Senin, 01 Agustus 2022

Faedah dari Mukadimah daurah bersama Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Amir ar-Ruhaily dan Syaikh Prof. Dr. Tarhib ad-Duwaisiry di Hotel Gren Alia Jakarta, Selasa, 4 al-Muharram 1444 / 2 Agustus 2022)

- Dakwah para nabi dan rasul adalah menyeru/mengajak manusia untuk menegakkan tauhid
- Para da’i juga fokus utamanya harus kepada dakwah tauhid
- Dakwah di jalan Allah harus didasari dengan ilmu (bashirah)
- Dakwah juga harus dengan hikmah dan kelembutan
- Dakwah di jalan Allah harus ikhlas karena Allah, karena termasuk ibadah yang mulia
- Wajibnya berpegang teguh dengan al-Quran dan as-Sunnah dan jauhi perpecahan

(Faedah dari Mukadimah daurah bersama Syaikh Prof. Dr. Ibrahim Amir ar-Ruhaily dan Syaikh Prof. Dr. Tarhib ad-Duwaisiry di Hotel Gren Alia Jakarta, Selasa, 4 al-Muharram 1444 / 2 Agustus 2022)
Ustadz muadz mukhadasin

Sedikit KOREKSI Bagi Orang/Lembaga yang Diamanahi Untuk Membagikan Zakat Mal Kepada Faqir/Miskin

Sedikit KOREKSI Bagi Orang/Lembaga yang Diamanahi Untuk Membagikan Zakat Mal Kepada Faqir/Miskin

Sependek pengetahuan saya, orang atau lembaga yang diamanatkan untuk membagikan harta zakat biasanya akan mendata fakir/miskin di suatu wilayah, kemudian membagikan harta zakat sama rata. Jika harta zakat yang terkumpul 40 juta rupiah dan data faqir/miskin sebanyak 100 orang/KK, maka setiap orang atau KK akan mendapatkan Rp 400.000,-. 

Tentunya dengan nominal sekecil itu, tidak akan mengentaskan kafakiran dan kemiskinan. Bahkan untuk sekedar menutupi kebutuhan sebulan pun tidak cukup. Sedangkan Allah Ta'ala mensyariatkan zakat untuk sebuah tujuan yang agung.

Sebelum lebih jauh, kita satukan persepsi dulu, siapakah faqir dan miskin?

1. Faqir : Orang yang tidak memiliki harta yang dapat menutupi kebutuhan hidupnya dan kebutuhan menafkahi keluarganya. Kebutuhan di sini berupa makanan, minuman, pakaian, maupun tempat tinggal. Dia tidak memiliki penghasilan apapun atau memiliki penghasilan yang hanya dapat menutupi kurang dari separuh kebutuhan bulanannya.

2. Miskin : Orang yang memiliki penghasilan yang hanya cukup untuk memenuhi separuh kebutuhan bulanannya atau lebih sedikit. Seperti orang yang berpenghasilan 1,8 juta rupiah sedangkan kebutuhan keluarganya 3 juta rupiah.

Bagaimanakah cara membagikan harta zakat kepada fuqara' dan masakin?

Jawab : dengan memberikan sejumlah harta zakat untuk mencukupi kebutuhannya SELAMA SATU TAHUN.

Gambarannya ; 

- Jika seorang faqir tinggal di kota A yang kebutuhan bulanannya 3 juta rupiah, maka diberikan dari harta zakat sejumlah 36 juta rupiah.
- Jika seorang faqir tinggal di kota B yang kebutuhan bulanannya 4 juta rupiah, maka diberikan dari harta zakat sejumlah 48 juta rupiah.
- Jika seorang miskin tinggal di kota A yang kebutuhan bulanannya 3 juta rupiah dan ia hanya memiliki penghasilan bulanan 1,5 juta rupiah, maka diberikan dari harta zakat sejumlah 18 juta rupiah.

Hikmah dari ketentuan ini adalah, pengentasan kefakiran dan kemiskinan dari kaum muslimin. Jika seorang faqir menghabiskan uang dari zakat untuk kebutuhan keluarganya, selama satu tahun dia terhindar dari meminta-minta. Atau dia dapat mempergunakan harta zakat untuk modal usaha.

