Ringkasan klarifikasi dari Syaikh Dr. Akram Ziyadah hafizhahullah terkait ketergelinciran ucapan (zallat lisan) beliau tentang Sahabat Nabi Ka’ab bin Malik radhiyallahu ‘anhu.
(Masalah ini sebenarnya sudah berlalu sekitar setengah tahun yang lalu dan beliau sudah klarifikasi, namun sebagian masih terus mengangkatnya)
Beberapa poin penting dari klarifikasi beliau hafizhahullah adalah:
1. Syaikh merasa senang karena ada orang yang perhatian dengan ucapannya, terlepas dari apa pun niat mereka dalam memantau perkataannya tersebut.
2. Bagi mereka yang mengkritik karena rasa cinta dan cemburu (ghirah) terhadap kehormatan para Sahabat, beliau mendoakan semoga Allah membalas kebaikan mereka.
3. Bagi pihak yang berniat buruk atau sengaja ingin membuat keributan, beliau menyerahkan urusan niat dan balasan mereka sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Mengetahui.
4. Beliau menyayangkan penyebaran potongan video yang hanya berdurasi sekitar satu menit, padahal durasi aslinya lebih dari 1 jam 48 menit.
5. Cara penyebaran potongan video tersebut dianggap sebagai bentuk manipulasi dan kebohongan, serta sebuah upaya untuk memutarbalikkan perkataan dari konteks aslinya.
6. Beliau menegaskan bahwa setiap perselisihan yang tidak terselesaikan di dunia akan dibawa ke hadapan Allah di hari kiamat nanti.
7. Beliau menjelaskan terkait konteks pembicaraan, yaitu bahwa pernyataan dalam video tersebut harus dipahami sesuai konteksnya, yang sebenarnya merujuk pada bab dalam Sunan Abi Dawud mengenai sikap menjauhi ahli bidah.
8. Beliau berpegang pada prinsip Syaikh Al-Albani agar tidak mengeluarkan pendapat tanpa adanya imam (ulama terdahulu) yang mendahuluinya. Dalam hal ini, ia merujuk pada Imam Abu Dawud.
9. Keyakinan beliau terkait para Sahabat secara kolektif sebagai sebuah generasi adalah bahwasanya mereka terjaga dari kesalahan. Namun, secara individu, mereka adalah manusia yang tidak maksum dan mungkin saja terjerumus dalam kesalahan. Namun, Allah telah mengampuni mereka sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan hadis.
10. Beliau mengakui adanya salah paham terhadap bab dalam Sunan Abi Dawud yang menyebabkan kesalahan dalam pengungkapan kata/keselo lidah/kesalahan ucap (zallat lisan).
Intinya bahwa akidah beliau adalah mencintai seluruh Sahabat Nabi dan menganggap mencela mereka sebagai bentuk kekufuran atau kemunafikan.
Silakan bagi yang ingin membaca klarifikasi lengkapnya bisa di: https://drive.google.com/file/d/1NwN0J_acqsUlUUa8sC_Rm_PI44nBM4jR/view?usp=drivesdk
Beliau membawakan firman Allah Ta’ala:
رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (QS al-Baqarah: 286)