#NASEHAT__DALAM_BELAJAR
Berkata Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah:
Saya menasehati penuntut ilmu pemula,
Pertama: Hendaknya ia menetapi satu guru tertentu yang ia percayai ilmunya dan amanahnya. Jika tidak, maka pikirannya akan tercerai-berai antara si fulan dan si fulan. Selama ia yakin bahwa guru ini memiliki ilmu, amanah -manhajnya-, dan kepercayaan yang bisa diandalkan, maka hendaknya ia terus mulazamah dengannya.
Kedua: Hendaknya ia memulai dari ilmu-ilmu dasar sebelum yang besar. Maka ia memulai dengan kitab-kitab ringkas yang jelas sebelum naik ke kitab-kitab yang lebih tinggi levelnya.
Ketiga: Hendaknya ia berusaha mengamalkan setiap ilmu yang telah dipelajarinya. Jika ia mengetahui bahwa shalat itu wajib, maka ia harus shalat. Jika ia tahu bahwa berbakti kepada kedua orang tua itu wajib, maka ia berbakti. Jika ia tahu bahwa mengucapkan salam itu sunnah, maka ia melakukannya. Jika ia tahu bahwa menolong seseorang pada kendaraannya dengan membantunya naik atau membantu mengangkat barangnya itu kebaikan, maka ia lakukan. Karena sesungguhnya jika seseorang mengamalkan ilmunya, Allah akan mewariskan kepadanya ilmu yang sebelumnya tidak ia ketahui.
Banyak dari penuntut ilmu yang mengambil ilmu hanya secara teori, tidak diamalkan. Engkau dapati ia memiliki kekuatan hafalan, daya ingat, kemampuan debat dan diskusi yang besar, namun dalam pengamalan mereka lalai. Ini adalah bahaya besar, karena jika seseorang tidak mengamalkan ilmunya, maka ilmunya akan menjadi bencana baginya, tidak diragukan lagi, bahkan bisa jadi ilmu itu dicabut darinya.
Keempat: Hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, tidak mudah bosan, tidak lemah, dan tidak cepat merasa letih. Jika ia lelah, maka ia beristirahat sekadar untuk mengembalikan semangatnya.
Dan di antara perkara penting adalah seseorang harus bersabar dalam menuntut ilmu dan terus bersungguh-sungguh (istiqamah di jalan ilmu).
-----------------------------
Kitab. Ad Durar An Nafisah fi Rihlati ila Makkah wal Madinah, hal. 12-14.
وفقني الله وإياكم للعلم النافع والعمل الصالح.