Kamis, 02 Mei 2024

al Allāmah Asy Syinqīthī rahimahullāh, penulis kitab tafsir Adwā'ul Bayān*, sangat zuhud terhadap harta duniawi,

al Allāmah Asy Syinqīthī rahimahullāh, penulis kitab tafsir Adwā'ul Bayān*, sangat zuhud terhadap harta duniawi, bahkan saking zuhudnya beliau tidak mengenal sejumlah uang kertas. Hal ini sebagaimana dikisahkan oleh Dr. Bakr Abu Zaid, murid beliau. Setiap beliau menerima gaji dari Univ. Islam Madinah tempat beliau mengajar maka beliau berikan kepada Abdullāh putera beliau : " Ambil secukupnya untuk kebutuhan keluarga, dan selebihnya sedekahkan kepada orang orang fakir ! " kata beliau kepada puteranya.
Dr. Bakr bercerita suatu kali ia melihat beliau memakai sepasang sandal yang selen (beda warna). 
Wahai syaikh, seandainya saja anda mencetak komersial kitab anda Adwāul Bayān setidaknya ada akan mendapatkan royaltinya ?!. Saran Dr. Bakr.
Tetapi jawaban beliau : " Aku tidak akan mengkomersialkan penjelasanku terhadap Al Qur'an. Tidak mungkin akan ada yang lancang mencetak kitabku ini kemudian dikomersialkan dan aku mendoakan keburukan kepada orang itu ...".
_______
*) bihamdillah saya sempat membaca kehebatan beberapa topic dari kitab tafsir beliau ini untuk belajar penerapan kitab beliau al mudzakkirah dan syarh marāqi su'ud dalam disiplin ushul fiqhi.
Ustadz jabir 

Siapa yang merasa ada kekurangan dalam ucapan, perbuatan, dan rezekinya, atau merasa hatinya mulai berpaling, hendaklah ia beristighfar."

ISTIGHFAR

Ibnu Taimiyyah berkata:
"الاستغفار أكبر الحسنات، وبابه واسع
فمن أحس بتقصير في قوله أو عمله
أو رزقه أو تقلب قلبه فعليه بالاستغفار"
مجموع الفتاوى (11\390)

"Istighfar itu adalah amal yang paling istimewa. Pintunya pun sangat luas.

Siapa yang merasa ada kekurangan dalam ucapan, perbuatan, dan rezekinya, atau merasa hatinya mulai berpaling, hendaklah ia beristighfar."
Ustadz ihsan Muhammad 

Inilah hakikat jamaah Sururiyyah, sungguh sangat berbahaya pemikiran dan tandzim mereka, meskipun menampakkan dzahirnya Sunnah.

#IM_SURURI

Inilah hakikat jamaah Sururiyyah, sungguh sangat berbahaya pemikiran dan tandzim mereka, meskipun menampakkan dzahirnya Sunnah.

Syaikh Prof. Dr. Abdus Salam As Suhaimi حفظه الله [Penulis kitab Kun Salafiyyan alal Jaadah, Al Jihad fil Islam dan Fikrut Takfir, dll] adalah diantara ulama yang sangat mendalami penelitian terkait Ikhwanul Muslimin beserta keturunannya gerakan Takfiriyyin dan Sururiyyah, dalam potongan video ini beliau membacakan diantara ucapan tokoh utama Sururiyyah -Muhammad Surur Zainal Abidin [Anggota IM Suriyah dari jalur Hasan Al Banna kemudian ketika di Saudi menampakkan Sunnah tetapi membawa pemikiran IM]-, silahkan disimak.

IM (Ikhwanul Muslimin) memiliki tiga Madrasah yang sangat berpengaruh di dunia internasional:
- Madrasah Hasan Al Banna.
- Madrasah Sayyid Quthb.
- Madrasah Sururiyyah [menggabungkan 2 madrasah diatas dengan dibungkus/casing Sunnah dzahir], ini yang lebih berbahaya. 