Wallahu A'lam
Ustadz abu razin taufiq

Nasehat Syaikh Dr Abdulloh Al Habr -hafidhohulloh- untuk para santri dan asatidzah:

Nasehat Syaikh Dr Abdulloh Al Habr -hafidhohulloh- untuk para santri dan asatidzah:

1. Semoga semuanya termasuk 7 golongan yang dinaungi oleh Alloh nanti di hari kiamat, karena termasuk “seorang yang tumbuh besar sibuk dengan ibadah kepada Alloh”.
2. Ini jalannya para Nabi dan Para Rasul yaitu berdakwah dijalan Alloh, namun sebelumnya harus berilmu kemudian beramal
3. Ilmu itu bermacam-macam hukumnya, ada yang wajib bagi setiap orang, ada yang fardhu kifayah. Dan memuntut ilmu syar’i termasuk yang wajib bagi setiap manusia
4. Harus mengikhlaskan seluruhnya untuk Alloh mempelajari kalimat tauhid, rukun islam wajib kita mempelajarinya, kemudian yang diwajibkan dan yang dilarang oleh Alloh harus kita mengetahuinya. Setelah mengetahui dituntut untuk mengikuti kebenaran dan menjauhi larangan tersebut
5. Jalan kesurga itu banyak halangan dan rintangan, maka jangan kaget karena memang akan banyak ujian dan cobanyan maka harus sabar
6. Maka barang siapa yang menuntul ilmu, mengamalkan, mendakwahkan, bersabar di atasnya makan ia akan mendapatkan keberuntungan mengikuti jalannya para Nabi dan Rasul
Ustadz arif nurrohim 

Ya Syaikh, mengapa Anda bisa begitu dicintai orang banyak?"

"Ya Syaikh, mengapa Anda bisa begitu dicintai orang banyak?"
"Saya tak pernah dengki seorang muslim pun." Jawab Syaikh Bin Baz رحمه الله
Ustadz hidayat magribi

Berbicara saat berwudhu hukumnya makruh.

Berbicara saat berwudhu hukumnya makruh.

~ Syaikh Samir Al-Hakali, Al-Yaqut Al-Munadhdhod, hlm. 37
Ustadz hidayat magribi

HADIAH SABAR TERHADAP SUAMI/ISTERI

HADIAH SABAR TERHADAP SUAMI/ISTERI

Al-Allamah Syaikh Dr. Muhammad bin Muhammad Al-Mukhtar Asy-Syinqiti حفظه الله pernah menceritakan, 
Suatu ketika ada seorang murid berkunjung ke rumah gurunya. Lalu si murid melihat putra sang guru, serta takjub dengan adab dan baktinya terhadap sang ayah. 

Guru itu bertanya, "Apakah kamu takjub dengan adab anak saya?"
"Iya, saya sangat takjub." Jawab si murid. 

Lalu gurunya mengatakan, "Ini adalah hadiah dari Allah karena kesabaran saya. Saya menahan diri dan sabar menghadapi ibunya. Ibunya semenjak 20 tahun, tak pernah sekalipun senyum di wajah saya. Maka sebagai gantinya, Allah berikan hadiah berupa anak yang begitu bakti." 

Ada seorang lelaki bermimpi menginjak tikus dan keluar kurma dari perutnya. Ia pun mendatangi dan bertanya kepada Imam Muhammad bin Sirin رحمه الله tentang apa tafsir mimpinya. Maka sang imam menjawab, 
"Isterimu seorang fasiq, tapi ia melahirkan anak yang shalih." 

Tikus dalam hadits riwayat Nasa'i disebut Fuwaisiqah (binatang fasiq), dan kurma adalah perumpamaan orang shalih sebagaimana riwayat Bukhari. 

Pelajaran yang kita dapat ambil adalah,
- Terkadang ada suami yang diuji dengan isterinya, atau sebaliknya isteri diuji dengan suaminya. Maka bersabarlah, bisa jadi kebahagiaan kamu dapatkan bukan bersamanya tapi bersama anak yang shalih dan bakti.

