Senin, 13 April 2026

egois

Jika pandangan seseorang obyek berfikirnya hanya soal "aku" dan tidak memandang dari sudut lain, maka itulah ruh keegoisan yang harus dikikis.

Dalam bahasa arab, aku distilahkan dengan أنا, dan keegoisan dikenal dengan istilah أنانية karena obyek timbangannya hanya tentang "aku".

Contoh, misalnya saat ada orang yang sering mengeluh merasa tersakiti oleh teman-temannya dengan ucapan mereka, namun dia lupa kalau juga sering menyakiti dengan ucapan serupa bahkan lebih keras. Jadi, yang di pikirannya hanya terfokus dengan patokan obyek "aku", yaitu "aku tersakiti" tanpa memikirkan obyek orang lain yang juga bisa tersakiti.

Contoh lain, misalnya seseorang punya keinginan untuk meraih "kemaslahatan" diri, tapi kurang menimbang kemudhorotan pihak lain yang bisa jadi lebih banyak. Dalam pikirannya, hanya terfokus di "aku" yaitu "aku dapat yang kuinginkan" tanpa memandang sudut lain yang jika itu terpenuhi akan menimbulkan kerugian banyak di pihak lain.

Orang yang punya karakter egois, biasanya akan sering "uring-uringan" marah gak jelas kepada orang di sekitarnya, karena ada "tekanan dalam diri" bahwa keinginannya harus selalu terpenuhi namun jalannya kehidupan kadang tidak sesuai dengan pandangannya.

Di antara faktor penyebabnya, dalam keluarga terlalu dimanja, sering dituruti & orang tua sering "ngalah" sehingga pertumbuhan dirinya seakan merasa selalu "benar" dan "harus keturutan". Nah, di saat nantinya bergaul dengan orang banyak yang sifatnya heterogan, orang sekitar tidak bisa "ngalah" seperti orang tuanya dan mungkin akan melakukan "perlawanan" sesuai pandangan masing-masing. Saat itulah, jiwa seakan menjadi rapuh & akan sering "uring-uringan" sendiri karena harapan yang diinginkan sesuai versinya terganjal atau tidak terpenuhi.

Sifat sayang ortu, tentu tak harus selalu "ngalah" dan "nurut" tapi harus berusaha selalu berusaha mengarahkan & meluruskan jika memang terjadi kebengkokan atau dikhawatirkan akan "bengkok" di kemudian hari dengan cara yang terbaik.

Sebagai persiapan mondok di HASPI, para ortu mendapat edaran "Persiapan Mondok" yang diharapkan nantinya ananda bisa lebih cepat dalam beradaptasi di lingkungan Pondok, termasuk menyiapkan putrinya untuk bersiap menghadapi lingkungan yang heterogen dengan banyak karakter teman. Di antara yang butuh dilatih adalah kadang tidak nuruti keinginan anak agar ketika nantinya keinginan anak tidak sesuai yang diharapkan atau mengalami ganjalan & hambatan, akan tetap kuat dan tidak mudah uring-uringan ngamuk gak jelas.

Semoga para santri kelak tumbuh menjadi pribadi yang sholihah, hafidzah, & manfaat 
Ustadz ibnu sutopo