Minggu, 30 Agustus 2026

“Tidakkah engkau melihat bahwa nilai dan kedudukan pedang menjadi berkurang apabila dikatakan: ‘Pedang itu lebih tajam daripada tongkat.’”

Bismillah , saya heran dg kesibukan netizen dengan adanya seorang di zaman sekarang menilai bahwa syekh Al Albani bukan ahli hadis atau yang semisalnya … 

Saya ingat dengan perkataan Al-Mutanabbi penyair berasal dati kota kufah negeri iraq yang lahir tahun 915 M / 303 H 

أَلَمْ تَرَ أَنَّ السَّيْفَ يَنْقُصُ قَدْرُهُ
إِذَا قِيلَ إِنَّ السَّيْفَ أَمْضَى مِنَ العَصَا

Terjemahannya

“Tidakkah engkau melihat bahwa nilai dan kedudukan pedang menjadi berkurang apabila dikatakan: ‘Pedang itu lebih tajam daripada tongkat.’”

Ini adalah ungkapan sindiran yang sangat halus. Maksudnya:

Sesuatu atau seseorang yang tinggi nilainya tidak perlu dibandingkan dengan sesuatu yang jauh berada di bawahnya.

Sebab ketika kita mengatakan:

“Pedang lebih tajam daripada tongkat,”

secara lahiriah memang benar. Tetapi membandingkan pedang dengan tongkat justru dianggap menurunkan kedudukan pedang, karena tongkat memang bukan tandingannya.

Pelajaran dari bait ini

Ungkapan tersebut dapat digunakan untuk menggambarkan:

* Orang yang berilmu tidak perlu terlalu sibuk menanggapi penilaian orang yang tidak memiliki ilmu yang memadai.
* Orang yang memiliki kapasitas tidak perlu membuktikan dirinya kepada orang yang tidak memahami kapasitas tersebut.
* Tidak semua kritik layak dijadikan ukuran.
* Membandingkan sesuatu yang tinggi dengan yang jauh di bawahnya terkadang justru merendahkan yang tinggi.

Dalam bahasa sederhana:

“Pedang tidak menjadi lebih mulia hanya karena dibandingkan dengan tongkat; justru perbandingan itu sendiri dianggap tidak sepadan.”

Semoga bermanfaat
Ustadz muhammad elvi syam Lc Ma
https://www.facebook.com/share/19PFndgyMW/