Selasa, 07 April 2026

Pesan Ustadz Nidlol untuk Kami

Pesan Ustadz Nidlol untuk Kami

Alhamdulillaah bini’matihi tatimmushalihat, di hari Sabtu (4/4) ba’da subuh kemarin, kami dapat bertemu dengan Ustadz KH. Nidlol Masyhud, Lc., Dpl. selaku Pemangku Pondok Pesantren Maskumambang Gresik dan juga sebagai Direktur Utama dari Majelis Aqidah IHKAM.

Selepas dari kajian ba’da shubuh, kami duduk melingkar bersama beliau. Melalui momentum tersebut, kami banyak sekali berdiskusi serta beristifadah dari pengalaman serta ilmu yang dimiliki beliau.

Lalu setelah beliau menceritakan perjalanan dakwah beliau. Dan setelah kisah tersebut disampaikan, kami pun sedikit bertanya kepada beliau pertanyaan-pertanyaan seputar komunitas yang akan kami adakan. Setidaknya ada dua perkara yang kami tanyakan ke beliau. Pertama, bagaimana caranya untuk membangun kredibilitas komunitas diskusi aqidah didalam masyarakat awam. Lalu yang kedua adalah apa fondasi serta catatan yang harus kami terapkan selama berjalannya komunitas ini nantinya.

Maka kemudian beliau memberikan pandangannya,

Bahwa dalam membangun sebuah komunitas, ada dua jenis pembahasan diskusi aqidah/pemikiran yang dapat digunakan. 
1. Pembahasan terhadap pemikiran yang cukup familiar dengan lingkungan. contohanya dengan lingkungan UIN, maka pembahasannya dapat digunakan seputar Liberalisme, Sekulerisme, Feminisme dan seterusnya.
2. Pembahasan mendalam terhadap satu fann ilmu/topik. Dan dalam diskursus ini, kita dapat menggunakan satu kitab rujukan yang kemudian kita telaah secara mendalam didalamnya.

Meskipun begitu, kita juga tetap harus menyesuaikan kitab yang akan kita bawakaan dengan kapasitas dan kemampuan yang audiens miliki. Beliau memberikan contoh seperti kitab Al Wasithiyyah dari Sy. Ibn Taimiyyah dapat digunakan sebagai kitab pembuka karena isinya lebih banyak soal faidah terhadap ilmu aqidah dibandingkan bantahan. Beliau jg menyarankan pembahasan terkait kitab at-Tadmurriyah pasca kitab-kitab mudah sudah dituntaskan terlebih dahulu.

Melalui dua metode tadi, maka sebuah akar dari komunitas diskusi akhirnya mulai terbentuk dan dapat mensolidkan dari kegiatan komunitas tersebut.

Kemudian, beliau menjelaskan bahwa dalam menjalankan dua metode tersebut, setiap pembahasan yang kita lakukan juga harus di laksanakan secara istiqomah dan tuntas. Ketuntasan sebuah pembahasan merupakan hal yang paling penting dalam diskusi-diskusi. Saat menuntaskan suatu topik, kita juga dianjurkan untuk menggunakan dua jenis tipe mentelaah topik.
1. Topik yang sudah ditentukan bersama dapat dibahas bersama seluruh anggota menggunakan satu kitab induk yang wajib dibaca oleh seluruh anggota. Dengan ini kita bisa saling berdiskusi dan kemudian mentelaah lebih jauh secara fokus dan terperinci.
2. Atau bisa juga setiap anggota dari komunitas diberikan kitab yang berbeda-beda, namun diminta untuk mencari topik yang sama agar dapat memperkaya literatur sekaligus menguatkan argumentasi dari perspektif ulama lainnya. Contoh yang dapat digunakan adalah, kitab-kitab yang sifatnya besar dan menggunakan bahasa yang sulit, dapat diamanahkan ke 2-3 orang. Sedangkan kitab kitab yang kecil, dapat ditelaah sendirian saja.

Maka selelah semua diskusi-diskusi tersebut telah berhasil dijalankan dan menjadi sebuah pertemuan yang utuh. Maka kunci pembahasan tersebut menjadi suatu karya, bisa menjadi sebuah artikel tulisan ataupun sebuah kajian yang kemudian dapat disajikan bersama audiens dari umum.

Beliau juga kemudian menyarankan, selama berjalannya komunitas ini, para peserta dari komunitas tersebut diharapkan untuk memperbanyak bacaan dibandingkan mengikuti kajian. Mengikuti kajian penting, tapi membaca kitab-kitab juga harus lebih utama sebagai penambah literatur dan pemahaman. Beberapa kitab yang beliau sarankan untuk dibaca di saat ini adalah “Maraqil Wa’yi” karya Dr. Shalih as Sindi dan juga buku “Tameng Iman” terjemahan oleh AQWAM dari kitab “Sābighat” karya Ahmad Yusuf as Sayyid.

Oleh karena itu, dengan disampaikannya pesan serta saran seputae komunitas aqidah kami oleh Ustadzuna. Insyaallah kami berharap komunitas yang nantinya akan kami dirikan ini dapat menjadi sebuah komunitas yang terstruktur, produktif dan kaya akan literatur di setiap pembahasannya.
�Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Ustadz Nidlol🤲

Catatan Syauqi Mubarok
mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta