Kamis, 02 April 2026

Selama penguasa tersebut tidak kafir (keluar dari Islam), maka wajib untuk mendengar dan taat kepadanya dalam hal-hal yang makruf (baik).

0.00 هذا يقول شيخنا لا شك اننا نعيش في غربه شديده وهذه

0.08 الغربه تشتد اذا كان في مثل بلاد لا يوجد فيها علماء والحاكم

0.18 في نعم والحاكم مسلم والدوله لا تحكم بالشريعه ونرى البيعه والسمع والطاعه

0.25 للحاكم ويوجد اناس ينسبون الى السنه ينبزوننا بطائفه اهل البيعه اذا كان هذا

0.35 الحاكم لم يكفر فانهم يجب السمع والطاعه له في المعروف

0.42 واذا نبزوكم بانكم جماعه البيع لا ي ضركم انتم متبعون

0.49 لا مبتدعون فالنبي صلى الله عليه وسلم قد قال من مات وليس في عنقه بيعه مات ميته
0.49 لا مبتدعون فالنبي صلى الله عليه وسلم قد قال من مات وليس في عنقه بيعه مات ميته

0.57 جاهليه فخلوكم انتم مع البيعه وهو هذا يخرج عن البيعه ويموت ميته تشبه ميته اهل الجاهليه

1.06 وكفاهم بهذا ولا يضرك ايها الاخ السائل واذا اردت ان تسلم من الكلام هذا محال ما

1.15 يمكن المرء من ضد ولو حاول العزله في راس الجبل

1.23 ما يخلو لابد وان يتكلم في فلا يضرك ايها

1.29 الاخ السائل ان يقال فيك ما قيل

"Penanya berkata: Wahai Syaikh kami, tidak diragukan lagi bahwa kita hidup di masa keterasingan (*ghurbah*) yang sangat hebat. Keterasingan ini semakin terasa jika berada di negeri yang tidak ada ulamanya, sementara penguasanya adalah seorang muslim namun negara tersebut tidak menerapkan syariat secara penuh. Kami berpandangan bahwa tetap ada kewajiban baiat, mendengar, dan taat kepada penguasa tersebut. Namun, ada orang-orang yang menisbatkan diri kepada Sunnah justru menggelari kami dengan sebutan 'Kelompok Ahli Baiat' (sebagai ejekan).
**Jawaban Syaikh:**
Selama penguasa tersebut tidak kafir (keluar dari Islam), maka wajib untuk mendengar dan taat kepadanya dalam hal-hal yang makruf (baik).
Jika mereka mengejek kalian sebagai 'Kelompok Baiat', maka hal itu tidaklah membahayakan kalian. Kalian adalah pengikut sunnah (*muttabi’un*), bukan pembuat bid'ah (*mubtadi’un*). Nabi \small \text{صلى الله عليه وسلم} telah bersabda:
> *'Barangsiapa yang mati dalam keadaan tidak ada baiat di lehernya, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah.'*
Maka tetaplah kalian berada dalam baiat tersebut. Justru orang yang mengejek itulah yang keluar dari baiat, dan ia terancam mati dengan kematian yang menyerupai kematian ahli jahiliyah. Cukuplah hal itu bagi mereka (sebagai peringatan).
Janganlah hal itu menyakitimu wahai penanya. Jika engkau ingin selamat dari lisan manusia, itu adalah hal yang mustahil. Seseorang tidak akan bisa lepas dari penentang, meskipun ia mencoba mengasingkan diri di puncak gunung sekalipun; ia tetap tidak akan selamat dari pembicaraan orang. Maka janganlah bersedih wahai penanya atas apa yang mereka katakan tentangmu."
### **Poin-Poin Penting Ringkasan:**
 * **Prinsip Ketaatan:** Selama pemimpin itu muslim, kewajiban mendengar dan taat dalam kebaikan tetap berlaku meskipun negara tidak menerapkan syariat secara penuh.
 * **Legalitas Baiat:** Memiliki komitmen baiat kepada pemimpin muslim adalah perintah syariat untuk menghindari "mati jahiliyah".
 * **Keteguhan Hati:** Label negatif atau ejekan dari orang lain tidak seharusnya menggoyahkan seseorang yang berada di atas jalan yang benar (Sunnah).
 * **Realitas Sosial:** Mengharap ridha atau keselamatan dari lisan manusia adalah hal yang mustahil dilakukan.
https://youtu.be/Ug1Su-vX7xE?si=YlUXWPOoFjPs9v9E
Syaikh muhammad bin hadi al madkholi