Kamis, 21 Juli 2022

Sanad adalah bagian dari agama ; andaikan tidak ada sanad maka setiap orang akan berkata sesuai keinginan dan kehedaknya

Sebagaimana dikatakan oleh Ulama ahli hadits dalam hal keotentikan hadits :
"Sanad adalah bagian dari agama ; andaikan tidak ada sanad maka setiap orang akan berkata sesuai keinginan dan kehedaknya "
.
maka kita katakan dalam hal dalālah nash-nash syar'i :
" Ushul fikih adalah bagian dari agama ; andaikan tidak ada ushul fikih maka setiap orang akan berkata sesuai sesuai keinginan dan kehedaknya "
.
✒ Faidah dari Dr. Āmir bin Fidā' Bahajat حفظه الله
Ustadz fandy abu syarifah


saya menikahi wanita yg tidak shalihat, agar semoga Allah memberinya hidayah lewat tanganku ?

Rabu, 20 Juli 2022

Urutan mempelajari kitab aqidah karya Syeikhul Islām Ibn TaimiyahAl-Wāsithiyah lalu al-Hamawiyah kemudian al-Tadmuriyah

Urutan mempelajari kitab aqidah karya Syeikhul Islām Ibn Taimiyah

Al-Wāsithiyah lalu al-Hamawiyah kemudian al-Tadmuriyah karya Syeikhul Islam Ibn Taimiyah, tiga matan ini bagaikan bangunan yang tidak ada bandingnya dalam pembahasan aqidah Ahlussunnah.

Syeikh Ibnu 'Utsaimin meringkasnya, membuat taqrib (pendekatan) dan juga ta'liq (penjelasan singkat) untuk tiga matan tersebut agar mudah dipelajari oleh pemula dan menjadi pengingat bagi penuntut ilmu lanjutan.

Satu hari cukup untuk membaca kitab mudzakkirah al-Wāsithiyah, Talkhis al-Hamawiyah dan Taqrib al-Tadmuriyah karya Syeikh Ibnu 'Utsaimin.

Dr. Abdul Azīz al-Syāyi'
Al akh erlangga

hal akhlak sebagaimana rezeki

Manusia dalam hal akhlak sebagaimana dalam hal rezeki; ada yang kaya, ada yang serba kurang, dan ada yang pertengahan.

Ibnu Mas'ud—semoga Allah meridainya—berkata, "Sungguh, Allah membagi jatah akhlak di antara kalian sebagaimana Dia membagi jatah rezeki di antara kalian."

Jadilah orang yang kaya dengan akhlak Anda yang mulia. Bersikaplah kepada orang lain sebagaimana Anda ingin orang lain menyikapi Anda.
Ustadz ferr

Prof. Dr. Sa'd bin Turki Al-Khatslan

Bagaimana hukum laundry pakaian? Sebagian orang ada yang tidak mau laundry karena takut tercampur najis dari pakaian lain, sehingga najisnya menyebar kepakaian yang lain, dan menjadikannya najis.

Laundry pakaian

Bagaimana hukum laundry pakaian? 
Sebagian orang ada yang tidak mau laundry karena takut tercampur najis dari pakaian lain, sehingga najisnya menyebar kepakaian yang lain, dan menjadikannya najis.
apakah benar demikian? Mari simak penjelasan fikih sunnah berikut,

Syaikh sayyid sabiq rahimahullah menjelaskan, bahwa pakaian dan badan yang terkena najis maka wajib dicuci dengan air hingga hilang najisnya, jika najisnya terlihat, dan jika stelah dicuci masih tersisa najisnya maka dimaafkan, seperti sisa darah pada pakaian yg sulit hilangnya walaupun setelah dicuci.

Adapun najis yg tidak terlihat, seperti air kencing yang terkena pakaian, maka cukup dengan mencucinya walaupun hanya sekali, itu sudah menjadikannya suci.

Dari penjelasan diatas, maka masuk dalam bab ini laundry pakaian, walaupun ada salahsatu pakaian yang najis dalam mesin cuci, maka setelah dicuci dengan air menjadikannya suci, walaupun hanya sekali cuci.

Wallahua'lam.

Selasa, 19 Juli 2022

Hati-Hati Wahai Peruqyah

Hati-Hati Wahai Peruqyah 

Wajib bagi peruqyah yang meruqyah manusia untuk sangat berhati-hati dalam meruqyah, agar menjaga agama dan akidahnya.
Sebagian peruqyah -semoga Allah beri petunjuk kepada mereka- oper akting dengan memberikan kesan pada orang sakit dengan mengatakan bahwa ia terkena sihir, 'ain atau terkena gangguan jin, lebih parahnya lagi menuduhkan hal itu kepada orang lain, kepada si fulan atau si 'alan yang telah melakukan sihir, padahal belum tentu benar, perlu diketahui bahwa hal ini adalah perbuatan yang haram, tidak boleh dilakukan, karena hal ini akan menimbulkan beberapa kerusakan, diantaranya:

1. Menerka-nerka hal ghaib 

Menerka-nerka hal yang ghaib merupakan dosa besar, bahkan sangat dikhawatirkan bagi pelakunya jatuh pada sesuatu yang lebih besar dari pada itu, karena tidak ada yang mengetahui hal ghaib melainkan Allah semata.