Sebagai contoh di beberapa negara Arab terutama Saudi pemikiran IM sulit untuk diterima kecuali dengan berbaju Sunnah dzahir,  maka siasat mereka menampakkan Sunnah dalam pakaian, kajian, dan beberapa tulisan, jika sudah bisa diterima maka akan memasukkan pemikiran tandzim IM dengan halus. 

ini yang dilakukan para tokoh IM dari Mesir dan Suriyah saat itu, adapun pemimpin tandzim IM pertama di Saudi saat itu adalah Mana' Khalil Qathan Al Mishri [penulis banyak kitab, seperti Mabahits fi ulumil Quran, Mabahits fi ukumil Hadits, Tarikh Tasyri' dll]. 

Maka waspadalah dan terus belajar, serta jangan mudah tertipu casing terlebih dizaman fitnah. 
Berkata Imam Al Barbahari رحمه الله :

واحذر ثم احذر أهل زمانك خاصة، وانظر من تجالس، وممن تسمع، ومن تصحب !!

"Waspadalah.. dan berhati-hatilah dari orang-orang yang hidup dizamanmu secara khusus, perhatikanlah siapa teman dudukmu, dari siapa engkau mendengar, dan dengan siapa engkau  berkawan". (Syarhus Sunnah, hal. 125, no. 150 -ringkas-).

ثبتني الله وإياكم على التوحيد والسنة،.
Ustadz alif el qibty
https://www.facebook.com/share/v/kZTX4XXVcNMPVvfi/?mibextid=oFDknk

Rabu, 01 Mei 2024

𝗞𝗘𝗕𝗔𝗛𝗔𝗚𝗜𝗔𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗦𝗘𝗡𝗚𝗦𝗔𝗥𝗔𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗛𝗔𝗠𝗕𝗔 𝗧𝗘𝗥𝗚𝗔𝗡𝗧𝗨𝗡𝗚 𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗔𝗠𝗔𝗟𝗔𝗡 𝗧𝗘𝗥𝗔𝗞𝗛𝗜𝗥𝗡𝗬𝗔

𝗞𝗘𝗕𝗔𝗛𝗔𝗚𝗜𝗔𝗔𝗡 𝗗𝗔𝗡 𝗞𝗘𝗦𝗘𝗡𝗚𝗦𝗔𝗥𝗔𝗔𝗡 𝗦𝗘𝗢𝗥𝗔𝗡𝗚 𝗛𝗔𝗠𝗕𝗔 𝗧𝗘𝗥𝗚𝗔𝗡𝗧𝗨𝗡𝗚 𝗣𝗔𝗗𝗔 𝗔𝗠𝗔𝗟𝗔𝗡 𝗧𝗘𝗥𝗔𝗞𝗛𝗜𝗥𝗡𝗬𝗔

Oleh: Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc, M.A. 

Sesungguhnya modal utama yg dimiliki seorang hamba di dunia ini adalah umurnya. Jika ia gunakan umurnya untuk berbuat baik dan taat kpd Allah, niscaya ia akan meraih keuntungan yg besar dan keselamatan yg abadi di #akhirat.

Namun jika ia gunakan masa hidupnya di dunia yg fana nan sebentar ini untuk berbuat #dosa dan #maksiat kpd Allah, maka pasti ia akan mendapat kerugian yg besar serta merasakan kesengsaraan dan kebinasaan yg abadi di alam #akherat kelak.

Oleh karena itu, orang yg pandai dan beruntung di dunia dan akhirat ialah siapa saja yg dapat mengekang dan menundukkan hawa nafsunya, serta membimbingnya untuk senantiasa memperbanyak amal sholih sebagai bekal perjalanan hidupnya menuju ke alam akhirat yg kekal nan abadi.

» Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

(10) قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Artinya: “Sungguh telah beruntung orang yg mensucikan jiwanya. Dan sungguh telah merugi orang yg mengotori jiwanya.” (QS. Asy-Syamsi: 9-10)

Makna ayat tersebut, sungguh telah beruntung dan #bahagia orang yg mensucikan jiwanya dengan melakukan amal-amal kebaikan dan ketaatan kpd Allah, mengikuti petunjuk Rasul-Nya, serta menjauhi apa saja yg dilarang-Nya. Dan sungguh telah merugi sebesar-besarnya siapa saja yg mengotori jiwanya dengan melalaikan kewajiban-kewajibannya kpd Allah, melanggar larangan-laranganNya, serta melumuri jiwanya dengan noda-noda dosa dan maksiat.

» Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت والعاجز من أتبع نفسه هواها وتمنى على الله الأماني

(Al-Kayyisu man Daana Nafsahu wa ‘amila limaa ba’da al-Mauti, wal ‘Aajizu man Atba’a Nafsahu Hawaahaa wa Tamannaa ‘Alallaahi al-Amaani)

Artinya: “Orang yg pandai ialah siapa saja yg menundukkan hawa nafsunya dan beramal utk hari setelah kematian (yakni hari akhirat). Sedangkan orang yg lemah (bodoh) ialah siapa saja yg senantiasa mengikuti hawa nafsunya dan banyak berangan-angan kpd Allah (tapi tanpa beramal, pent).” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad, Al-Baihaqi, Ath-Thobroni Dan selainnya. Derajat hadits ini secara sanad dinyatakan DHO’IF Oleh Syaikh Al-Albani, namun maknanya SHOHIH).

Berdasarkan kedua ayat dan hadits di atas, marilah kita semua bersungguh-sungguh dlm melakukan amal-amal kebajikan dan ketaatan kpd Allah, serta menjauhi segala perbuatan dosa dan maksiat hingga kematian menjemput kita. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Beribadahlah engkau kepada Tuhan-Mu hingga datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr: 99)

Dan juga dikarenakan #kebahagiaan dan kesengsaraan seorang hamba itu tergantung pada amalan-amalan terakhirnya yg menjadi penutup kehidupannya di dunia ini.

» Hal ini berdasarkan hadits yg shohih, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

إنما الأعمال بالخواتيم (رواه البخاري).

Artinya: “Sesungguhnya amalan-amalan (seorang hamba) itu tergantung pada amalan-amalan penutupnya.” (HR. Imam Al-Bukhari).

Maksudnya, amalan terakhir seorang hamba yg menjadi penutup kehidupannya di #dunia ini.

» Az-Zarqoni rahimahullah didlm Syarah Al-Muwaththo’ menerangkan makna hadits tsb dengan mengatakan, “Bahwasanya nasib seseorang sangat ditentukan oleh amalan terakhirnya, dan dengan amalan terakhirnya itu ia akan diberi balasan (oleh Allah).” (Lihat Syarhu Al-Muwaththo’ imam Malik)

Maksudnya, barangsiapa yg berpindah dari perbuatan buruk kepada perbuatan baik, maka ia dianggap sebagai orang yg bertaubat kpd Allah. Dan barangsiapa yg berpindah dari keimanan menuju kekufuran, maka ia dianggap sebagai orang yg murtad.

» Penafsiran Az-Zarqoni rahimahullah terhdp hadits ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لا عليكم أن لا تعجبوا بعمل أحد حتى تنظروا بم يختم له

Artinya: “Janganlah kalian merasa kagum dengan amalan seseorang sehingga kalian melihat dengan amalan apa yg mengakhiri hidupnya.” (HR. Ahmad di dlm Al-Musnad. Dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani n Syu’aib Al-Arnauth rahimahumallah)

