Di Hari Kedua “Pelatihan Guru Bahasa Arab” masuk di sesi Metode dari zaman ke zaman dalam pengajaran Bahasa Arab, berikut ini di antara metode yang seringkali dipakai dari dulu hingga kini :
1. Metode Qowaid wa Tarjamah (Tradisional)
Fokusnya hanya menjelaskan kaidah panjang lebar, dan juga menerjemahkan bahasa arab ke bahasa Indonesia atau bahasa lainnya.
Sehingga yang dihasilkan adalah pandai dalam membaca dan menulis bahasa arab.
Metode ini memiliki banyak sekali kekurangan, di antaranya tidak perhatian kepada kecakapan dalam komunikasi.
Saya sering menjumpai di desa desa ada seorang kyiai lancar dalam membaca kitab gundul namun tidak bisa berbicara bahasa arab.
Metode ini kurang efektif dalam mencapai tujuan belajar bahasa arab yaitu komunikasi, maka perlahan ditinggalkan dibanyak lembaga, walaupun masih ada lembaga yang menerapkan ini terutama di pondok pondok tradisional.
2. Metode Al Mubasyir
Metode mengajar dengan menyebutkan suatu mufradat baru dengan langsung menunjukkan wujud aslinya atau gambarnya.
Misal :
هذا باب
Guru sambil memegang pintu kelas
Fokusnya untuk melatih murid berbicara bahasa arab
Kekurangannya adalah tidak perhatihan pada kelihaian dalam membaca dan menulis bahasa arab.
3. Metode As Samiyyah wa Asy Syafawiyah
Metode ini melengkapi metode Al Mubasyir
Caranya banyak membuat percakapan lalu ditirukan dalam keseharian oleh murid murid, namun kadarnya berlebihan sehingga murid tidak bisa berkembang di luar yang dihafal.
4. Metode Ath-Tawasuliyah
Ini metode dengan tujuan utama bahwa belajar bahasa arab itu untuk komunikasi, karena itu tujuan terbesar dalam pembelajaran bahasa Arab.
Salah satu cara mengajar dengan metode ini, sangat perhatian dengan penerapan bahasa arab berbagai macam kondisi, dan tidak dibuat buat percakapannya melainkan diambil dari percakapan sehari hari.
Misal percakapan di rumah sakit, sekolahan, pasar, bandara, jalanan dan yang lainnya.
Yang paling penting murid murid bisa ngomong bahasa arab walaupun salah tidak mengapa, perlahan akan ada perkembangan in syaa Allah.
Dari semua metode di atas ada positif dan negatif, yang terbaik adalah mengambil yang positif dari setiap metode, dan meninggalkan sisi negatifnya sehingga pembelajaran bahasa arab menyenangkan dan mencapai tujuan.
Ini dinamakan dengan Metode Intiqoiyyah.
Mentor kami kali ini adalah Syaikh Dr. Ubaidullah Al Fayidi (Dosen kami dulu di Diplom Aly mata kuliah Maharot wa Anashir Lughowiyah)
Masih banyak faidah lainnya, in syaa Allah kita akan sharing di kesempatan berikutnya.
Abu Yusuf Akhmad Ja’far
Madinah, 25 Syawal 1447 H