Rabu, 08 April 2026

Ini adalah pelajaran adab yang dalam, bahwa siapa yang meremehkan orang lain, seringkali akan diuji dengan hal yang sama. Lisan yang tak dijaga bisa menjadi sebab datangnya ujian

🔰 JANGAN KAU CACI KESALAHAN ORANG, LALU KEMUDIAN KAU DITIMPA DENGAN KESALAHAN YANG SAMA 🔰
(Kisah unik yang terjadi diantara 2 Imam besar dalam qiraat, al Imam al Kisa'i dan al Imam al Yazidi)

Tersebut lah dua sejawat yang sama sama piawai dan memiliki kredibilitas dalam ilmu qiraat, Nahwu, dan bahasa Arab. Yang satu bernama Ali bin Hamzah bin Utsman yang dikenal dengan sebutan al Kisa'i, dan yang satunya lagi bernama Yahya bin al Mubarak bin al Mughirah yang dikenal dengan al Yazidi. 

Keduanya dijuluki dengan julukan 'Syaikhul Qurra', yang berarti: Syaikh nya para qari' (pembaca) al Quran. Julukan itu tidaklah disematkan kecuali pada seseorang yang telah sampai pada tingkatan dan fase tertinggi dalam ilmu baca al Quran, sehingga bacaannya menjadi referensi dan hujjah. Keduanya juga ahli di dalam bahasa arab, dan keduanya di juluki 'an Nahwiy', yang berarti seorang yang ahli didalam bidang Nahwu. 

Suatu ketika, keduanya berada disisi Amirul Mu'minin Harun ar Rasyid. Kemudian tibalah waktu shalat jahriyah (yaitu shalat yang dikeraskan bacaan al Quran padanya). Maka majulah Imam al Kisa'i untuk mengimami mereka. Qaddarallah, disaat Shalat tersebut, al Imam al Kisa'i tersendat dan keliru didalam membaca surah al Kafirun. 

Setelah shalat usai, berkata al Imam al Yazidi kepada al Imam al Kisa'i; 'Seorang Qari' penduduk Kufah bisa salah dan tersendat disaat membaca surah 'Qul ya Ayyuhal Kafirun?!'. Seakan ia merendahkan dan mencela kesalahan al Iman al Kisa'i. 

Tak lama kemudian, shalat jahriyah yang lain pun tiba, maka kali ini giliran al Imam al Yazidi yang maju untuk mengimami mereka. Tak disangka, disaat Shalat, ternyata al Iman al Yazidi tersendat dan keliru didalam membaca surat al Fatihah. Subhanallah! 

Setelah shalat usai, al Imam al Kisa'i pun berkata kepadanya;

إحفظ لسانك لا تقول فتبتلى
               إن البلاء موكل بالمنطق
"Jagalah lisanmu! Janganlah engkau mengucapkan sesuatu (yang merendahkan orang lain -pent) sehingga kau pun di uji dengannya!
Sesungguhnya musibah itu bergantung pada ucapan lisan"

Kisah diatas disebutkan oleh al Anbari dalam kitabnya Nuzhatul Alba' halaman 70,dari Abu Shafr al Baghdadi atau yang lebih dikenal dengan Ibnu ad Dauraqi. 

_________________________
Ini adalah pelajaran adab yang dalam, bahwa siapa yang meremehkan orang lain, seringkali akan diuji dengan hal yang sama. Lisan yang tak dijaga bisa menjadi sebab datangnya ujian

al Imam Ibnul Jauzi berkata didalam kitabnya Shaidul Khathir halaman 391:
"Dahulu aku mencela oramg yang telah rontok sebagian giginya, lalu ternyata gigi ku pun rontok juga"

Wallahu a'lam

🖋️ Abu Ibrahim Yami Cahyanto, Lc