Selasa, 30 Juni 2026

Haram hukumnya, melihat, membaca, dan menelaah kitab ahlu bidah

Haram hukumnya, melihat, membaca, dan menelaah kitab ahlu bidah

Apalagi sampai kepo, subscribe, sengaja dengerin kalam ahlu bidah agar menambah wawasan katanya

Seorang awalnya berada di atas aqidah, tauhid, dan iman yang kokoh, tapi karena ia iseng2 main di pinggir jurang, akhirnya jatuh dalam kesesatan

قال ابن مفلح رحمه الله :
وَيَحْرُمُ النَّظَر فِيمَا يُخْشَى مِنْهُ الضَّلَال وَالْوُقُوع فِي الشَّكِّ وَالشَّبْهَةِ، وَنَصَّ الْإِمَامُ أَحْمَدُ - رحمه الله - عَلَى الْمَنْعِ مِنْ النَّظَر فِي كُتُبِ أَهْلِ الْكَلَامِ وَالْبِدَعِ الْمُضِلَّة وَقِرَاءَتِهَا وَرِوَايَتِهَا
 (الآداب الشرعية : ١ / ٢٥٢)

Berkata Ibnu Muflih rahimahullah:

Dihaharamkan melihat, mempelajari, atau menelaah sesuatu yang dikhawatirkan dapat menjerumuskan seseorang ke dalam kesesatan, keraguan, dan syubhat.

Imam Ahmad rahimahullah secara tegas menyatakan larangan untuk melihat, membaca, dan meriwayatkan buku-buku Ahlul Kalam serta Ahlul Bid'ah yang menyesatkan.

Sumber: Al-Ādāb asy-Syar'iyyah (1/252).