salah satu Nama Indah Allah (Asmaul Husna), yaitu **Al-Wadud** (Maha Pecinta/Maha Pengasih). Berikut adalah terjemahan lengkapnya ke dalam bahasa Indonesia:
### **Bab Kedua: Al-Wadud (الودود)**
* **Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:** *"Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sungguh, Tuhanku Maha Penyayang, Maha Pengasih (Al-Wadud)."* (QS. Hud: 90).
#### **Makna Al-Wadud bagi Allah Azza wa Jalla**
Nama **Al-Wadud** memiliki dua makna:
1. **Pertama:** Bermakna subjek (pelaku), yaitu Dialah yang mencintai para Nabi-Nya, Rasul-Nya, para wali-Nya, dan hamba-hamba-Nya yang beriman.
2. **Kedua:** Bermakna objek (yang dicintai), yaitu Zat yang dicintai, yang berhak untuk dicintai dengan seluruh kecintaan; di mana hamba lebih mencintai Allah melebihi pendengaran, penglihatan, dan segala hal yang ia cintai lainnya.
#### **Pengaruh Beriman kepada Nama yang Mulia Ini**
* **Pertama:** Mencintai Allah Azza wa Jalla dengan cinta yang tulus yang membuahkan keikhlasan dalam beribadah hanya kepada-Nya, serta mendahulukan apa yang Dia cintai di atas segala sesuatu selain-Nya. Hal ini juga mengharuskan kita mencintai apa yang dicintai Allah dan membenci apa yang dibenci-Nya; inilah hakikat dari *Al-Wala' wal Bara'* (loyalitas dan berlepas diri).
* **Kedua:** Memiliki kekuatan dalam berharap (*raja'*) hanya kepada Allah semata, berprasangka baik kepada-Nya, serta tidak berputus asa dari rahmat-Nya.
* **Ketiga:** Merasa tenang dengan mengingat-Nya, merasa tentram kepada-Nya, tunduk merendah diri di hadapan-Nya, serta merasakan manisnya bermunajat kepada-Nya.
* **Keempat:** Merasa gembira dan bahagia atas petunjuk untuk mengikuti jalan *Salafush Shalih* (generasi terdahulu yang saleh), yaitu mereka yang menetapkan apa yang telah Allah tetapkan untuk diri-Nya atau yang ditetapkan oleh Rasul-Nya ﷺ dari Nama-nama dan Sifat-sifat-Nya, tanpa menyerupakan-Nya dengan makhluk (*tasybih*), tanpa meniadakan sifat-Nya (*ta'thil*), dan tanpa menanyakan "bagaimana" hakikatnya (*takyif*). Termasuk di antaranya adalah menetapkan sifat cinta bagi Allah Ta'ala dan beriman bahwa Dia dicintai dan mencintai. Inilah makna dari *Al-Wadud*. Segala dampak dan kondisi keimanan yang muncul dari hal ini menuntut kita untuk bersyukur kepada Allah dan memuji-Nya atas petunjuk yang diharamkan bagi ahli bid'ah ini.
* **Kelima:** Mengikuti Rasulullah ﷺ dalam perintah dan larangan beliau serta seluruh sunnahnya; karena hal tersebut merupakan tanda kecintaan seorang hamba kepada Tuhannya, sebagaimana itu juga merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya.