Tiga Rukun Kesabaran
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
والصبر حبس النفس عن التسخط بالمقدور، وحبس اللسان عن الشكوى، وحبس الجوارح عن المعصية كاللطم وشق الثياب ونتف الشعر ونحوه.
فمدار الصبر على هذه الأركان الثلاثة، فإذا قام به العبد كما ينبغي انقلبت المحنة في حقه منحة، واستحالت البلية عطية، وصار المكروه محبوباً.
فإن الله سبحانه وتعالى لم يبتله ليهلكه، وإنما ابتلاه ليمتحن صبره وعبوديته، فإن لله تعالى على العبد عبودية الضراء، وله عبودية عليه فيما يكره، كما له عبودية فيما يحب، وأكثر الخلق يعطون العبودية فيما يحبون.
"Sabar adalah :
Menahan diri agar tidak marah kepada takdir.
Menahan lisan agar tidak mengadu (kepada makhluk).
Dan menahan badan dari perbuatan maksiat seperti menampar pipi, menyobek kantong, mencabut rambut dan sebagainya.
Poros kesabaran itu berdiri di atas tiga rukun ini. Apabila seorang hamba melaksanakannya dengan benar maka ujian akan berubah menjadi kenikmatan. Bala berubah menjadi pemberian. Dan sesuatu yang tidak disukai berubah menjadi disukai.
Karena Allah tidaklah memberinya ujian untuk membinasakannya. Namun untuk menguji kesabaran dan ubudiyah (penghambaan)nya.
Karena Allah memiliki hak ubudiyah atas hamba saat susah. Senantiasa menghambakan dirinya kepada Allah pada sesuatu yang ia tidak suka.
Sebagaimana Allah memiliki hak ubudiyah pada apa yang hamba sukai.
Namun kebanyakan manusia hanya memberikan ubudiyah pada apa yang mereka sukai saja.
(Kitab Al Wabil Ash Shayyib)
Ustadz badrusalam