Senin, 10 Juni 2019

Fiqih kontemporer antara asuransi konvensional dan asuransi syariah

التأمين التجارية و التأمين التعاونية
Asuransi Konvensional dan Asuransi Syariah

التأمين التجاري حرام عند جمهور العلماء المعاصرين، أما التأمين التعاوني جائز عند جمهور المعاصرين
Asuransi Konvensional Haram, dan Asuransi Syariah (Kooperatif) Boleh menurut jumhur ulama Kontemporer

دليل في تحريم التأمين التجاري
Dalil di haramkannya Asuransi Konvensional
1.  من عقود الغرر
Adanya ketidakjelasan (ghoror)
2. يتضمن الربا بنوعيه
Terdapat dua macam riba di dalamnya
3. يتضمن القمار
Terdapat Judi
4.  يتضمن الرهان المحرمة شرعا
Ada akad gadai yang haram
5. فيه إلزام ما لم يلزم شرعا
Mengharuskan sesuatu yang tidak seharusnya menurut syariat
6. يتضمن عقد دين بدين
Ada akan hutang dengan hutang

Sedikit kesimpulan pelajaran Fiqh Kontemporer, untuk bahan ujian semester.

Alhamdulillah pendapat yang di pandang rajih dalam masalah ini di muqoror kampus Al-Azhar sama dengan yang di tuliskan Ust. Dr. Erwandi Tirmidzi, MA di buku beliau "Harta Haram Muamalat Kontemporer"

Semoga Allah menjaga beliau

Abu Yusuf akhmad jakfar
Mahasiswa al azhar

Buruk sangka jika benar tak dapat pahala jika salah berdosa

Berkata Imam Bakr bin Abdullah Al-Muzani :
إياك من الكلام ما إن أصبت فيه لم تؤجر، و إن أخطأت فيه أثمت، و هو سوء الظن بأخيك

" Hati-hati lah dari berbicara jika itu bener, maka kamu tidak dapat pahala. (Tapi) jika kamu salah, maka kamu berdosa yaitu Berburuk sangka kepada saudaramu "

Di nukil oleh Syaikhuna Abdul Muhsin Al-Abbad Hafidzahullahu Ta’ala wa Ra'aahu di dalam kitab Rifqon Ahlas Sunnah bi Ahlis Sunnah, hal 25

_____________________

Abu yusuf Ahmad jakfar
Mahasiswa al azhar kairo Mesir dalam status fb

Baca buku syaikh utsaimin dibawah tanah

Di Masa Rezim Komunis Mereka Membaca Bukumu di Persembunyian Bawah Tanah

---------

Seorang dai dari Pusat Dakwah dan Bimbingan Agama di Jeddah, KSA bercerita tentang peristiwa di musim haji tahun 1416 H. Pada saat itu dia menemani Syaikh Ibnu Utsaimin di Bandara King Abdul Aziz di Jeddah. Pada saat itu di sekeliling mereka banyak sekali jamaah haji yang berdatangan.

Di bandara ini syaikh bertugas memberikan dakwah kepada para jamaah haji yang baru datang. Suatu saat datanglah serombongan jamaah haji dari Rusia, dan Syaikh pun ingin memberikan sedikit kajian untuk mereka. Beliau pun bertanya apakah ada seseorang yang bisa menerjemahkan. Kemudian majulah pembimbing haji rombongan dari Rusia ini untuk menerjemahkan, dalam keadaan dia tidak tahu bahwa yang berdiri di sana adalah Syaikh Ibnu Utsaimin.

Setelah kajian selesai dan diterjemahkan, pembimbing haji rombongan Rusia pun bertanya siapa Syaikh yang baru memberikan kajian tadi. Dia pun diberi tahu bahwa beliau adalah Syaikh Ibnu Utsaimin.

Setelah mengetahui hal tersebut, dia pun datang menemui syaikh dan mencium kening beliau sambil menangis. Kemudian, dia mengambil mikrofon dan memberi tahu rombongannya bahwa di hadapan mereka adalah Syaikh Ibnu Utsaimin.

