Hati2 lah dalam share, jangan asal sebar aib, keburukan, dan maksiat orang lain
عن شُبيل بن عوف قال :
كان يُقال :
من سَمِعَ بفاحشةٍ فأفشاها ، فهُوَ فيها كـالذي أبـداها
الأدب المفرد للبخاري (٣٢٥)
Dari Syubail bin ‘Auf, ia berkata:
dahulu ada ungkapan yang dikatakan:
"Barangsiapa mendengar suatu perbuatan keji lalu ia menyebarkannya, maka ia seperti orang yang pertama kali menampakkannya"
Sumber: Al-Adab Al-Mufrad karya Al-Bukhari (no. 325)
Terkadang seseorang tidak melakukan maksiat, tapi justru sibuk menyebarkan cerita keburukan orang lain. Padahal, orang yang menyebarkan perbuatan keji bisa mendapatkan dosa seperti orang yang pertama kali menampakkannya.
Aib yang awalnya tersembunyi, menjadi tersebar. Yang tadinya tidak diketahui banyak orang, akhirnya jadi bahan pembicaraan di mana-mana.
Menutup aib adalah kemuliaan. Menyebarkannya hanya menambah dosa dan kerusakan.
Jaga lisan, jaga jari.
Ustadz luthfi setiawan