Jumat, 02 Agustus 2019

PERINGATAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM TENTANG FITNAH AKHIR ZAMAN

PERINGATAN RASULULLAH SHALLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM TENTANG FITNAH AKHIR ZAMAN

Diriwayatkan dari az-Zubair bin Adi beliau berkata, Kami mengunjungi Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu dan kami mengadukan tentang kezhaliman yang kami dapati dari al-Hajjaj. Maka beliau radhiallahu ‘anhu berkata :

اصْبِرُواْ فإِنَّه لا يَأتي عليكم زمَانٌ إلاَّ الذي بعده شرٌّ منه حَتَّى تَلْقوا ربَّكم

_“Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya tidaklah akan dating suatu zaman kecuali zaman yang berikutnya lebih buruk dari zaman tersebut hingga kalian berjumpa dengan Rabb kalian.”_ Saya mendengar ucapan ini dari Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 7068 dan Ahmad di dalam al-Musnad 3/179

Dan diriwayatkan dari Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu beliau berkata : Saya telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَمْ يَبْق مِن الدُّنيا إِلاَّ بلاءٌ وَفِتْنة

_“Tiada yang tersisa dari dunia selain musibah dan fitnah.”_
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah np. 4035 dan Imam Ahmad 4/94

Juga dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

بادِرُوا بالأعمالِ فِتَناً كَقِطَعٍ الليل المُظْلِم يُصْبِح الرجلُ مُؤمنا ويُمْسِي كافرا ويُمْسي مؤمنا ويُصْبِح كافرا

_“Bersegeralah kalian untuk beramal sebelum adanya fitnah yang bagaikan sepenggal malam yang gelap gulita. Dimana seseorang di pagi hari beriman dan di sore harinya menjafi kafir. Dan seseorang di sore harinya beriman dan pada pagi harinya menjadi kafir. Dia menjual agamanya dengan harta dunia.”_
Diriwayatkan oleh Muslim no. 118, At-Tirmidzi no. 2195 dan Imam Ahmad di dalam al-Musnad 2/304

Juga dari hadits beliau radhiallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,

لاَ تَقُوْم الساعةُ حتّى يَمُرَّ الرجلُ بقبرِ الرجل فَيَقُول : يا لَيْتَنِي مكانَهُ

_“Tidaklah akan datang hari kiamat hingga seseorang melewati kubur orang lain lalu dia akan berkata ;_ _Seandainya saya yang berada ditempat -kubur- tersebut.”_

@manarulilmi

SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM FITNAH AKHIR ZAMAN

SIKAP SEORANG MUSLIM DALAM FITNAH AKHIR ZAMAN

*I. MENJAUHKAN DIRI DARI FITNAH*

Allah subhanahu wata’ala berfirman di dalam al-Qur’an al-Karim :

وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَأَدْعُو رَبِّي عَسَىٰ أَلَّا أَكُونَ بِدُعَاءِ رَبِّي شَقِيًّا

_“Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang kamu seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Rabb-ku"_
(Surah Maryam : 49)

عن حُذَيْفَةَ بْنَ اليَمَانِ رضي الله عنه يَقُولُ :
كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الخَيْرِ ، وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ ، مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي ،

فَقُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ ، فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الخَيْرِ ، فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الخَيْرِ مِنْ شَرٍّ ؟ قَالَ : نَعَمْ
قُلْتُ : وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، وَفِيهِ دَخَنٌ
قُلْتُ : وَمَا دَخَنُهُ ؟ قَالَ : قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي ، تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ

قُلْتُ : فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الخَيْرِ مِنْ شَرٍّ ؟ قَالَ : نَعَمْ ، دُعَاةٌ عَلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ ، مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا
قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا ، قَالَ : هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا ، وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا

قُلْتُ : فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ ؟ قَالَ : تَلْزَمُ جَمَاعَةَ المُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ قُلْتُ : فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلاَ إِمَامٌ ؟
قَالَ : فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الفِرَقَ كُلَّهَا ، وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ ، حَتَّى يُدْرِكَكَ المَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ

Diriwayatkan dari hadits Hudzaifah bin al-Yaman radhiallahu ‘anhu, beliau berkata :
“Adalah para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang kebaikan, sementara saya bertanya kepada beliau tentang keburukan, karena khawatir keburukan tersebut menimpaku.