Allah Ta'ala berfirman :

{ قُل لَّا یَعۡلَمُ مَن فِی ٱلسَّمَـٰوَ ٰ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَیۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ وَمَا یَشۡعُرُونَ أَیَّانَ یُبۡعَثُونَ }

Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”
[ Qs. An Naml: 65 ]

Dan Allah Ta'ala berfirman tentang para pembantu Nabi Sulaiman dari kalangan jin :

{ فَلَمَّا قَضَیۡنَا عَلَیۡهِ ٱلۡمَوۡتَ مَا دَلَّهُمۡ عَلَىٰ مَوۡتِهِۦۤ إِلَّا دَاۤبَّةُ ٱلۡأَرۡضِ تَأۡكُلُ مِنسَأَتَهُۥۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَیَّنَتِ ٱلۡجِنُّ أَن لَّوۡ كَانُوا۟ یَعۡلَمُونَ ٱلۡغَیۡبَ مَا لَبِثُوا۟ فِی ٱلۡعَذَابِ ٱلۡمُهِینِ }

Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.
[ QS. Saba :14 ]

2. Hal tersebut merupakan tindakan kedhzaliman terhadap orang yang dituduh melakukan perbuatan ini dengan tanpa bukti dan dalil yang shahih, hanya bersandar pada dugaan-dugaan semata, sedangkan kedhzaliman itu merupakan kegelapan pada hari kiamat.

3. Ini menimbulkan kerusakan hubungan sosial antara kerabat, tetangga, saudara, kawan dan orang-orang yang dikenal, menumbuhkan kebencian di hati sebagian mereka atas yang lainnya, apabila terjadi hal ini maka sulit untuk disatukan kembali.

إن القلوب إذا تنافر ودها ... مثل الزجاجة كسرها لا يجبر

"Sungguh hati itu jika telah ditinggal oleh rasa cinta...bagaikan kaca pecah sulit untuk disatukan"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 

لا تدخلوا الجنة حتى تؤمنوا ولا تؤمنوا حتى تحابوا

"Kalian tidak akan masuk Surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga saling mencinta".
HR. Muslim: 54.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga bersabda :

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

"Salah satu dari kalian tidak dikatakan beriman sehingga ia mencintai bagi saudaranya sebagaimana ia mencintai untuk dirinya sendiri"
HR. Bukhari: 13, Muslim: 45

4. Peruqyah semacam ini juga menjadi penyebab orang sakit masuk dalam was-was, khayalan dan halusinasi, ragu dengan orang-orang sekitarnya, yang si penderita kadang tidak bisa keluar dari hal-hal tersebut sepanjang hayatnya.

( lihat: Maraqi al-Izzah wa muqawwimat as-sa'adah, karya : Prof.Dr. Sulaiman bin Ibrahim Al-Lahim, hal: 350-351).

Semoga Allah menjauhkan kaum muslimin dari para peruqyah model begini, aamiin.

Akhukum: Abu Ya'la Kurnaedi

Telah sampai berita kepadaku bahwa sebagian Masyaikh di Halb tiba di Damaskus dan berkata, “ aku mendengar di negeri ini ada seorang anak yang ia dipanggil dengan ’ Ahmad bin Taimiyyah Sarii'ul Hifzhi, yang cepat dalam menghafalkan’ . Aku datang kesini dengan tujuan agar aku bisa melihatnya.. ”

Telah sampai berita kepadaku bahwa sebagian Masyaikh di Halb tiba di Damaskus dan berkata, “ aku mendengar di negeri ini ada seorang anak yang ia dipanggil dengan ’ Ahmad bin Taimiyyah Sarii'ul Hifzhi, yang cepat dalam menghafalkan’ . Aku datang kesini dengan tujuan agar aku bisa melihatnya.. ”

Seorang penjahit berkata padanya, “ ini adalah jalan menuju kuttabnya, duduklah sejenak bersama kami. Akan lewat seseorang untuk pergi ke kuttab.. ”

Ketika anak tersebut lewat,  “ ini dia, anak yang sedang membawa papan yang besar. ”

Syaikh memanggilnya, dan mengambil papannya dan menulis 11 sampai 13 matan hadits dan menyuruhnya untuk membacanya. Dan ia cukup untuk melihatnya sekali saja. Kemudian Syaikh berkata padanya, “perdengarkanlah hadits itu padaku!! ” ia pun membacanya secara langsung (tanpa melihat) persis sebagaimana yang tertulis. 

Kemudian Syaikh menulis beberapa sanad yang ia pilih.  Anak ini cukup melihat sekali sebagaimana yang ia lakukan di awal, dan ia telah menghafalnya.  Syaikh tersebut pun bangkit dan berkata, 

“ kalau seandainya anak ini diberi umur, niscaya ia akan menjadi orang yang memiliki kedudukan agung. Karena tidak ada anak semisalnya. ” { Uluwwul Himmah hal 373}

Maka ia pun berumur panjang, menjadi sebagaimana yang telah dikatakan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah

_____

Seringnya firasat seorang guru itu tidak salah. dan ketinggian tekad tidak  tersembunyi meskipun di masa kanak kanak. 

å Zakariya Rizky Abu Zakiyyah