Ilmu sebagai Syarat Memahami Amal Lahir dan Batin dalam Islam
Al-Hafidl Ibnu Rajab berkata:
وأمرُ الرسول ﷺ نوعان :
“Perintah Rasul ﷺ terbagi menjadi dua jenis::
أمرٌ ظاهرٌ بعمل الجوارح ، كالصلاة والصيام والحج والجهاد ونحو ذلك .
“Pertama: perintah yang bersifat lahiriah, yang diamalkan dengan anggota badan; seperti shalat, puasa, haji, jihad, dan semisalnya.”
وأمر باطنٌ تقوم به القلوب ، كالإيمان بالله ؛ ومعرفته ومحبته وخشيته وإجلاله وتعظيمه ؛ والرضا بقضائه ؛ والصبر على بلائه ...
“Kedua: perintah batiniah yang dilakukan oleh hati; seperti beriman kepada Allah, mengenal-Nya, mencintai-Nya, takut kepada-Nya, mengagungkan dan memuliakan-Nya, ridha terhadap ketetapan-Nya, serta bersabar atas ujian-Nya.”
فهذا كله لا يُؤخذ إلا ممن عرف الكتاب والسنن ؛ ومن لم يقرأ القرآن ويكتب الحديث, لا يُقتدى به في علمنا ؛ فمن تكلم على شيء من هذا مع جهله بما جاء به الرسول ﷺ فهو داخل فيمَن يَفتري على الله الكذب ، وفيمَن يقول على اللهِ ما لا يَعلم.
“Maka seluruh hal ini tidak boleh diambil kecuali dari orang yang memahami Al-Kitab dan Sunnah. Barangsiapa tidak membaca Al-Qur’an dan tidak mempelajari serta menulis hadits, maka tidak layak dijadikan panutan dalam ilmu kami. Dan siapa saja yang berbicara tentang hal-hal ini sementara ia jahil terhadap ajaran yang dibawa oleh Rasul ﷺ, maka ia termasuk orang yang berdusta atas nama Allah dan termasuk orang yang berkata tentang Allah tanpa ilmu.”
📕 الحكم الجديرة بالإذاعة (٣٩)
📆18 Dzul-Qo'dah 1440
✍https://t.me/irsyadhasan_bin_isaansori4
#irsyadhasan
#prodiilmuhaditsstdiis