Mengetahui bidang ilmu yang paling cocok bagi seseorang biasanya tidak langsung terlihat di awal, tetapi akan tampak setelah ia mempelajari dasar (matan) dari berbagai cabang ilmu. Dari situ akan terbuka kecenderungan dirinya terhadap ilmu tertentu, setelah ia mengenal pokok-pokok dan mayoritas pembahasannya.
Siapa yang cenderung pada hafalan, maka hendaknya menekuni:
hadits (riwayat) dan ilmu qira’at.
Siapa yang cenderung pada pemahaman dan analisis, maka hendaknya menekuni:
fikih, ushul fikih, tafsir, dan pemahaman hadits.
Siapa yang cenderung pada kisah dan sejarah, maka hendaknya menekuni:
sejarah, sirah, dan biografi ulama.
Siapa yang mampu dalam semuanya, maka boleh memilih salah satunya atau menggabungkannya sesuai kemampuan.
[Syaikh Dr. Sulaiman An-Najran -hafidzahullah-]
Unn