Rabu, 15 April 2026

Salafy tidak ingin persatuan?

Salafy tidak ingin persatuan?

Ini bukan soal menolak persatuan, tetapi perbedaan dalam bersikap.

Salafiyun dalam bersikap tidak mudah terombang-ambing oleh arus berita dan opini. Mereka memandang jauh ke depan (ma’ālāt al-umūr), serta menimbang antara maslahat dan mafsadat. Karena itu, tidak jarang sikap mereka tampak tidak populer, bahkan terkesan asing di mata sebagian kaum muslimin.

Adapun kaum pergerakan, sikap mereka seringkali didorong oleh semangat membela Islam—penuh gelora dan energi. Namun—dengan segala hormat—sering kurang mempertimbangkan dampak jangka panjang serta keseimbangan antara maslahat dan mafsadat.

Di antara contoh realita yang bisa kita lihat:

 1. Ketika Khomeini mendeklarasikan revolusi yang disebut “revolusi Islam” (hakikatnya revolusi Syiah), banyak kaum muslimin yang tertipu. Bahkan sebagian saudara kita dari kalangan pergerakan turut memuji dan mengelu-elukan revolusi tersebut. Berbeda dengan para ulama Salafiyun, mereka tetap kokoh di atas keyakinan yng mereka pegang, meyakini bahwa Syiah tidak akan pernah ridha terhadap Ahlus Sunnah.

Seiring waktu, realita membuktikan kebenaran sikap tersebut. Meski dahulu mereka dicap anti persatuan dan dianggap merusak ukhuwah, kini siapa yang terbukti benar?

 2. Lihat pula ketika banyak kaum muslimin terkecoh dengan Hizbullah. Bahkan Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi sempat membela dan mengkritik pihak yang dianggap anti persatuan. Namun pada akhirnya beliau sendiri mengakui kekeliruannya.

Beliau berkata:

مشايخ السعودية كانوا أنضج مني لأنهم عرفوا حقيقة ما يسمى “حزب الله” في حين كنت أدافع عنه إنه حزب الشيطان

“Para ulama Saudi lebih matang daripada saya, karena mereka mengetahui hakikat kelompok yang disebut Hizbullah, sementara dahulu saya membelanya. Sesungguhnya itu adalah Hizb syaithan.”

Dan hingga hari ini, masih ada yang menilai Salafiyun sebagai pihak yang tidak menginginkan persatuan.

Biarlah waktu yang menjawab.

Sebagaimana kata penyair Arab:

ستبدي لك الأيام ما كنت جاهلا
ويأتيك بالأخبار من لم تزود

Hari-hari akan menampakkan kepadamu apa yang dahulu tidak engkau ketahui,
dan akan datang kepadamu berita dari arah yang tidak engkau sangka.

Masih banyak contoh lain yang bisa ditambahkan.

Semoga Allah menjaga kaum muslimin.
Ustadz Dr fadlan fahamsyah