2 Sebab Perpecahan Umat
Pada dasarnya, semua hukum agama Islam berfungsi menghimpun, menyatukan, dan tidak memencah belah. Namun, perpecahan sesuatu yang sering kali tidak bisa dihindari.
Perpecahan ini bisa disebabkan oleh faktor syahwat, seperti:
- Berlomba-lomba dalam mengejar dunia
- Berebut kepemimpinan
Perpecahan di tengah umat bisa juga disebabkan oleh faktor syubhat, yaitu:
1. Syirik
Syirik termasuk penyebab utama dalam menciptakan perpecahan. Maka dari itu Allah menggandengkan syirik dengan perpecahan. Allah Ta’ala berfirman:
وَلَا تَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ، مِنَ ٱلَّذِينَ فَرَّقُوا۟ دِينَهُمْ وَكَانُوا۟ شِيَعًا ۖ كُلُّ حِزْبٍۭ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ
“Dan janganlah kalian termasuk orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada mereka.” (QS Ar-Rum: 31–32)
2. Bid’ah
Karena hukum yang digunakan dalam perkara bid’ah itu cacat/lemah. Ia lahir dari pendapat semata tanpa landasan, sedangkan pendapat-pendapat itu menyebabkan perpecahan. Sebab setiap orang akan berdiri sendiri dengan pikirannya masing-masing.
Adapun Sunnah, maka ia mempersatukan, karena bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak berbicara menurut hawa nafsu. Oleh sebab itu beliau mengabarkan akan terjadinya perselisihan di tengah umat, lalu memerintahkan agar berpegang teguh kepada Sunnah. Beliau bersabda:
إنه من يعش منكم بعدي فسيرى اختلافًا كثيرًا، فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء المهديين الراشدين… وإياكم ومحدثات الأمور؛ فإن كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة
“Barang siapa di antara kalian hidup sepeninggalku, niscaya ia akan melihat banyak perselisihan. Maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapat petunjuk lagi lurus. Jauhilah perkara-perkara baru dalam agama, karena setiap perkara baru adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR Abu Dawud no. 4607, At-Tirmidzi no. 2676, dan Ibnu Majah no. 43; hadis sahih)
(Faedah dari Syaikh Abdul Malik Ramadhani فضيلة الشيخ عبد المالك بن أحمد رمضاني الجزائري dalam Daurah Syariyyah ke-9, di Mahad Imam Bukhari Solo, 15 al-Muharram 1448 / 30 Juni 2026)
Ust muadz mukhadasin