Mulai detik itu air mata pun mengalir dari orang-orang Rusia tersebut, dan sang pembimbing terus menerus menyuarakan,
“Ini Syaikh Ibnu Utsaimin, ini Syaikh Ibnu Utsaimin, Syaikh Ibnu Utsaimin!”

Jamaah haji Rusia itu pun kemudian mendatangi Syaikh, memberikan salam kepada beliau, dan mencium kening beliau.

Sang pembimbing haji pun kemudian mendatangi Syaikh dan berkata,
“Rombongan haji ini adalah para muridmu. Di masa rezim komunis, mereka biasa membaca buku-bukumu di persembunyian bawah tanah.”

(Al-Jaamiâ’ li-Hayaat al-’Allaamah Muhammed ibn Saalih al-Uthaymeen’ halaman 38)
Ditulis oleh ustadz wira mandiri bachrun dalam di status fb

al-Hafizh Abu Hasan Ahmad bin Umair ad-Dimasyqi (w. 372 H) berkata : isnad 50 tahun dari kematian syaikh, adalah isnad yang aliy

Ini Ibnu Taimiyyah, kamu usia 5 tahun lagi apa?.
-
-
Syaikhul Islam lahir tahun 661 H. Bapaknya adalah seorang ulama besar dan anak seorang ulama besar pula. Sejak usia lima tahun beliau telah mengambil hadits dari Bapaknya ini. Hal itu disebutkan oleh Syaikhul Islam dalam hadits ke-14 dalam risalah Arbaun Haditsan, ”Dibacakan kepada Bapakku sedangkan saya mendengarnya di Haran pada tahun 666 H”.
Walaupun lahir ditengah keluarga ulama, tapi beliau tetap melakukan perjalanan ilmiyyah (rihlah) dalam mencari hadits dan riwayah sebagaimana yang telah dilakukan oleh para salafush shalih dan ulama-ulama ahli hadits sebelumnya. Awal rihlahnya ketika usia beliau menginjak 6 tahun.
Diusia yang masih anak-anak itu Ibn Taimiyyah hadir di majelis seorang Imam dan Musnid Besar: Zainuddin Abul Abbas Ahmad bin Abd ad-Da’im bin Ni’mah bin Ahmad al-Maqdisi, mendengar darinya banyak hadits diantaranya apa yang beliau sebutkan dalam risalah Arbaun Haditsan hadits yang pertama. Gurunya ini kemudian meninggal setahun kemudian yaitu tahun 668 H.
Hadits yang beliau dengar dari Ibn Abd ad-Da’im ini kemudian menjadi hadits yang ‘aliy. Ketika adz-Dzahabi dan lainnya mengambil hadits ini dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah pada Jumadil Akhir tahun 721 H, sanad beliau ketika itu telah berusia 54 tahun sejak sama’nya tersebut. Para ulama mengatakan bahwa usia sanad itu akan dianggap bernilai tinggi (‘aliy) jika perowinya masih hidup minimal 50 tahun setelah wafat gurunya atau selepas pengambilan sanad kepada gurunya. Sebagaimana yang dikatakan oleh al-Hafizh Abu Hasan Ahmad bin Umair ad-Dimasyqi (w. 372 H):
إِسْنَادُ خَمْسِينَ سَنَةٍ مِنْ مَوْتِ الشَّيْخِ إِسْنَادُ عُلُوٍّ
“Isnad 50 tahun dari kematian Syaikh, adalah isnad yang ‘aliy”.
Di tahun 667 H ini, tak hanya majelis Ibn Abd ad-Da'im, bahkan Syaikhul Islam mendengar dan menghadiri Majelis sejumlah Imam lainnya yaitu: Abdullah bin Muhammad bin Atha al-Hanafi, Abdurrahman bin Abi Umar Muhammad bin Qudamah al-Maqdisi, dan Muhammad bin Ismail bin al-Muthafar ad-Dimasyqi.
#####
Disadur dari buku baru saya, judulnya masih rahasia.
ustadz rikrik aulia rahman

ujian terus di hadapi oleh mukmin dan mukminah perihal dirinya anaknya dan hartanya hingga ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tanpa dosa