Saya bertanya : Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami ini dahulu berada di zaman jahiliyah dan keburukan, kemudian Allah ta’ala mendatangkan kebaikan ini kepada kami. Apakah setelah kebaikan ini akan terdapat keburukan ?
Beliau menjawab : Iya, benar.

Saya bertanya : Dan apakah setelah keburukan tersebut akan terdapat kebaikan ?
Beliau mennjawab, “Iya benar. Dan pada kebaikan tersebut terdapat dakhan (yatu fasad dan silang pendapat/ikhtilaf)”

Lalu saya bertanya : Dan apakah fasad dan silang pendapat itu ?
Beliau menjawab : Suatu kaum yang mengambil petunjuk selain petunjuk dariku, engkau akan mengenali mereka dan mengingkarinya.

Saya bertanya : Dan apakah setelah kebaikan tersebut terdapat keburukan ?
Beliau menjawab : Benar, para da’i kepada pintu-pintu neraka Jahannam, siapa saja yang menyambut seruan mereka, mereka akan menjerumuskannya ke dalam Jahannam.

Saya bertanya : Wahai Rasulullah, sampaikanlah ciri mereka kepada kami.
Beliau mengatakan : Mereka ini dari kulit (kaum) kita dan mereka berbicara dengan lisan kita.

Saya bertanya : Dan apakah yang akan engkau perintahkan kepada kami bilamana kami menjumpai mereka ?
Beliau bersabda : Engkau harus berkomitmen dengan jamaah kaum muslimin dan imam/pemimpin mereka.

Saya bertanya : Dan jika saat itu kaum muslimin tidak memiliki jamaah dan tidak pula imam/pemimpin ?
Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Maka jauhkan diri kalian dari setiap kelompok/sekte tersebut, walau engkau harus menggigit akar pohon hingga kematian mendatangimu sementara -keadaanmu- tetap seperti itu.

Diriwayatkan oleh al-Bukhari no, 7084 dan selainnya)

*II. BERDIAM DIRI TIDAK MENJERUMUSKAN DIRI DALAM FITNAH*

Diriwayatkan dari hadits Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

سَتَكُوْن فِتَنٌ القاعدُ فيها خَيْرٌ من القائِم والقائمُ فيها خيرٌ مِن الماشِي والماشِيْ فيها خيرٌ مِن السَّاعي. من تَشَرَّفَ لها تَسْتَشْرِفُهُ ومَنْ وَجَدَ فيها مَلْجأً فَلْيَعُذْ بِه

_“Akan datang ragam fitnah, dimana seseorang yang duduk pada fitnah tersebut lebih baik dari pada yang berdiri. Dan seorang yang berdiri lebih baik dari pada seseorang yang berjalan. Seorang yang berjalan pada fitnah lebih baik dari pada seseorang yang berlari -di dalam fitnah-._
_Barang siapa yang menyertakan diri pada fitnah, niscaya fitnah tersebut akan membinasakannya. Dan barang siapa yang mendapatkan jalan keluar dari fitnah, maka hendaklah dia menjauhkan dirinya -dari fitnah-.”_
Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 3601 dan Muslim no. 2886.

Dan pada riwayat Muslim dari hadits Abu Bakrah rahimahullah terdapat riwayat lainnya yang menafsirkan hadits diatas :

فإذا نَزَلَت فمن كان له إبل فليلحق بإبله - وذكر الغنم والأرض - .
قال رجل : يا رسول الله ! أرأيت من لم يكن له ؟ قال : يعمد إلى سيفه فيدق على حده بحجر ثم لينج إن استطاع."

_“Apabila fitnah telah turun, maka barang siapa yang memiliki unta hendaklah dia menyertai untanya -dan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga menyebutkan perihal kambing dan lahan tanah-. Lalu seseorang berkata : Wahai Rasulullah, bagaimanakah jika seseorang tidak memilikinya ?_
_Beliau bersabda : “Maka dia mengambil pedangnya lalu membenturkan bilahnya ke batu kemudian dia mencari keselamatan yang semampu dia.”_
Lihat di dalam Syarh Muslim 13/30 dan Fathul Bari 9/18

