Jumat, 08 Juli 2022

Nasehat Syaikh Ashim Al-Qoryuti terkait perselisihan kapan Puasa Arafah :

Nasehat Syaikh Ashim Al-Qoryuti terkait perselisihan kapan Puasa Arafah :

1. Khilaf dlm masalah ini tidak merusak kasih sayang.
2. Berusaha beramal sesuai dengan dalil.
3. Masalah khilaf. Ada masalah kontemporer yg memang ga ada asal perselisihan di kalangan Salaf. Ada juga yg memang ada asalnya.
4. Dalam masalah Puasa Arafah, apakah mengikuti ru'yah Saudi tmpt pelaksanaan Haji atau mengikuti ru'yah masing2 ada pendapat dari kalangan Salaf. Tidak masalah mengambil salah satu pendapat tsb dan tidak boleh bersikap kasar kepada pendapat lainnya karena tdk ada dalil qath'i (pasti) dlm masalah ini.
5. Alkhilaf syarrun (buruk) semuanya.
6. Wajib menjaga persatuan dan berlapang dada dalam masalah yg dibolehkan berijtihad di dalamnya.

(Diterjemahkan dan dinomor urutan oleh Abahana dr audio yg dishare di salah satu group duat.)

Syaikh Ashim hafizhahullah salah satu murid Syaikh Albani rahimahullah.

Klo Syaikh Albani sendiri dalam masalah ini menguatkan pendapat ittihadul mathali' satu dunia satu mathla' baik idul fithri, dan iedul adha.

Namun karena melihat fenomena kaum muslimin yg terkotak-kotak dg negri2 dan pemerintahan2 masing dan berbeda2 dalam menetapkan hari raya, beliau menyarankan utk mengikuti pemerintah masing2 demi menjaga persatuan dan amal jama'i dalam berhari raya. 

Dan jika tetap ingin melaksanakan hari raya yg berbeda dg pemerintah hendaknya melaksanakannya dalam komunitas yg terbatas saja dan tidak mensyiarkannya.
Ustadz ridwan abu raihana

berlapang dada

Ingin kokoh dalam manhaj salaf?

Ingin kokoh dalam manhaj salaf? Saya sarankan pelajari berulang-ulang kitab-kitab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan muridnya Ibnu al-Qayyim rahimahumallaah, insyaallah anda akan kokoh dalam manhaj aqidah, tafsir, hadis dan ilmu hadis, fikih dan ushul fikih, silahkan mencoba, baarakallaah fiikum.
Ustadz noor akhmad setiawan

Pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah terkait rukyat hilal dzulhijjah.

::: Pendapat Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah terkait rukyat hilal dzulhijjah. 

"Adapun mengenai masalah rukyat hilal Dzulhijjah maka yang dianggap -tanpa ada keraguan- adalah negeri yang menegakkan Manasik (Haji) di dalamnya. Maka apabila hilal telah ditetapkan di sana maka itulah yang diamalkan, dan negeri-negeri lainnya tidak dianggap, itu karena ibadah haji dikhususkan pada tempat tertentu yang tidak bisa dilampaui, maka kapan saja rukyat hilal dzulhijjah telah tetap di tempat itu dan maupun wilayah yang dinisbatkan kepadanya maka hukum pun menjadi tetap, meskipun wilayah-wilayah lain menyelisihinya." (Versi asli berbahasa Arabnya ada pada gambar.)

Fatāwā Nūr Aladdarbi Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah. (7 /201)
Ustadz musamulyadi luqman

Nasehat Emas ibnu Taimiyah rahimahullah ketika terjadi perselisihan antara ustadz

Nasehat Emas ibnu Taimiyah rahimahullah ketika terjadi perselisihan antara ustadz

وإذا وقع بين معلم ومعلم أو تلميذ وتلميذ أو معلم وتلميذ خصومة ومشاجرة لم يجز لأحد أن يعين أحدهما حتى يعلم الحق فلا يعاونه بجهل ولا بهوى بل ينظر في الأمر 
Apabila antara guru dengan guru atau murid dengan murid atau guru dengan murid terjadi perseteruan dan pertengkaran maka tidak boleh seorangpun membantu salah satunya sampai mengetahui kebenaran. Tidak boleh ia mendukung salah satunya dengan kebodohan dan hawa nafsu, tetapi hendaklah ia periksa masalahnya;

