Senin, 02 Desember 2019

nasehat Al imam abu nu'aim Al ashfahani rahimahullah

NASEHAT YANG MENGGETARKAN

Al Imam Abu Nu'aim Al Ashfahani -rahimahullah- berkata :

 عَلَيكَ بقِلَّةِ الأكلِ تَملِك سَهَرَ اللَّيلِ ، وعَلَيكَ بالصَّومِ فَإنَّهُ يَسُدُّ عَنكَ بَابَ الفُجُورِ ، ويَفتَحُ عَلَيكَ بَابَ العِبَادَة 

Hendaknya engkau sedikit makan sehingga bisa bangun malam, hendaknya engkau gemar berpuasa karena puasa bisa menutup pintu kemaksiatan dan membuka pintu ibadah

 وعَلَيكَ بقِلَّةِ الكَلامِ يَلِينُ قَلبُكَ ، وعَلَيكَ بطُولِ الصَّمتِ تَملِكُ الوَرَعَ 

Hendaknya engkau sedikit bicara sehingga hatimu menjadi lembut, dan hendaknya engkau memperbanyak diam sehingga engkau memiliki sifat wara'

 ولا تَكُن حَاسِدًا تَكُن سَرِيعَ الفَهمِ ، ولا تَكُن طَعَّانًا تَنجُ مِن أَلسُنِ النَّاسِ 

Janganlah engkau menjadi orang yang pendengki niscaya engkau akan mudah untuk memahami ilmu, dan janganlah menjadi orang yang gemar mencela niscaya engkau akan selamat dari bullyan manusia

 وكُن رَحِيمًا تَكُن مُحَبَّبًا إلى النَّاسِ ، وارضَ بِمَا قَسَمَ اللهُ لَكَ مِنَ الرِّزقِ تَكُن غَنِيًّا ، وتَوَكَّل عَلى اللهِ تَكُن قَوِيًّا 

Jadilah engkau orang yang penyayang niscaya engkau akan dicintai oleh manusia, dan ridho -lah terhadap apa yang diberikan oleh Allah kepadamu niscaya engkau akan menjadi kaya, dan tawakkallah kepada Allah nicaya engkau akan menjadi orang yang kuat

 ولَا تُنَازِع أهلَ الدُّنيَا فِي دُنيَاهُم يُحِبُّكُ اللهُ ، ويُحِبُّكَ أهلُ الأرضِ

Janganlah engkau ribut (iri) terhadap keduniaan para ahli dunia, niscaya Allah akan mencintaimu, dan penduduk bumi pun akan mencintaimu

 وكُن مُتَوَاضِعًا تَستَكمِل أعمَالَ البِرِّ ، اعمَل بالعَافِيَةِ تَأتِكَ العَافِيَةُ مِن فَوقِكَ ، كُن عَفُوًّا تَظفَر بحَاجَتِكَ ، كُن رَحِيمًا يَتَرَحَّمُ عَلَيكَ كُلُّ شَيءٍ 

Jadilah orang yang tawadhu' sehingga engkau bisa menyempurnakan amal kebaikanmu, tebarkan keselamatan niscaya keselamatan akan menaungimu, jadilah orang pemaaf niscaya engkau akan sukses, dan jadilah orang yang penyayang niscaya engkau akan disayang oleh segenap makhluk

 يَا أخِي لا تَدَع أيَّامَكَ ولَيَالِيَكَ وسَاعَاتِكَ تَمُرُّ عَلَيكَ بَاطِلًا ، وقَدِّم مِن نَفسِكِ لِنَفسِكَ لِيَومِ العَطَشِ ، فَإنَّكَ لا تُروَى يَومَ القِيَامَةِ إلا بالرِّضَى مِنَ الرَّحمَنِ ، ولا تُدرِك رِضوَانَهُ إلا بطَاعَتِكَ 