Diceritakan oleh Utsman asy-Syahhaam, dia berkata : Saya bersama dengan Farqad as-Sabakhiy meranjak menuju Muslim bin Abi Bakrah di kampung beliau. Lalu kami masuk menemuinya. Dan kami berkata : “Saya telah mendengar ayah anda menceritakan suatu hadits tentang perihal fitnah ?”
Beliau berkata : Benar. Saya telah mendengar Abu Bakrah menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّهَا سَتَكُونُ فِتَنٌ ، أَلَا ثُمَّ تَكُونُ فِتْنَةٌ الْقَاعِدُ فِيهَا خَيْرٌ مِنَ الْمَاشِي فِيهَا ، وَالْمَاشِي فِيهَا خَيْرٌ مِنَ السَّاعِي إِلَيْهَا ، أَلَا فَإِذَا نَزَلَتْ أَوْ وَقَعَتْ ، فَمَنْ كَانَ لَهُ إِبِلٌ فَلْيَلْحَقْ بِإِبِلِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ لَهُ غَنَمٌ فَلْيَلْحَقْ بِغَنَمِهِ ، وَمَنْ كَانَتْ لَهُ أَرْضٌ فَلْيَلْحَقْ بِأَرْضِهِ

_“Sungguh akan datang beragam fitnah. Dan ketahuilah akan terdapat fitnah dimana seseorang yang duduk lebih baik dari seseorang yang berjalan -di dalam fitnah-. Dan seseorang yang berjalan lebih baik dari seorang yang berlari -di dalam fitnah-. Ketahuilah jika fitnah tersebut telah datang atau telah terjadi, maka barang siapa yang memiliki unta hendaklah dia menyertai untanya, barang siapa yang memiliki kambing hendaklah dia menyertai kambingnya dan barang siapa yang memiliki lahan tanah, maka hendaklah dia menyertai lahannya.”_

قَالَ : فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ مَنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ إِبِلٌ وَلَا غَنَمٌ وَلَا أَرْضٌ ؟
قَالَ : يَعْمِدُ إِلَى سَيْفِهِ فَيَدُقُّ عَلَى حَدِّهِ بِحَجَرٍ ، ثُمَّ لِيَنْجُ إِنِ اسْتَطَاعَ النَّجَاءَ ، اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ ، اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ ، اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ

_“Seseorang lalu bertanya : Wahai Rasulullah, bagaimanakah jika dia tidak memiliki unta dan tidak memiliki kambing dan lahan ?_
_Beliau bersabda : “Maka dia mengambil pedangnya dan membenturkan bilah pedangnya kebatu. Kemudian dia mencari keselamatan yang mampu dia lakukan. Wahai Allah, Apakah Saya sudah sampaikan ? Wahai Allah, Apakah Saya sudah sampaikan ?_

قَالَ : فَقَالَ رَجُلٌ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَرَأَيْتَ إِنْ أُكْرِهْتُ حَتَّى يُنْطَلَقَ بِي إِلَى أَحَدِ الصَّفَّيْنِ أَوْ إِحْدَى الْفِئَتَيْنِ ، فَضَرَبَنِي رَجُلٌ بِسَيْفِهِ أَوْ يَجِيءُ سَهْمٌ ، فَيَقْتُلُنِي
قَالَ : " يَبُوءُ بِإِثْمِهِ وَإِثْمِكَ وَيَكُونُ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ "

_Beliau berkata : Lalu seseorang bertanya : Wahai Rasulullah bagaimanakah pandangan anda jika saya dipaksa hingga saya digiring kesalah satu dari dua kelompok atau salah satu dari dua pasukan -yang sedang berperang-. Kemudian seseorang menebasku dengan pedangnya ataukah sebuah anak panah mengenaiku dan membinasakanku ?_
_Beliau bersabda : “Maka dia akan memikul dosanya dan dosamu, dan dia akan menjadi penghuni neraka.”_
Diriwayatkan oleh Muslim no. 2891

Dan dari hadits Abu Sa’id al-Khudri radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

يُوْشِكُ أَنْ يَكُوْنَ خيرَ مالِ المُسْلمِ غَنَمٌ يَتَّبِعُ بِهاَ شَعَفَ الجِباَلِ وَمَواَقِعِ القَطْرِ يَفِرُّ بِدِيْنِهِ مِن الفِتَن

_“Dikhawatirkan bahwa sebaik-baik harta seorang muslim adalah ternak kambing yang dia gembalakan dipuncak-puncak gunung dan di lereng-lereng turunnya hujan. Dia lari dengan agamanya dari semua fitnah.”_
Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. 3600 dan selainnya.