فإذا تبين له الحق أعان المحق منهما على المبطل سواء كان المحق من أصحابه أو أصحاب غيره ; وسواء كان المبطل من أصحابه أو أصحاب غيره فيكون المقصود عبادة الله وحده وطاعة رسوله ; واتباع الحق والقيام بالقسط 
Apabila telah jelas kepadanya kebenaran, maka ia mendukung yang berada di atas kebenaran baik itu temannya atau bukan. Sehingga maksud tujuan tertingginya adalah ibadah kepada Allah dan menaati rasulNya. Mengikuti kebenaran dan menegakkan keadilan.

قال الله تعالى : { يا أيها الذين آمنوا كونوا قوامين بالقسط شهداء لله ولو على أنفسكم أو الوالدين والأقربين إن يكن غنيا أو فقيرا فالله أولى بهما فلا تتبعوا الهوى أن تعدلوا 
Allah Ta'ala berfirman: "Hai orang-orang yang beriman jadilah penegakkan keadilan sebagai saksi saksi untuk Allah walaupun atas diri kalian sendiri atau kedua orangtua atau karib kerabat. Jika ia kaya atau faqir maka Allah lebih layak untuk keduanya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu dari berbuat adil."

 ومن مال مع صاحبه - سواء كان الحق له أو عليه - فقد حكم بحكم الجاهلية وخرج عن حكم الله ورسوله 
Barang siapa yang lebih condong kepada sahabatnya walaupun ia di atas kesalahan, maka sesungguhnya ia telah berhukum dengan HUKUM JAHILIYAH dan telah keluar dari hukum Allah dan RasulNya.

(Majmu fatawa 28/16-17)
Ustadz badrusalam 

Dilaknat Karena Khamr

Dilaknat Karena Khamr

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى الْخَمْرِ عَشَرَةً عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِىَ لَهَا وَالْمُشْتَرَاةَ لَهُ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat dalam khamar sepuluh hal:
(1) yang memerasnya, (2) yang mengambil hasil perasannya, (3) yang meminumnya, (4) yang mendistribusikannya, (5) yang memesannya, (6) yang menuangkannya, (7) yang menjualnya, (8) yang memakan hasil penjualannya, (9) yang membeli secara langsung, dan (10) yang membelikan untuk yang lainnya.”
(HR. Tirmidzi, no. 1295. Hadits ini dinilai hasan shahih menurut Syaikh Al-Albani)

Baca lebih banyak disini: https://rumaysho.com/12940-mereka-yang-terkena-laknat.html

Apa bedanya kamu dan dia ???

Bismillah...

✍🏻 Apa bedanya kamu dan dia ???
➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖
Kalau kita sekiranya melihat masyarakat kita membaca alquran di didekat kuburan
Ketahuilah Hadist Shahih Nabi Sudah Terbukti & Kita Masuk Sifat Nya Yahudi

Dan mengikuti cara beribadah orang-orang Yahudi

Orang² Yahudi membaca Kitab mereka di Kuburan. Orang Muslim pun sama, ada diantara mereka yang membaca Al Qur'an di Kuburan. Maka benarlah Hadits yang disampaikan oleh Rasulullah .

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا فِى جُحْرِ ضَبٍّ لاَتَّبَعْتُمُوهُمْ , قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ آلْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ : فَمَنْ

Sungguh kalian (umat islam) akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta sampai jika orang-orang yang kalian ikuti itu masuk ke lubang dhob (sejenis biawak), pasti kalian pun akan mengikutinya.” Kami (para sahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apakah yang diikuti itu adalah Yahudi dan Nashrani?” Beliau menjawab, “Lantas siapa lagi?” (HR. Muslim no. 2669).

Semoga bermanfaat..
Anti Syirik Bid'ah Churafat
Di repost oleh ustadz badrusalam