Wahai saudaraku, jangan biarkan hari-hari, malam-malam, dan waktu-waktumu berlalu sia-sia, lakukan segala yang bermanfaat bagi dirimu sendiri untuk bersiap menghadapi hari yang penuh kehausan (kiamat), karena sesungguhnya engkau tidak akan diberi minum di hari kiamat kecuali dengan keridhoan Allah Ar Rahman, sedangkan engkau tidak akan mendapatkan ridho-Nya kecuali dengan ketaatanmu kepada-Nya

 وأكثِر مِنَ النَّوَافِلِ تُقَرِّبكَ إلى اللهِ ، وعَلَيكَ بالسَّخَاءِ تُستَر العَورَاتُ ، ويُخَفِّفِ اللهُ عَلَيكَ الحِسَابَ والأهوَالَ 

Perbanyaklah amalan-amalan sunnah yang mendekatkanmu kepada Allah, hendaknya engkau menjadi orang yang murah hati (dermawan) niscaya kejelekan-kejelekanmu akan tertutupi dan diringankan oleh Allah hisabmu dan penderitaanmu

وعَلَيكَ بكَثرَةِ المَعرُوفِ يُؤنِسكَ اللهُ في قَبرِكَ واجتَنَبِ المَحَارِمَ كُلَّهَا تَجِد حَلاوَةَ الإيمَانِ 

Hendaknya engkau banyak berbuat kebajikan niscaya Allah akan membuatmu nyaman (gembira) di kubur, dan jauhilah semua perbuatan haram niscaya engkau akan mendapatkan kelezatan iman

جَالِس أهلَ الوَرَعِ وأهلَ التُّقَى يُصلِحِ اللهُ أمرَ دِينِكَ ، وشَاوِر في أمرِ دِينِكَ الَّذِينَ يَخشَونَ اللهَ 

Duduk-duduklah bersama dengan ahli wara' dan taqwa niscaya Allah akan memperbagus perkara agamamu, dan konsultasikan perkara agamamu dengan orang-orang yang takut kepada Allah 

 وسَارِع في الخَيرَاتِ يَحُولُ اللهُ بَينَكَ وبَينَ مَعصِيَتِكَ 

Segeralah berbuat kebaikan sehingga Allah menjauhkanmu dari maksiat

 وعَلَيكَ بكَثرَةِ ذِكرِ اللهِ يُزَهِّدكَ اللهُ في الدُّنيَا 

Hendaknya engkau memperbanyak dzikrullah niscaya Allah menjadikanmu orang yang zuhud terhadap dunia

(Hilyatul Auliya 7/85, diterjemahkan dari "Channel Majmu'ah Ulama Ahlis Sunnah")

ibu tiri nan mulia

IBU "TIRI" NAN MULIA.

Terjemahan bahasa arab
SEORANG LELAKI ARAB NIKAH SIRRI DENGAN WANITA PHILIPINA

Ketika seorang bapak merasakan dekatnya ajal, dia memanggil anak anaknya untuk mendengarkan WASIAT.

Dia berkata kepada anaknya yang paling besar : aku telah menikah sirri dan istri itu di luar negeri yaitu di Philipina dan ini alamatnya di propinsi Islam ( mungkin moro- pen). Tolong menjadi perhatianmu wahai anakku.

Meninggallah sang bapak, lalu anak-anak nya menghadap hakim untuk pembagian harta warisan. Sang anak sulung sangat memperhatikan wasiat bapaknya dan ia pun memberitahu sang hakim tentang wasiat itu, lalu hakim menghentikan sementara pembagian harta warisan sampai dihadirkan istri sirri itu di depan hakim bersama mereka.

Anak sulung itu akhirnya pergi ke Philipina dan setelah mencari alamat itu, ia menemukan rumah ibu tirinya; sebuah rumah yg sangat sederhana, bahkan di bawah rata-rata rumah penduduk. Dia mengetuk pintu dan keluarlah seorang wanita berhijab, lalu anak sulung itu memperkenalkan diri. 

