**Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang**
## **Sikap Moderat terhadap Kondisi Abu Hamid al-Ghazali**
**Penjelasan mengenai sikap para murid Syekh Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahab (semoga Allah merahmati mereka) terhadap Al-Ghazali.**
*Disusun oleh Dr. Abdul Aziz bin Saad Al-Dughaither pada tanggal 25 Syawal 1447 H.*
Segala puji bagi Allah, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah, keluarga, dan para sahabatnya sekalian. Amma ba’du:
Saya mengamati adanya sikap keras dari sebagian penuntut ilmu dalam ucapan mereka mengenai Abu Hamid al-Ghazali, padahal beliau telah memberikan kontribusi besar dalam ilmu fikih Syafi'i dan ushul fikih. Oleh karena itu, saya merasa perlu untuk menukil perkataan para murid Syekh Al-Mujaddid Muhammad bin Abdul Wahab *rahimahullah*, agar kita dapat melihat moderasi (sikap pertengahan) yang sangat kita butuhkan saat ini.
Saya senantiasa berpendapat bahwa meninggalkan manhaj para ulama kita—mulai dari sang pembaharu dakwah ini, murid-muridnya, para ulama yang memberikan pengaruh kepada mereka dari kalangan Salafus Shalih, Syekh Taqiyuddin Ibnu Taimiyah beserta murid-muridnya, hingga para ulama Ahli Hadis sebelumnya maupun sesudahnya—akan menyebabkan kekacauan bagi para penuntut ilmu. Mereka adalah kaum yang merupakan teladan bagi kita.
Abu Hamid al-Ghazali adalah Muhammad bin Ahmad al-Tusi al-Ghazali, wafat tahun 505 H. Beliau termasuk salah satu fukaha besar mazhab Syafi'i dan ulama besar ushul fikih. Beliau juga memiliki berbagai karya tulis lain dalam bidang tasawuf, filsafat, dan ilmu kalam, yang mana bidang-bidang tersebut merupakan subjek dari penelitian dan kritik.
Berikut adalah apa yang disebutkan oleh para ulama Diriyah dalam mengevaluasi Abu Hamid al-Ghazali:
**Dalam *Al-Durar al-Saniyyah* 17/3:**
Putra-putra Syekh Muhammad bin Abdul Wahab dan Syekh Hamad bin Nashir *rahimahumullah* ditanya mengenai ayat-ayat sifat yang terdapat dalam Al-Kitab. Dalam jawaban mereka, terselip perkataan mengenai Abu Hamid al-Ghazali, karena si penanya berkeberatan bahwa Abu Hamid melakukan takwil padahal beliau adalah orang yang berilmu. Mereka berkata dalam mengevaluasi kondisi Abu Hamid:
> "Abu Hamid *rahimahullah*, sebagaimana yang dikatakan oleh sebagian imam Islam (1):
> (Cabang: Mengenai kitab *Al-Arba'in* dan *Al-Madnun bihi 'ala Ghairi Ahlihi*)"
>
*(1) Teks perkataan Imam Ibnu Taimiyah — rahimahullah — dalam Majmu’ al-Fatawa (4/63).*