Dan juga dari hadits Ummu Malik al-Bahziyah radhiallahu ‘anha, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyinggung tentang fitnah dan menyebutkan perihal dekatnya fitnah.

Saya bertanya : Wahai Rasulullah siapakah sebaik-baik manusia pada saat fitnah tersebut ?
Beliau bersabda :

رَجلٌ في ماشِيَتِهِ يُؤَدِّي حقَّها وَيَعْبُدُ ربَّه ورجلٌ أَخَذ بِرَأْسِ فَرَسِه يُخِيْفُ العدوَّ وَيُخِيْفُوْنَهُ

_“Seseorang yang berada pada hewan-hewan ternaknya, menunaikan hak ternaknya serta beribadah kepada Rabb-nya. Dan seseorang yang mengambil -tali kekang- kudanya untuk memerangi musuh dan musuhnya memerangi dirinya.”_
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2177 dan Imam Ahmad di dalam al-Musnad 1/419, lihat penjelasan maknanya di Syarh ath-Thibiy 10/66

*III. BERSABAR DAN MEMPERBANYAK IBADAH KEPADA ALLAH TA’ALA*

Pada hadits Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu beliiau berkata : Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

يَأْتِيْ عَلى النَّاسِ زَمانٌ الصَّابِرُ فِيْهم عَلىَ دِيْنِه كالقَابِضِ عَلى الجَمْرِ

_“Akan tiba suatu zaman kepada kaum manusia, dimana seseorang yang bersabar di antara mereka pada agamanya layaknya menggenggam bara api yang menyala.”_
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2260 dan Imam Ahmad di dalam al-Musnad dari hadits Abu Huraiah 2/390

Juga pada hadits ‘Uqbah bin Amir radhiallahu ‘anhu, beliau berkata :

قُلْتُ : يا رَسولَ الله ما النَّجاةُ ؟ قال : أَمْسِكْ عَلَيْكَ لِسانَكَ وَلْيَسَعْكَ بَيْتُكَ وَابْكِ عَلى خَطِيْئَتِكَ

_“Saya bertanya : wahai Rasulullah, apakah itu keselamatan ? Beliau mengatakan : engkau menahan lisanmu, dan engkau lapangkan rumahmu -untuk dirimu- dan tangisi kesalahan-kesalahanmu.”_
Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2406 dan Imam Ahmad di dalam al-Musnad 5/158

Dan dari Ma’qil bin Yasar radhiallahu ‘anhu yang beliau sandarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda :

العِباَدَةُ فِي الهَرَجِ كالهِجْرَةِ إِليَّ

_“Ibadah di zaman perang (fitnah al-haraj) setara dengan hijrah kepada-ku.”_
Diriwayatkan oleh Muslim no. 2948 dan selainnya)

@manarulilmi

Ustadz rishky ar

Membalas kebaikan seseorang walau berupa doa

MEMBALAS KEBAIKAN SESEORANG WALAU BERUPA DOA

Sebagai makhluk sosial yang akan sering berinteraksi dengan sesama, Islam mengajarkan banyak kebaikan dan prilaku-prilaku mulia kepada seorang hamba. Termasuk diantaranya mengajarkan bagaimana membalas kebaikan dari saudara sesama muslim.

Allah ta'ala berfirman :

{وَلَا تَنْسَوُا الْفَضْلَ بَيْنَكُمْ}

"Dan jangan kalian melupakan kebaikan -yang diberikan- diantara sesama kalian."

Karena tabiat alami setiap hamba, akan merasa berbahagia jikalau suatu hal baik dinisbatkan kepadanya. Karena itulah pengakuan dan penyampaian rasa syukur akan kebaikan saudara kita sesama muslim menjadi sebab keridhaan Allah ta'ala

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

من لا يشكر الناس لا يشكر الله

"Siapa saja yang tidak mensyukuri -kebaikan - kaum manusia, maka diapun tidak akan mensyukuri -kebaikan- Allah."
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad di dalam al-Musnad no. 7755, Abu Dawud no. 4198 dan selainnya dari hadits Abu Hurairah radhiallahu anhu

Al Khaththabi rahimahullah menerangkan, bahwa salah satu penafsiran hadits ini : "Bahwasanya Allah subhanahu wataala tidaklah menerima syukur seorang hamba atas kebaikan Allah atas dirinya apabila si hamba tersebut tidak mensyukuri kebaikan orang -terhadap dirinya- dan mengingkari perbuatan baik mereka."
Lihat di Ma'alim as-Sunan 4/113

Terkadang, membalas kebaikan seseorang dapat berupa pemberian, hadiah, hibah ... Baik berupa materi atau kebaikan yang serupa atau yang lebih baik lagi. Demikianlah juga yang dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam

Diriwayatkan oleh imam al-Bukhari di dalam ash-Shahih no. (2585) dari hadits Aisyah radhiallahu anha, beliau berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْبَلُ الْهَدِيَّةَ وَيُثِيبُ عَلَيْهَا .
"Rasulullah shallallahu alaihi wasallam sering kali menerima hadiah dan beliau memberi balasan atas hadiah tersebut."

Dan diriwayatkan dari hadits Abdullah bin Umar radhiallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

من استعاذ بالله فأعيذوه، ومن سأل بالله فأعطوه، ومن دعاكم فأجيبوه، ومن صنع إليكم معروفاً فكافئوه، فإن لم تجدوا ما تكافئونه به فادعوا له حتى تروا أنكم قد كافأتموه

"Siapa saja yang meminta perlindungan dengan nama Allah, maka berilah perlindungan kepadanya. Siapa saja yang meminta sesuatu dengan nama Allah, maka berilah. Siapa saja yang mengundang kalian, maka sambutlah. Dan siapa saja yang berbuat kebaikan bagi kalian maka balaslah dengan kebaikan yang serupa. Dan jika kalian tidak mendapatkan sesuatu yang setimpal untuk membalasnya, maka doakanlah dia hingga kalian menyangka kalian telah membalasnya dengan kebaikan yang sama."
Diriwayatkan oleh Abu Dawud no. 1262 dan 5109, an Nasa'i no. 2567 dan selainnya. Di shahihkan oleh syaikh al-Albani di dalam Shahih Sunan Abi Dawud.

Adapun doa yang dimaksud, saat seseorang tidak memiliki harta utk membalas kebaikan seseorang yg telah berbuat kebajikan baginya, adalah dengan mengucapkan : Jazakumullahu Khairan.

At Tirmidzi (no. 2035) meriwayatkan dari hadits Usamah bin Zaid radhiallahu anhuma, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda :

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ : جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِي الثَّنَاءِ

"Barang siapa yang berbuat baik kepadanya, lalu dia berkata kepada yang berlaku baik kepadanya : Jazakallahu Khairan, maka dia telah memberi pujian yang terbaik."

Dengan demikian, sepatutnyalah kita membiasakan diri mengingat kebaikan siapa saja yg telah berbuat baik. Apakah itu kebaikan berupa materi atau selainnya, dan diantara seutama-utama kebaikan bagi seorang penuntut ilmu adalah ilmu dari sang pengajar, setelah kebaikan kedua orang tua mereka yang senantiasa mendoakan mereka siang malam

Semoga Allah membalas kedua orang tua, setiap guru dan syaikh kami, serta siapa saja sehingga kami telah beroleh hidayah dan ilmu syar'i, kebaikan di akhirat kelak berupa surga yang seluas langit dan bumi. Amiin Allahumma Amiin

@ciwidey_20dzulqa'dah_1440H
Ustadz rishky Ar

AYO DOAKAN KEBAIKAN KEPADA SAUDARAMU

AYO DOAKAN KEBAIKAN KEPADA SAUDARAMU

Berikut ini Lafazh Lafazh doa kebaikan dan ungkapan yang sering digunakan dalam bahasa arab.

Semoga Allah memudahkan lisan dan hati kita untuk mendoakan kebaikan kepada saudara kita.
════

*JAZAKALLAHU KHAIRAN*

عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَقَالَ لِفَاعِلِهِ جَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا فَقَدْ أَبْلَغَ فِى
الثَّنَاءِ ».

Usamah bin Zaid berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: *“Jazakallah khairan (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan)*, maka sungguh ia telah benar-benar membalasnya dengan tingginya pujian."

(HR. At Tirmidzi no. 2035 dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam Kitab Shahih Al jami’, no. 6368)

Lafazh detailnya adalah:

1. جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا
( _Jazakallahu Khairan_)

Semoga Allah Membalasmu Dengan Kebaikan (كَ _ka_ = satu Laki-laki - kamu)

2. جَزَاكِ الله خيرا
( _Jazakillahu Khairan_)
Semoga Allah Membalasmu Dengan Kebaikan (كِ _ki_ = satu Perempuan - kamu)

3. جَزَاكُمُ اللهُ خيرا
( _Jazakumullahu Khairan_)
Semoga Allah Membalas Kalian dengan Kebaikan (Jamak laki laki)(كُمْ _Kum_ - kalian laki laki) bisa dipakai untuk campuran laki-laki dan perempuan.