Sang ibu tiri pun berkata : "aku adalah istri bapakmu dan telah sampai kepadaku berita kematian suamiku, semoga Allah merahmati nya! ". 

Anak sulung itu berkata :"ibuk wajib hadir dihadapan hakim di Riyadh.

Selesailah persiapan safar ke Riyadh, berangkatlah mereka dan sesampainya di sana mereka langsung menghadap hakim dan ibuk pun mendapatkan warisan kira2 SR. 800. 000, - (kira2 Rp. 2,5 Miliar). lalu ia minta kepada anak tirinya untuk mengantarkannya ke Makkah untuk melaksanakan Umroh. Setelah umroh ia pun kembali ke Philipina via Jeddah.

4 tahun kemudian, si anak sulung kangen sama ibunya yg di Philipina itu, lalu ia pun safar ke sana. Ketika dia sampai dia tidak melihat perubahan apa pun pada rumah ibu tirinya itu, persis seperti apa yang ia lihat 4 tahun yang lalu. 

Sang anak pun bertanya tentang harta warisan yang telah diterima ibuk itu. 

Ibuk berkata: " ayo ikut aku! lalu mereka pergi ke pusat kota, lalu mereka berdiri di depan sebuah gedung Islamic Centre yg menyelenggarakan Tahfizh Al-Qur'an, pendidikan dan urusan anak yatim. 

Sang ibuk berkata :" angkatlah kepalamu, dan baca nama Islamic Centre! ". Ternyata Islamic Centre itu di beri nama dg nama bapak anak itu!

Ibuk itu mengatakan :"aku beri nama Islamic Centre itu dengan nama bapakmu, aku waqafkan semuanya sebagai sedeqah jariyah untuk bapakmu!.

Menangislah anak itu dan merasa sangat hina disebabkan kemuliaa ibu tirinya itu dan kebaikannya kepada bapaknya.

Ia pun kembali ke Riyadh, setibanya di sana ia kumpulkan saudara saudaranya malam hari ketibaannya; seketika itu juga, sebelum berakhir malam itu mereka telah berhasil mengumpulkan kan uang sebesar 5 juta Riyal untuk melakukan proyek kebaikan untuk bapak mereka.

Inilah seorang wanita sholehah yang telah mengajarkan mereka kebaikan dan cinta akhirat melebihi kecintaan terhadap dunia.
Sebaik-baiknya wanita muslimah dan isteri sholehah!!!!!!

(diterjemahkan secara bebas oleh : Zul Asri Rusli, Pembina Islamic Centre Al- Mukhtar, penyelenggara pondok tahfizh gratis)

amalan bidah

Allah Ta’ala berfirman:

عَامِلَةٌ نَّاصِبَةٌ  تَصْلَىٰ نَارًا حَامِيَةً “Ia bekerja keras lagi kepayahan, memasuki api yang sangat panas (neraka).” (Al Ghasyiyah: 3-4)

Imam Ath Thabari berkata menafsirkan: 
قد عملت عملا كثيرا ، ونصبت فيه ، وصليت يوم القيامة نارا حامية “Ia telah banyak beramal dan lelah karenanya tapi ia dibakar dengan api yang amat panas di hari kiamat.” (Tafsir Ath Thabari)

Umar bin Khathab pernah melihat seorang rahib (pendeta) nashrani. Maka umar menangis karena ingat ayat tersebut..
Maka demikianlah setiap orang yang lelah beramal tetapi tidak ikhlas atau tidak sesuai tuntunan syariat..

Ustadz badrusalam LC 

Minggu, 01 Desember 2019

Banyak atau sedikitnya murid yang duduk di majlis seseorang bukanlah patokan kualitas isi ataupun kualitas sang pemateri majlis.

