah dengan hadits mursal. 

Akan tetapi hal ini mungkin bisa di katakan, bahwa ketidak bolehannya jika bukan sebagai mutabi', tapi utk yg berdiri sendiri. Sehingga hal tsb tidak menyelisihi apa yg beliau tetapkan di dalam muqoddimahnya - wallahu a'lam.

Kemudian yg menguatkan lafazh tsb juga, di sana terdapat hadits² yg lain yg menjelaskan akan munculnya pemimpin² yg zholim yg tidak menyayangi rakyatnya, yg mengambil hak rakyatnya, yg tidak memberikan hak rakyatnya, dan lainnya, yg memungkinkan akan adanya perlakuan seperti yg di sebutkan pada riwayat Imam Muslim yg telah lalu.. Wallahu a'lam

Syaikh al Albani di dalam "Misykatul Mashobih" (5382 - maktabah syamilah) dan "Silsilah ash Shohihah" (2739) juga mengisyaratkan akan keshohihannya. Wallahu a'lam
Abu yahya tomy 

Pengaruh Maksiat di Fisik & Non Fisik

Pengaruh Maksiat di Fisik & Non Fisik

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas -radhiyallahu 'ahnu-, ia berkata :

إن للسيئة ظلمة في القلب و سوادا في الوجه و وهنا في البدن و ضعفا في الرزق و بغضا في قلوب الخلق

"Sesungguhnya perbuatan buruk (maksiat) itu bisa menyebabkan kegelapan hati, rona gelap wajah, kelemahan badan, keterhambatan rizki, dan rasa ketidaksukaan hati manusia kepadanya."

(Ad Dalil Asy Syamil hal 81, Risalatul Mustarsyidin hal. 20)
Ustadz jaka abu hasan