- Hendaknya seorang murid berkunjung ke rumah gurunya, untuk mendapatkan pelajaran-pelajaran hidup, yang sering kali tidak diperoleh di dalam kelas. 

- Tidak menutup kemungkinan, meskipun ayah atau ibu seorang fasiq, tapi anak seorang yang shalih. Karena hidayah adalah hak Allah, yang diberikan sesuai kehendak-Nya. 

- Dahulu para salaf menafsirkan mimpi dengan memahami istilah-istilah Al-Qur'an dan hadits. Menafsirkan mimpi tidak boleh sembarang orang. Selain pribadi yang shalih, ia juga memiliki pemahaman yang baik terhadap Al-Qur'an dan hadits.

Catatan: 
Hidayat Magribi, M.A
- Abu Afaf - 

Semoga bermanfaat 🙏

ADAB DENGAN HATIBanyak sekali yang bertanya kepada kami, "Buku apa yang digunakan untuk mengajarkan adab kepada santri?"

ADAB DENGAN HATI

Banyak sekali yang bertanya kepada kami, "Buku apa yang digunakan untuk mengajarkan adab kepada santri?" 

Biasanya kami menjawab, "Sangat bagus menurut kami adalah At-Tibyan Imam Nawawi رحمه الله, karena isinya menerangkan tataran praktek. Bukan banyak berteori. Namun alangkah baiknya jika pendidik membaca juga buku-buku yang lain, baik buku klasik maupun kontemporer." 

Namun setelah itu ada catatan penting, yaitu; Adab bukanlah teori, adab adalah praktek. Mau menggunakan kitab rujukan apapun, jika si pengajar tidak beradab, tidak akan memberikan perubahan.

Itupun mengajarkannya bukan masuk kelas, membacakan isi buku, tidak tahu murid faham atau tidak, setelah itu tuntas. Mengajarkan adab itu harus dengan hati, menjiwai setiap poin adab yang diajarkan para ulama kita. 

Intinya, yang harus kita lakukan sebagai pendidik adalah: BENAHI DIRI, AJARKAN DENGAN HATI.

Mari kita simak dan perhatikan ucapan Imam Ibnul Jauzi رحمه الله dalam Shaid Al-Khathir, hlm. 158, saat menceritakan kondisi guru-guru beliau, 
"Syaikh yang paling banyak memberi manfaat adalah yang mengamalkan ilmunya. Aku telah bertemu dengan banyak Syaikh, dan antara satu dengan yang lain berbeda-beda, tingkatan mereka sesuai dengan kadar ilmunya. Dan yang paling banyak memberi manfaat bagiku adalah Syaikh yang mengamalkan ilmunya, meskipun Syaikh yang lain lebih alim.

Aku juga sudah menemui sejumlah ulama ahli hadits, mereka hafal dan faham, hanya saja mereka bermudah-mudahan ghibah hingga keluar dari jalur Jarh wa Ta'dil. Mereka juga nengambil upah dengan membacakan hadits. Mereka biasa terburu-buru menjawab pertanyaan, supaya pamornya tidak turun, meskipun jatuh dalam kesalahan.

Hingga kemudian aku bertemu dengan Abdul Wahhab Al-Anmathi, beliau sesuai dengan rambu-rambu Salaf. Di majelisnya tidak terdengar ghibah, tidak meminta upah membacakan hadits. Dahulu jika aku membaca hadits-hadits Raqa-iq (pelembut hati), beliau pasti menangis dengan tangisan yang panjang. Meskipun saat itu aku masih kecil, tapi tangisan beliau begitu berkesan dalam hatiku, membangun pondasi, dan perangai beliau persis dengan akhlak para Syaikh hadits terdahulu yang sering kita dengar."

Adab dan akhlak kita akan terkesan jika terterjemahkan dalam amal perbuatan, bukan hanya teori di buku yang didiktekan di hadapan murid.

Catatan: 
Hidayat Magribi, M.A 
- Abu Afaf -

Semoga bermanfaat 🙏
Ustadz hidayat magribi