4. جَزَاكُنٔ اللهُ خيرا
( _Jazakunnallahu Khairan_)
Semoga Allah Membalas Kalian dengan Kebaikan (كُنَّ _kunna_ = Jamak - perempuan)

Bagi yang didoakan dengan Lafazh diatas maka hendaknya membalasnya/ menjawabnya dengan Lafazh :
و إياكم جزاكم الله خيرا
_waiyyakum jazakumullah khoiran_
Dan kepada kalian semoga Allah memberikan balasan yang baik.

Itulah bagian dari keindahan Islam yaitu saling mendoakan kebaikan, hal yang sering dilupakan oleh kebanyakan kaum muslimin zaman sekarang.

Kita dianjurkan untuk memperbanyak doa kebaikan kepada saudara kita sesama muslim, misalnya dengan doa:

*"RAHIMAHULLAH"*

رَحِمَهُ اللهُ
_Rahimahullah_
Arti: Semoga Allah merahmatinya.

Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang telah wafat, dan semasa hidupnya yang bersangkutan dikenal memiliki jalan yang lurus.

Penggunaan istilah ini lebih tepat dibandingkan istilah “almarhum”. Almarhum (اَلْمَرْحُوْمُ) artinya “Yang dirahmati”; padahal belum tentu/belum pasti orang yang meninggal itu adalah orang yang lurus jalannya semasa hidup.

*HAFIZHAHULLAH*

حَفِظَهُ اللهُ
_Hafizhahullah_
Arti: Semoga Allah menjaganya. (هُ _hu_ = dia  1 laki laki)

حَفِظَكَ اللهُ
_Hafizhakallah_
Arti: Semoga Allah menjagamu (كَ _ka_ = anta - kamu 1 laki laki)

حَفِظَكِ اللهُ
_Hafizhakillah_
Arti: Semoga Allah menjaga mu (كِ Ki = kamu anti - 1 perempuan)

حَفِظَكُمُ اللهُ
_Hafizhakumullah_
Arti: Semoga Allah menjaga kalian (jamak laki laki)(كُمْ _Kum_ - kalian laki laki)

حَفِظَكُنٔ اللهُ
_Hafizhakunallah_
Arti: Semoga Allah menjaga kalian (كُنَّ  _kunna_  = jamak perempuan)

Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang masih hidup, dan jalan hidupnya lurus.

Keterangan :
Contoh:
Ditujukan untuk ulama atau ustadz yang masih hidup.
Ditujukan untuk orang tua kita yang masih hidup (dan beliau Muslim) dan lainnya.

Ditujukan untuk orang yang memiliki andil dalam dakwah Islam, misalnya: Pengurus kajian / Panitia kajian.
Ungkapan lain yang semakna:
(اللهُ يَحْفَظُهُ)
_Allahu yahfazhuhu_
Semoga Allah senantiasa menjaganya. (هُ _hu_ = dia 1 laki laki)

(اللهُ يَحْفَظُكَ)
_Allahu yahfazhuka_
Semoga Allah senantiasa menjagamu (كَ _ka_ = kamu 1 laki laki).

(اللهُ يَحْفَظُكِ)
_Allahu yahfazhuki_
Semoga Allah senantiasa menjagamu (كٍ _ki_ = kamu 1 perempuan).

(اللهُ يَحْفَظُكُمْ)
_Allahu yahfazhukum_
Semoga Allah senantiasa menjaga kalian (kalian jamak laki laki). (كُمْ _Kum_ - kalian laki laki)

*GHAFARAHULLAH*

غَفَرَهُ اللهُ
_Ghafarahullah_
Arti: Semoga Allah mengampuninya (ُه _hu_ = dia 1 laki laki)

Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk seorang Muslim yang telah meninggal dan semasa hidupnya dia melakukan dosa yang diketahui banyak orang.