» Disebutkan dlm hadits shohih, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berjihad melawan kaum musyrikin, tiba2 ada seseorang yg dengan gagah berani menerjang barisan kaum musyrikin dan membabat habis siapapun yg menghadangnya. Nabi mengatakan bahwa ia termasuk calon penghuni neraka. Maka para sahabat merasa heran dgn perkataan Nabi tsb. Akhirnya, ada seorang sahabat yg membuntuti orang pemberani tsb. Dan ternyata ia menyaksikan secara langsung orang tsb bunuh diri dengan menusukkan pedangnya ke dlm perutnya. Ia mati bukan karena dibunuh oleh orang musyrik, tapi dia membunuh dirinya sendiri. Maka, sahabat tsb menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam seraya mengucapkan, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah.” Dan ia pun memberitahukan kejadian tsb kpd beliau. (Makna hadits ini diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari no.2898, dari jalan SahL bin Sa’ad radhiyallahu anhu).

» Sedangkan Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqolani rahimahullah membawa makna hadits tsb kpd siapa saja yg beramal sholih namun dengan niat riya’ (pamer) dan atas dasar kemunafikan, maka ia akan mengakhiri hidupnya dengan keburukan. (Na’udzu billahi min Dzalik)

» Penafsiran ini sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إن العبد ليعمل في ما يرى الناس عمل أهل الجنة وإنه لمن أهل النار. ويعمل في ما يرى الناس عمل أهل النار وهو من أهل الجنة. وإنما الأعمال بخواتيمها

Artinya: “Sesungguhnya ada seorang hamba yg melakukan amalan penghuni surga menurut pandangan manusia, padahal sesungguhnya (di mata Allah) ia termasuk penghuni neraka. Dan ada seorang hamba yg melakukan amalan penghuni neraka menurut pandangan manusia, padahal sesungguhnya (di mata Allah) ia termasuk calon penghuni Surga. Dan sesungguhnya amalan-amalan hamba itu ditentukan oleh amalan penutup (hidup)nya.” (HR. Al-Bukhari)

Hadits shohih ini menunjukkan kpd kita tentang tidak ikhlasnya niat orang yg beramal sholih tsb, sehingga Allah menolak amalannya dan akan memasukkannya ke dlm api neraka, meskipun manusia memandangnya sebagai orang sholih calon penghuni surga.

Demikianlah faedah ilmiyah dan mau’izhoh hasanah yg dapat kami sampaikan. Smg menjadi tambahan ilmu yg bermanfaat. Dan smg Allah menjadikan kita semua sebagai hamba-hamba-Nya yg beruntung dan bahagia di dunia dan akhirat. Amiin.

(29 Romadhon 1434 / 7 Agustus 2013).

Sumber: 
BBG Majlis Hadits, chat room Bening Hati. 
PIN: 2987565B , 296A5B45

https://abufawaz.wordpress.com/2013/08/10/kebahagiaan-dan-kesengsaraan-seorang-hamba-tergantung-pada-amalan-terakhirnya/

...

Di antara kunci ilmu adalah mempersiapkan wadahnya siap dan cocok menerima Ilmu, yaitu hati,

Di antara kunci ilmu adalah mempersiapkan wadahnya siap dan cocok menerima Ilmu, yaitu hati, Syaikul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata; 

“Sesungguhnya hati jika tipis dan lembut maka penerimaannya terhadap ilmu menjadi gampang dan mudah, dan ilmu menjadi kuat mendalam dan memberi dampak di dalam hatinya, dan jika dia keras tebal maka penerimaannya terhadap ilmu menjadi sukar dan susah. “ Ibn Taimiyyah
ustadz musamulyadi

KEMAKSIATAN SECARA TERANG-TERANGAN

KEMAKSIATAN SECARA TERANG-TERANGAN 

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan :

المنكر إذا أعلن فيجب إنكاره علناً

“Kemungkaran apabila dilakukan secara terang-terangan maka wajib mengingkarinya secara terang terangan juga.”

(Liqa Bab Al-Maftuh 12/54)