📝قلّة الطلاب
📝Sedikit muridnya

   Banyak atau sedikitnya murid yang duduk di majlis seseorang bukanlah patokan kualitas isi ataupun kualitas sang pemateri majlis.

   Syaikh Muhammad Asy-Syinqithiy Al-Malikiy berkata :
الإمام ابن مالك ليس محظورًا بالطلبة ومن تلمذته النووي
"Imam Ibnu Malik bukanlah syaikh yang dikelilingi banyak murid dan di antara murid beliau adalah An-Nawawiy" tiada yang menyangsikan bahwa seorang An-Nawawiy setara dengan ribuan orang bahkan lebih.Sebagian ulama ada yang mengatakan bahwa An-Nawawiy lah yang dimaksud oleh Ibnu Malik dalam bait :
... رجل من الكِرام عِندنَا
"... seseorang yang mulia di sisi kami"

   Bahkan di masa hidupnya adakalanya Imam Ibnu Malik mengetuk pintu rumah orang dan menawarkan apakah ingin belajar Nahwu?

   Namun lihat bagaimana harumnya nama Imam Ibnu Malik di antara penuntut ilmu Nahwu dan ulama Nahwu seluruh dunia Islam saat ini, jadi teringat perkataan Imam Malik :
ما كان لله باقٍ
"Sesuatu yang karena Allah maka ia akan langgeng/terus ada". 

   Dalam hadits yang shahih :
ونبي ومعه رجل ورجلان ونبي ليس معه أحد..
"... Ada Nabi yang hanya punya 1 pengikut, ada juga Nabi yang hanya punya 2 pengikut bahkan ada Nabi yang tidak memiliki pengikut sama sekali..." tentu saja tidak ada yang menyangsikan kualitas seorang Nabi Allah.

Ustad farian 

seorang ulama lebih berat bagi syaitan drpada 1000 orang ahli ibadah

Ibnu Abbas Radhiyallahuanhuma telah mengatakan satu ahli agama lebih berat bagi iblis dari seribu Abid 
Hadist Riwayat Tirmidzi no 2621 dan Ibnu Majah no 222
Diambil dari buku shaidul khatir imam Ibnu Jauzi 

salah satu bentuk kelebihan ulama

Mengajari para pencari ilmu dan memberi petunjuk pada murid adalah ibadah seorang ulama dan salah satu bentuk kelebihan ulama atas Abid (ahli ibadah ) adalah mengurangi porsi shalat Sunnah dan puasa Sunnah demi mengarang buku atau mengajar kan ilmu yg bermanfaat karena ini semua merupakan benih yg banyak hasilnya dan bertahan lama waktunya 
Diambil dari buku terjemahan shaidul khatir imam Ibnu Al Jauzi hal 73 

ringkasan fiqih Syafi'i terpopuler

"Tidaklah seorang mulia sampai ia mengambil ilmu dari yg lebih tua, yg lebih muda dan yg sebaya" begitulah kira-kira yg dikatakan oleh Wakī' bin Al Jarrāh -rahimahullah-.

Hampir 15 tahun yg lalu, saya dan Dr Labīb sama-sama bermajelis dihadapan guru kami Al Wālid As Syaikh 'Ali bin Sālim Bukayyir -hafizhahullāh- di Dārul Hadīts Ma'rib. Majelis pertama kitab "Al Yāqūt An Nafīs" lalu yg kedua "Minhājut Thālibīn". Setalah itu kami berpisah cukup lama.
Pada hari Kamis 1 Rabī' Al Akhīr kami pun kembali berpisah setelah bersama bermajelis dihadapan guru kami Dr Labīb -hafizhahullāh- untuk menyelesaikan Syarah Mukhtashar Al Lathīf. Semoga Allah memudahkan kita semua dalam menuntut ilmu dan meningkatkan amal.

Catatan: di dalam foto ini ada Guru kami Ustadz Muhammad Setyo Nugroho -hafizhahullāh-.

Ustadz Muhammad khalil