Contoh:
Perampok, pencuri, atau orang yang dianggap berilmu dalam bidang agama, namun pernah menyebarkan ilmu yang  kesalahannya fatal (misalnya: ulama yang semasa hidupnya pernah memfatwakan bahwa suatu hal halal padahal sudah jelas-jelas haram).
Ini berlaku baik yang bersangkutan sudah bertaubat sebelum meninggal atau pun tidak.
Ungkapan lain yang semakna:
_Ghafarallahu lahu_ (غَفَرَ اللهُ لَهُ)
_Allahu yaghfiruhu_ (اللهُ يَغْفِرُهُ)

*LA'ANAHULLAH*

لَعَنَهُ اللهُ
_la'anahullah_
Arti: Semoga Allah melaknatnya.

Penggunaan: Biasanya ditujukan untuk orang yang masih hidup, melakukan keburukan atau kezhaliman yang besar terhadap orang lain, belum juga bertaubat, dan cenderung merasa perbuatannya itu tidak salah.

Contoh: Penjajah
Ungkapan lain yang semakna: _Allahu yal’anuhu_ (اللهُ يَلْعَنُهُ)

*WAFFAQAHULLAH*

وَفَّقَهُ اللهُ
_Waffaqahullah_
Arti: Semoga Allah memberinya ( هُ  hu = dia laki laki) Taufiq petunjuk.

وَفَّقَكّ اللهُ
_Waffaqakallah_
Arti: Semoga Allah mmemberimu ( كَ Ka - kamu laki laki) Taufiq petunjuk.

وَفَّقَكٍ اللهُ
_Waffaqakallah_
Arti: Semoga Allah mmemberimu (كِ Ki - kamu 1 perempuan) Taufiq petunjuk.

وَفَّقَكُمُ اللهُ
_Waffaqakumullah_
Arti: Semoga Allah mmemberi kalian (كُمْ _Kum_ - kalian laki laki) Taufiq petunjuk.

Penggunaan:
Ditujukan bagi seorang Muslim yang masih hidup dan diharapkan agar Allah memberinya petunjuk dalam menjalani aktivitas kehidupannya.

Contoh:
Ditujukan kepada anak, agar ia bisa mengerjakan soal ujian dengan lancar.
Ditujukan oleh seorang istri kepada suaminya, agar urusan pekerjaan suaminya lancar dan lainnya.

*HADAAHULLAHU*

هَدَاهُ اللهُ

Arti: Semoga Allah memberinya petunjuk hidayah.

Penggunaan:
Ditujukan bagi orang yang masih hidup, baik dia Muslim atau bukan, namun berbuat kesalahan, dan diharapkan agar ia bertaubat serta kembali ke jalan yang lurus sebelum ia meninggal.

Contoh:
Tokoh-tokoh kesesatan yang masih hidup, seperti penganut paham liberal, sekuler, pelaku maksiat, seperti pemusik, fotomodel, dan model

*BARAKALLAHU FIIKUM*

بَارَكَ اللهُ فيْكُمْ

Arti: Semoga Allah melimpahkan berkah kepada kalian. (كُمْ _kum_  jamak = kalian )

Penggunaan:
Diucapkan sebagai doa kepada sesama Muslim, agar yang bersangkutan dilimpahi berkah oleh Allah.

Ungkapan lain yang semakna:
(اللهُ يُبَارِكُ فِيكُمْ)
_Allahu yubariku fikum_
Semoga Allah senantiasa melimpahkan barokah kepada kalian (كُمْ _kum_  jamak = kalian )

*Allahu Yubariku Fiik*

الله يُبَارِك فيكَ

Allahu Yubariku Fiika
Semoga Allah senantiasa melimpahkan barokah kepada mu (كَ = ka kamu 1 laki laki)

Bagi yang di do'akan seperti lafadzh diatas maka jawabnya adalah :

وَفِيكُمْ بَارَكَ الله
_Wa fikum barakallah_

Dan bagi kalian semoga Allah memberikan kebarokahan

═══
Bandara Halim Perdanakusuma menuju Magelang

Semoga bermanfaat

📝 Ustadz Zaki Rakhmawan Abu Kayyisa hafizhahullah

Ada apa di balik gempa

🌊 ADA APA DIBALIK GEMPA ??

✍ Peringatan ini adalah rahmat Allah atas kita semua, untuk menakut-nakuti manusia, supaya mereka mau kembali kepadaNya, mau memohon ampun kepadaNya, mau meninggalkan dosa-dosa mereka. Allah berfirman:

‎(وما نرسل بالآيات إلا تخويفا) الإسراء : 59

“Tidaklah Kami mengirim tanda-tanda kekuasaan Kami kecuali untuk menakut-nakuti“.