"Seterusnya ujian dihadapi mukmin dan mukminah, perihal dirinya, anaknya dan hartanya, hingga ia bertemu dengan Allah dalam keadaan tanpa dosa."
Ujian perihal diri, di antaranya: kekurangan di fisiknya, atau penyakitnya.
Ujian perihal anak, di antaranya: sakitnya, wafatnya, durhakanya, kebutuhannya.
Ujian perihal harta, di antaranya: kefakirannya, sulitnya mencari uang, perjalanan berdagang atau bekerja.
Semua manusia baik kafir atau mukmin, diuji akan segala yang tersebut di hadits. Tapi hanya orang beriman yang terpuji. Kenapa? Karena ujian membuat mereka kembali kepada Allah.
Sementara orang kafir atau orang yang lemah imannya, ujiannya semakin menipiskan harapan kepada Allah. Bahkan banyak dari mereka tidak memahami mana musibah mana karunia.
Wallahul muwaffiq
ustadz hasan al jaizy dalam status facebook
lulusan syariah lipia

Nasehat ibnu sirin kepada orang yg mencela pemimpin

Muhammad bin Sirin mendengar seseorang yang mencela al-Hajjaj bin Yusuf (pemimpin yang sangat zalim), ia datangi orang tersebut dan berkata, “Ada apa? Di akhirat nanti, dosa terkecil yang pernah kau lakukan lebih berat bagimu dari dosa terbesarnya al-Hajjaj. Ketahuilah bahwa Allah itu Maha Bijaksana dan Maha Adil. Kalau Allah menyiksa al-Hajjaj atas kezalimannya terhadap orang lain, pasti Allah juga akan mengadzab seseorang yang menzalimi al-Hajjaj. Karena itu, jangan sibukkan dirimu dengan mencela seorang pun.” (ash-Shufdi: al-Wafi bil Wafiyat, 11/241).
status ustadz nurfitri hadi kontributor web www.kisahmuslim.com
 

Minggu, 09 Juni 2019

Keistimewaan ayam jago

KEISTIMEWAAN AYAM JAGO.

Allah subhanahu wa ta'ala tidaklah menciptakan maklukNya kecuali disana ada hikmah yang sangat luar biasa, spt ayam jago yang sering kita lihat di sekeliling kita, banyak mungkin diantara kita menggangap remeh hewan tersebut, tapi taukah anda apa KEISTIMEWAAN ayam jago di dalam agama Islam? simak  faidah berikut ini :)

1. ADA HADITS YANG MELARANG UNTUK MENCELA AYAM JAGO.
Dalam hadis dari Zaid bin Khalid al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَا تَسُبُّوا الدِّيكَ فَإِنَّهُ يُوقِظُ لِلصَّلَاةِ

Janganlah mencela ayam jago, karena dia membangunkan (orang) untuk shalat. (HR. Ahmad 21679, Abu Daud 5101, Ibn Hibban 5731 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

2. DOA AKAN DI IJABAH
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ، فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكًا، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَانًا

“Apabila kalian mendengar ayam berkokok, mintalah karunia Allah (berdoalah), karena dia melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai, mintalah perlindungan  kepada Allah dari setan, karena dia melihat setan.” (HR. Bukhari 3303 dan Muslim 2729).

3. ADA BEBERAPA PELJARAN YANG PATUT KITA TIRU DARI AYAM JAGO.
Al-Hafidz Ibn Hajar menukil keterangan dari ad-Dawudi,

قال الداودي يتعلم من الديك خمس خصال حسن الصوت والقيام في السحر والغيرة والسخاء وكثرة الجماع

Ad-Dawudi mengatakan, kita bisa belajar dari ayam jantan 5 hal: suaranya yang bagus, bangun di waktu sahur, sifat cemburu, dermawan (suka berbagi), dan sering jimak. (Fathul Bari, 6/353).

✍️ akhukum fillah
Argi Aba Salman As sundawy hafidzohullah
Catatan kecil dari syekh Dr arif anwar Al yamani hafidzohullah dengan sedikit tambahan.