👍 Berkata Qatadah:

‎وإن الله يخوّف الناس بما شاء من آية لعلهم يعتبرون، أو يذكرون، أو يرجعون، ذُكر لنا أن الكوفة رجفت على عهد ابن مسعود، فقال: يأيها الناس إن ربكم يستعتبكم فأعتبوه

“Sesungguhnya Allah menakut-nakuti manusia dengan apa yang Dia kehendaki dari tanda-tanda kekuasaanNya, supaya mereka mengambil pelajaran, atau mengingat Allah, atau kembali kepadaNya, telah diceritakan kepada kami bahwa kota Kufah telah terjadi gempa di zaman Abdullah bin Mas’ud maka beliau berkata: Wahai manusia sesungguhnya Allah menginginkan kalian untuk kembali maka kembalilah kepadaNya“.

(Diriwayatkan oleh Ath-Thabary dalam tafsirnya 17/478)

👍 Berkata Ibnul Qayyim rahimahullah:

‎أذن الله سبحانه لها في الأحيان بالتنفس فتحدث فيها الزلازل العظام فيحدث من ذلك لعباده الخوف والخشية والإنابة والإقلاع عن معاصيه والتضرع إليه والندم

“Dan terkadang Allah Subhanahu mengizinkan bumi untuk bernafas maka terjadilah gempa bumi yang dasyat, sehingga hamba-hamba Allah ketakutan dan mau kembali kepadaNya, meninggalkan kemaksiatan dan merendahkan diri dihadapanNya“.

(Miftah Daris Sa’adah 1/221)

Hendaklah kita bisa mengambil peringatan ini, mulai dari diri kita, kita ingatkan diri kita dengan bertaubat dari segala dosa dan kita ingatkan keluarga kita, kemudian kita ingatkan orang lain dengan menghidupkan amar ma’ruf nahi mungkar dan saling menasehati diantara kita.

╔═ 📒🔶🔸═══════╗
🔵 Abu Isma'il Fachruddien Nu'man
🔵 Pondok Pesantren Riyadhus Sholihiin, Pandeglang

🔰 Join Channel TG: @FachruddienNuman
📝 TG: t.me/FachruddienNuman
🖌 FB: fb.me/FachruddienNuman

╚══════🔸🔶📒 ══╝

Kamis, 01 Agustus 2019

Makan berjamaah penuh berkah

Makan Berjamaah Penuh Berkah
---
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا نَأْكُلُ وَلاَ نَشْبَعُ. قَالَ « فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ ». قَالُوا نَعَمْ. قَالَ « فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ ». قَالَ أَبُو دَاوُدَ إِذَا كُنْتَ فِى وَلِيمَةٍ فَوُضِعَ الْعَشَاءُ فَلاَ تَأْكُلْ حَتَّى يَأْذَنَ لَكَ صَاحِبُ الدَّارِ.

“Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764. Kata Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if. Sedangkan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Ibnu Baththol berkata, “Makan secara bersama-sama adalah salah satu sebab datangnya barokah ketika makan.” (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 18: 121)

Sumber https://rumaysho.com/3255-makan-berjamaah.html

Hati tenang karena mengutamakan akhirat

📎 HATI TENANG KARENA MENGUTAMAKAN AKHIRAT
.
👤 Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata :
.
تجد أهل الآخرة لا يهتمون بما يفوتهم من الدنيا، إن جاءهم من الدنيا شيء قبلوه، وإن فاتهم شيء لم يهتموا به.
.
"Engkau akan menjumpai orang-orang yang mengutamakan akhirat tidak akan bersedih karena dunia yang terluput dari mereka, jika sesuatu dari dunia datang kepada mereka maka menerimanya, namun jika ada sesuatu yang terluput maka mereka tidak bersedih karenanya."
.
_______________
.
📚 Syarh Riyadhush Shalihin, jilid 3 halaman 48
.
🌏 Web | shahihfiqih.com/hati-tenang-karena-mengutamakan-akhirat/
.
🖥 Youtube : youtube.com/shahihfiqih.
🌐 Telegram : @shahihfiqih - bit.ly/1S3K8sW .
📱 Instagram : Instagram.com/ShahihFiqih
📺 Twitter : twitter.com/shahihfiqih.
💻 Facebook : facebook.com/shahihfiqih.